Sering Dilakukan Banyak Orang, Kebiasaan Ini Bisa Membebani Jantung

Jumali
Jumali Kamis, 18 Juni 2026 04:27 WIB
Sering Dilakukan Banyak Orang, Kebiasaan Ini Bisa Membebani Jantung

Ilustrasi serangan jantung (Freepik)

Harianjogja.com, JOGJA—Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Meski sering dianggap muncul secara mendadak, banyak gangguan jantung sebenarnya berkembang perlahan akibat pola hidup yang berlangsung bertahun-tahun tanpa disadari.

Kebiasaan sehari-hari yang terlihat sepele dapat memberikan tekanan tambahan pada sistem kardiovaskular. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko hipertensi, penyakit jantung koroner, hingga gagal jantung.

Berikut lima kebiasaan yang perlu mendapat perhatian karena dapat berdampak buruk terhadap kesehatan jantung.

1. Terlalu Lama Duduk

Aktivitas bekerja di depan komputer atau terlalu sering menggunakan gawai membuat banyak orang menghabiskan sebagian besar waktunya dalam posisi duduk.

Kondisi ini dapat memperlambat sirkulasi darah dan mengurangi aktivitas otot yang membantu memompa darah kembali ke jantung. Akibatnya, risiko tekanan darah tinggi, kenaikan berat badan, hingga gangguan metabolisme dapat meningkat.

Para ahli menyarankan untuk berdiri, berjalan singkat, atau melakukan peregangan setiap 30 hingga 60 menit guna menjaga aliran darah tetap lancar.

2. Kurang Tidur

Tidur berkualitas merupakan waktu bagi tubuh untuk memulihkan diri, termasuk menstabilkan tekanan darah dan detak jantung.

Ketika seseorang sering tidur kurang dari kebutuhan ideal, tubuh cenderung memproduksi lebih banyak hormon stres. Kondisi ini dapat memengaruhi tekanan darah, kadar gula darah, dan kesehatan pembuluh darah.

Orang dewasa umumnya dianjurkan tidur sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam untuk menjaga fungsi tubuh tetap optimal.

3. Terlalu Banyak Garam

Asupan garam berlebihan masih menjadi masalah yang cukup umum. Kandungan natrium yang tinggi dapat membuat tubuh menahan lebih banyak cairan sehingga volume darah meningkat.

Ketika volume darah bertambah, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko hipertensi dan penyakit jantung.

Makanan olahan, makanan cepat saji, camilan kemasan, serta berbagai jenis saus sering menjadi sumber natrium yang tidak disadari.

4. Sering Mengonsumsi Minuman Manis

Minuman berpemanis dan makanan tinggi gula dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan, resistensi insulin, serta peradangan dalam tubuh.

Kondisi tersebut berkaitan erat dengan meningkatnya risiko penyakit jantung dan gangguan metabolik lainnya.

Mengurangi minuman manis dan menggantinya dengan air putih, buah segar, serta makanan yang minim proses menjadi salah satu langkah sederhana untuk menjaga kesehatan jantung.

5. Stres yang Tidak Terkelola

Tekanan pekerjaan, masalah keuangan, hingga tuntutan kehidupan sehari-hari dapat memicu stres berkepanjangan.

Saat stres terjadi terus-menerus, tubuh melepaskan hormon seperti kortisol dan adrenalin yang membuat detak jantung dan tekanan darah meningkat. Jika berlangsung lama, kondisi ini dapat memberikan beban tambahan bagi jantung dan pembuluh darah.

Selain itu, stres sering memicu kebiasaan tidak sehat seperti makan berlebihan, kurang tidur, merokok, atau mengonsumsi alkohol.

Kenali Tanda yang Perlu Diwaspadai

Gangguan jantung tidak selalu ditandai nyeri dada yang berat. Beberapa gejala yang patut mendapat perhatian antara lain mudah lelah saat beraktivitas ringan, sesak napas, detak jantung tidak teratur, pusing, hingga nyeri atau rasa tertekan di dada.

Apabila keluhan tersebut muncul berulang atau semakin berat, pemeriksaan ke tenaga kesehatan perlu dilakukan untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut.

Langkah Kecil yang Bisa Dilakukan

Menjaga kesehatan jantung tidak harus dimulai dengan perubahan besar. Membiasakan bergerak lebih aktif, menjaga pola tidur, mengurangi konsumsi garam dan gula, serta mengelola stres secara sehat dapat menjadi investasi penting bagi kesehatan jangka panjang.

Perubahan sederhana yang dilakukan secara konsisten sering kali memberikan manfaat yang jauh lebih besar dibandingkan perubahan drastis yang hanya berlangsung sesaat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online