Hainan Larang Mobil Bensin 2030, Jadi Percontohan Kendaraan Listrik
Hainan larang penjualan mobil bensin mulai 2030, target 45% EV. China uji coba elektrifikasi di provinsi kepulauan dengan insentif & kemandirian energi 54%.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Banyak orang menganggap rasa kantuk pada siang hari sebagai hal biasa akibat pekerjaan yang menumpuk atau aktivitas yang melelahkan. Namun, jika kondisi tersebut muncul hampir setiap hari dan sulit dikendalikan, ada kemungkinan tubuh sedang memberikan sinyal adanya masalah kesehatan tertentu.
Kantuk berlebihan tidak hanya membuat seseorang sulit berkonsentrasi, tetapi juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan saat berkendara maupun bekerja. Karena itu, penting memahami faktor-faktor yang dapat memicunya.
Dilansir dari Healthline, Selasa (16/6/2026), terdapat sejumlah penyebab yang sering dikaitkan dengan rasa kantuk berlebihan pada siang hari.
1. Kurang Tidur
Penyebab paling umum adalah kurangnya waktu tidur. Orang dewasa umumnya membutuhkan waktu istirahat sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam.
Tidak hanya durasi, kualitas tidur juga berpengaruh. Tidur yang sering terputus atau tidak nyenyak membuat tubuh gagal mendapatkan pemulihan optimal sehingga rasa kantuk muncul pada keesokan harinya.
2. Stres dan Gangguan Kesehatan Mental
Stres berkepanjangan dapat menguras energi fisik maupun mental. Kondisi ini sering membuat seseorang merasa lelah meski tidak melakukan aktivitas berat.
Selain itu, depresi dan gangguan kecemasan juga dapat memengaruhi kualitas tidur dan menurunkan semangat beraktivitas sehingga memicu kantuk berlebih pada siang hari.
3. Dehidrasi
Kurangnya asupan cairan dapat mengganggu berbagai fungsi tubuh, termasuk aliran darah dan distribusi oksigen ke otak.
Akibatnya, tubuh menjadi lebih mudah lemas, sulit fokus, dan cepat mengantuk. Untuk mencegah dehidrasi, kebutuhan cairan harian perlu dipenuhi secara cukup.
4. Pola Makan Tidak Seimbang
Makanan tinggi gula dan karbohidrat sederhana dapat memicu lonjakan kadar gula darah yang kemudian turun secara drastis. Kondisi ini sering menimbulkan rasa lemas dan kantuk setelah makan.
Sebaliknya, konsumsi protein, serat, serta lemak sehat dalam jumlah seimbang dapat membantu menjaga energi tetap stabil sepanjang hari.
5. Anemia
Anemia terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh.
Selain mudah mengantuk, penderita anemia biasanya mengalami gejala lain seperti tubuh lemas, wajah pucat, pusing, dan mudah kelelahan.
6. Gangguan Tidur
Beberapa gangguan tidur seperti sleep apnea, insomnia, dan narkolepsi juga dapat menyebabkan kantuk berlebihan.
Pada kasus sleep apnea, misalnya, pernapasan dapat berhenti sementara saat tidur sehingga kualitas istirahat menurun meski durasi tidur terlihat cukup.
7. Penyakit Tertentu
Kantuk berlebihan juga dapat menjadi gejala sejumlah penyakit, seperti diabetes, hipotiroidisme, penyakit jantung, hingga infeksi kronis.
Jika rasa kantuk muncul terus-menerus dan disertai gejala lain seperti sesak napas, penurunan berat badan tanpa sebab jelas, atau gangguan konsentrasi, pemeriksaan medis perlu segera dilakukan.
Kapan Harus Memeriksakan Diri?
Segera konsultasikan ke dokter apabila:
Menjaga pola tidur yang teratur, memenuhi kebutuhan cairan, mengelola stres, dan menerapkan pola makan sehat merupakan langkah awal untuk mengurangi rasa kantuk berlebihan. Namun jika keluhan tidak membaik, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab pastinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hainan larang penjualan mobil bensin mulai 2030, target 45% EV. China uji coba elektrifikasi di provinsi kepulauan dengan insentif & kemandirian energi 54%.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya hari ini berdasarkan data resmi KAI Access.
BMKG prediksi cuaca DIY Jumat (17/7) cerah berawan. Waspada udara kabur di Sleman & Kulonprogo, suhu 20-32°C. Simak info lengkapnya di sini.
Orang tua kini dituntut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak buruk penggunaan media sosial serta potensi gangguan kesehatan mental
udaya membaca dinilai menjadi bekal penting bagi masyarakat untuk menghadapi derasnya arus informasi di era digital
Bekalista resmi diluncurkan di Malioboro. Sebanyak 80 becak kayuh listrik disiapkan dengan skema tukar guling bentor secara bertahap.