Telur Ayam atau Bebek, Mana yang Baik untuk Sarapan?

Jumali
Jumali Senin, 19 Oktober 2026 09:07 WIB
Telur Ayam atau Bebek, Mana yang Baik untuk Sarapan?

Foto ilustrasi telur. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Telur ayam dan telur bebek sama-sama menjadi sumber protein yang mudah ditemukan dan diolah. Namun, keduanya memiliki perbedaan kandungan nutrisi, sehingga pilihan yang lebih sehat bergantung pada kebutuhan tubuh, ukuran porsi, dan kondisi kesehatan masing-masing orang.

Telur bebek umumnya berukuran lebih besar daripada telur ayam. Kandungan sejumlah zat gizinya juga cenderung lebih tinggi, terutama vitamin B12, zat besi, dan folat. Vitamin B12 berperan dalam pembentukan sel darah merah serta sintesis DNA yang diperlukan tubuh.
Perbedaan Kandungan Telur Ayam dan Telur Bebek

Meski unggul dalam beberapa kandungan nutrisi, telur bebek bukan berarti selalu lebih sehat daripada telur ayam. Telur bebek umumnya memiliki lebih banyak kalori, lemak, dan kolesterol per 100 gram. Karena itu, ukuran telur dan jumlah yang dikonsumsi perlu diperhatikan saat membandingkan keduanya.

Di sisi lain, putih telur ayam mengandung sejumlah protein, seperti ovalbumin, konalbumin, dan lisozim. Protein-protein tersebut diteliti karena memiliki aktivitas biologis, termasuk sifat antimikroba. Namun, temuan terkait aktivitas protein tersebut tidak berarti mengonsumsi telur ayam terbukti dapat mencegah atau mengobati kanker.

Dengan demikian, telur ayam dapat menjadi pilihan praktis untuk konsumsi sehari-hari, sedangkan telur bebek dapat menjadi alternatif bagi orang yang ingin memperoleh lebih banyak vitamin B12 dan zat besi dari makanan. Keduanya dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang selama porsinya disesuaikan dengan kebutuhan.

Merebus Telur Bisa Menjadi Pilihan

Selain jenis telur, cara memasak juga berpengaruh terhadap nilai gizi makanan secara keseluruhan. Merebus telur merupakan salah satu pilihan praktis karena tidak memerlukan tambahan minyak. Telur juga dapat diolah dengan cara lain, seperti dikukus atau direbus tanpa tambahan garam berlebihan.

Penggunaan minyak, mentega, garam, serta makanan pendamping seperti daging olahan perlu diperhatikan karena dapat menambah asupan lemak jenuh dan natrium. Karena itu, telur rebus yang disajikan bersama sayuran dan sumber pangan bergizi lainnya dapat menjadi pilihan sarapan yang seimbang.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin disebut merekomendasikan konsumsi dua butir telur rebus saat sarapan sebagai pengganti nasi uduk atau bubur ayam. Namun, pernyataan dan konteks rekomendasi tersebut perlu diverifikasi melalui sumber resmi sebelum dicantumkan sebagai anjuran khusus dari Menteri Kesehatan.

Pada akhirnya, tidak ada satu jenis telur yang otomatis paling sehat untuk semua orang. Kandungan nutrisi, ukuran porsi, cara pengolahan, serta kondisi kesehatan perlu dipertimbangkan. Orang yang memiliki kolesterol tinggi, penyakit kardiovaskular, diabetes, atau pembatasan pola makan tertentu dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk menentukan porsi yang sesuai

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online