Asap Karhutla Mengancam Kesehatan, Siapkan 7 Barang Ini di Rumah

Newswire
Newswire Minggu, 18 Oktober 2026 21:47 WIB
Asap Karhutla Mengancam Kesehatan, Siapkan 7 Barang Ini di Rumah

Pengendara memakai masker saat pembagian masker gratis di simpang empat RS Charitas Palembang, Sumatera Selatan, Senin (24/8/2026). Pemerintah Kota Palembang membagikan 16.500 masker kepada masyarakat untuk mencegah terjangkitnya penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat bencana kabut asap dampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Antara/Nova Wahyudi/YU

Harianjogja.com, JAKARTA—Masyarakat perlu tetap waspada terhadap potensi paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk dengan menyiapkan perlengkapan perlindungan diri di rumah. Sejumlah barang, mulai dari masker respirator N95 hingga akses pemantauan kualitas udara, dapat membantu masyarakat menghadapi kondisi udara yang berubah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Sabtu (17/10/2026) mendeteksi sisa sebaran asap di Pesisir Barat Banten pada ketinggian sekitar 10.000–18.000 kaki atau 3–5,4 kilometer.

Hasil pemantauan citra satelit pada Jumat (16/10/2026) menunjukkan asap karhutla sempat memasuki wilayah Jawa bagian barat, termasuk Jabodetabek. Namun, kondisi tersebut berlangsung sesaat dan tidak berdampak pada kualitas udara di permukaan.

Pemantauan pada hari berikutnya, pukul 08.00, 10.00, dan 13.00 WIB, menunjukkan sebaran asap di wilayah tersebut mulai bergerak menjauh secara bertahap.

Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, menegaskan bahwa asap yang terdeteksi satelit tidak selalu menandakan peningkatan konsentrasi polutan di permukaan. Karena itu, masyarakat diminta tidak panik, tetapi tetap mengikuti perkembangan kualitas udara.

“Meski demikian, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memantau perkembangan kualitas udara di lingkungan masing-masing,” kata Guswanto, Sabtu (17/10/2026).

Dampak Asap Karhutla bagi Kesehatan

Asap karhutla mengandung partikel yang dapat mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan. Risiko paparan juga perlu diperhatikan oleh kelompok rentan dan masyarakat yang memiliki penyakit penyerta.

Berikut sejumlah dampak kesehatan yang perlu diwaspadai.

1. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Partikel dalam asap dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memicu batuk, sakit tenggorokan, hingga sesak napas. ISPA merupakan salah satu gangguan kesehatan yang banyak ditemukan di wilayah terdampak karhutla.

2. Iritasi mata dan kulit

Paparan asap dapat menyebabkan mata perih, merah, dan berair. Kulit juga berpotensi mengalami iritasi atau gatal. Masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi asap masih berlangsung.

3. Memperburuk asma dan penyakit paru kronis

Asap dapat memicu serangan asma dan memperburuk kondisi penderita penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Penderita gangguan pernapasan perlu membatasi paparan asap dan mengikuti anjuran tenaga kesehatan.

4. Meningkatkan risiko gangguan jantung dan stroke

Partikel halus PM2.5 dapat menembus jauh ke dalam paru-paru dan masuk ke aliran darah. Paparan polusi akibat kebakaran juga dikaitkan dengan gangguan kardiovaskular, terutama pada orang lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta.

5. Mengganggu kesehatan kelompok rentan

Bayi, balita, anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit jantung atau paru-paru lebih rentan mengalami dampak kesehatan akibat asap. Pada anak-anak, paparan polusi menjadi perhatian karena paru-paru dan sistem tubuh masih berkembang.

7 Barang yang Perlu Disiapkan di Rumah untuk Menghadapi Asap Karhutla

Selain memantau kondisi udara, masyarakat dapat menyiapkan sejumlah kebutuhan di rumah untuk membantu mengurangi paparan asap dan menjaga aktivitas sehari-hari tetap berjalan.

1. Masker respirator N95

Masker respirator N95 dapat digunakan ketika masyarakat harus beraktivitas di luar ruangan saat udara tercemar partikel asap. Masker ini dirancang untuk menyaring partikel halus apabila digunakan dengan benar.

Pastikan masker terpasang rapat di wajah agar perlindungannya optimal. Masker N95 tidak melindungi dari semua jenis gas atau uap yang mungkin terkandung dalam asap.

2. Obat-obatan pribadi

Penderita asma, penyakit paru-paru, atau penyakit kronis lainnya perlu memastikan obat yang diresepkan dokter tersedia dalam jumlah cukup dan mudah dijangkau.

Bagi penderita asma, misalnya, obat inhaler yang diresepkan sebaiknya tetap tersedia sesuai petunjuk tenaga kesehatan.

3. Air minum

Persediaan air minum diperlukan untuk memenuhi kebutuhan cairan harian. Masyarakat tetap perlu menjaga konsumsi air putih sesuai kebutuhan tubuh, terutama saat aktivitas di luar rumah dibatasi.

Air minum bukan penangkal langsung partikel asap, tetapi menjadi bagian dari persediaan kebutuhan dasar di rumah.

4. Perlengkapan pertolongan pertama

Kotak pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dapat digunakan untuk menangani luka ringan dan kebutuhan darurat lainnya.

Perlengkapan dasar yang dapat disiapkan antara lain perban, plester, kasa steril, dan antiseptik. Pastikan perlengkapan tersimpan di tempat yang mudah dijangkau.

5. Sabun dan perlengkapan kebersihan pribadi

Sabun, tisu, dan perlengkapan kebersihan lainnya dapat membantu menjaga kebersihan setelah beraktivitas di luar ruangan.

Masyarakat juga disarankan mencuci tangan dan wajah setelah beraktivitas di luar rumah. Jika pakaian terpapar asap, menggantinya setelah masuk rumah dapat membantu mengurangi paparan residu yang menempel.

6. Makanan siap santap dan bergizi

Sediakan makanan bergizi yang mudah dikonsumsi untuk mengantisipasi kondisi ketika aktivitas di luar rumah perlu dibatasi atau akses ke toko terganggu.

Pilih bahan pangan yang tahan disimpan sesuai petunjuk kemasan dan pastikan persediaannya mencukupi kebutuhan keluarga.

7. Alat atau aplikasi pemantau kualitas udara

Masyarakat dapat menyiapkan ponsel dengan akses internet untuk memantau kualitas udara melalui kanal resmi. Alat pemantau kualitas udara di rumah juga dapat menjadi pilihan jika tersedia.

Informasi kualitas udara dapat membantu menentukan apakah aktivitas di luar ruangan perlu dikurangi atau ditunda. Gunakan sumber informasi yang tepercaya dan perhatikan kondisi udara di sekitar tempat tinggal, bukan hanya sebaran asap yang terlihat pada citra satelit.

FAQ Seputar Bencana Asap Karhutla

1. Apakah karhutla sudah ditetapkan sebagai bencana nasional?

Berdasarkan Undang-Undang No. 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana, penetapan status dan tingkatan bencana mempertimbangkan sejumlah indikator. Indikator tersebut meliputi jumlah korban, kerugian harta benda, kerusakan prasarana dan sarana, luas wilayah terdampak, serta dampak sosial ekonomi.

Pada Oktober 2026, muncul desakan dari sejumlah pihak agar pemerintah menetapkan karhutla sebagai bencana nasional. Namun, berdasarkan informasi dalam naskah sumber, belum ada pengumuman resmi pemerintah mengenai penetapan tersebut.

2. Karhutla terjadi di wilayah mana saja?

Penanganan karhutla diprioritaskan di enam provinsi, yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.

Kondisi kebakaran dan sebaran asap dapat berubah dari waktu ke waktu. Masyarakat perlu mengikuti informasi terbaru dari instansi terkait untuk mengetahui perkembangan situasi di wilayah masing-masing.

3. Sampai kapan karhutla akan berakhir?

Karhutla tidak memiliki waktu berakhir yang pasti dan seragam di seluruh Indonesia. Kebakaran dapat terus berlangsung selama kondisi lahan mendukung penyebaran api dan sumber kebakaran belum sepenuhnya dipadamkan.

Karena itu, masyarakat perlu terus memantau informasi resmi mengenai penanganan kebakaran dan kualitas udara. Jika kualitas udara memburuk, kurangi aktivitas di luar ruangan, tutup pintu dan jendela saat udara luar tercemar, serta cari bantuan medis apabila mengalami sesak napas atau gejala berat lainnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online