180 Komunitas Motor di Jogja Ramaikan Road to MotoGP Mandalika 2026
Sekitar 180 komunitas motorsport Jogja mengikuti Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 melalui konvoi dan Watch Party AustrianGP.
Foto ilustrasi susu kedelai. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA — Kabar baik bagi Anda yang ingin menjaga tekanan darah tetap stabil. Penelitian terbaru mengungkap bahwa konsumsi rutin makanan berbasis nabati seperti kacang-kacangan dan olahan kedelai dapat menurunkan risiko hipertensi secara signifikan, bahkan hingga 30 persen.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal BMJ Nutrition Prevention & Health ini menganalisis berbagai penelitian jangka panjang dari sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Eropa, dan Asia. Total terdapat 12 studi observasional yang menjadi dasar analisis, mencakup populasi dari China, Jepang, Korea Selatan, Iran, Prancis, hingga Inggris.
Hasilnya menunjukkan bahwa individu yang mengonsumsi kacang-kacangan dalam jumlah tinggi memiliki risiko 16 persen lebih rendah terkena hipertensi dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya. Sementara itu, konsumsi makanan berbahan dasar kedelai seperti tahu, tempe, susu kedelai, dan edamame mampu menurunkan risiko hingga 19 persen.
Menariknya, peneliti juga menemukan adanya pola dosis konsumsi. Untuk kacang-kacangan, manfaat maksimal terlihat saat konsumsi mencapai sekitar 170 gram per hari, dengan penurunan risiko hingga 30 persen. Sedangkan pada kedelai, efek optimal terjadi pada kisaran 60–80 gram per hari, dengan penurunan risiko mencapai 28–29 persen. Konsumsi lebih dari jumlah tersebut tidak menunjukkan tambahan manfaat yang signifikan.
Para ilmuwan menjelaskan bahwa manfaat ini berkaitan dengan kandungan serat larut dalam kacang dan kedelai. Di dalam usus, serat ini difermentasi menjadi asam lemak rantai pendek yang berperan membantu pembuluh darah menjadi lebih rileks dan elastis. Kondisi ini sangat penting dalam menjaga tekanan darah tetap normal.
Selain itu, kedelai juga mengandung isoflavon, yaitu senyawa alami yang diketahui memiliki efek positif dalam menurunkan tekanan darah dan mendukung kesehatan jantung secara keseluruhan.
Profesor Sumantra Ray, Kepala Ilmuwan sekaligus Direktur Eksekutif NNEdPro Global Institute for Food, Nutrition and Health, menilai temuan ini semakin memperkuat bukti bahwa pola makan berbasis nabati berperan penting dalam menjaga kesehatan kardiovaskular.
“Penelitian ini memperkuat dasar bukti manfaat diet berbasis tumbuhan dalam melindungi jantung. Kacang-kacangan dan kedelai dapat menjadi strategi diet utama untuk menekan beban hipertensi global,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa masih ada kemungkinan faktor lain yang belum terukur memengaruhi hasil penelitian. Selain itu, batas manfaat konsumsi kedelai yang tampak berhenti di angka tertentu juga masih perlu diteliti lebih lanjut.
Temuan ini menjadi sinyal kuat bahwa perubahan sederhana dalam pola makan sehari-hari dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan. Mengonsumsi lebih banyak sumber protein nabati bukan hanya tren gaya hidup, tetapi juga langkah nyata dalam mencegah penyakit kronis seperti hipertensi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekitar 180 komunitas motorsport Jogja mengikuti Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 melalui konvoi dan Watch Party AustrianGP.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Rabu 14 Oktober 2026 tersedia untuk 5 rute. Simak jam keberangkatan dan tarif Rp80.000 per penumpang.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 14 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 14 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 14 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.