Jadwal Prameks Jogja-Kutoarjo Hari Ini, Selasa 7 Juli 2026
Jadwal Prameks Jogja–Kutoarjo Selasa 7 Juli 2026 lengkap. Cek jam keberangkatan terbaru dan tips agar tidak kehabisan tiket.
Ilustrasi - Buah ceri. (Pixabay)
Harianjogja.com, JAKARTA — Buah ceri kerap dianggap “berbahaya” bagi penderita diabetes karena rasanya yang manis. Namun, anggapan tersebut ternyata tidak sepenuhnya benar. Para ahli gizi justru menyebut ceri aman dikonsumsi, bahkan bisa menjadi bagian dari pola makan sehat bagi penderita pra-diabetes maupun diabetes.
Ahli gizi Brittany Poulson, MDA, RDN, CDCES, menjelaskan bahwa ceri termasuk buah dengan indeks glikemik rendah. Artinya, konsumsi ceri tidak memicu lonjakan gula darah secara drastis seperti yang banyak dikhawatirkan.
“Banyak orang mengira buah manis otomatis meningkatkan gula darah tinggi, padahal ceri memiliki indeks glikemik rendah berkat kandungan serat, air, dan senyawa alaminya,” ujarnya, seperti dikutip dari Eating Well, Selasa (7/7/2026)
Hal senada disampaikan ahli gizi olahraga Val Warner, MS, RD, CSSD, CPT. Menurutnya, ceri memberikan rasa manis alami tanpa menyebabkan fluktuasi gula darah yang tajam, berbeda dengan sumber karbohidrat sederhana lainnya.
Dalam satu cangkir ceri segar, terkandung sekitar 22 gram karbohidrat, termasuk 18 gram gula alami dan sekitar 3 gram serat. Kombinasi ini membuat penyerapan gula dalam tubuh berlangsung lebih lambat.
Selain itu, ceri juga kaya akan nutrisi penting seperti vitamin C, beta-karoten, serta antioksidan kuat seperti antosianin dan polifenol. Kandungan ini tidak hanya baik untuk kesehatan secara umum, tetapi juga berperan dalam pengendalian gula darah.
Ahli gizi Michelle Routhenstein, MS, RD, CDCES, CDN, menjelaskan bahwa serat dan polifenol dalam ceri membantu memperlambat proses pencernaan dan penyerapan glukosa. Dampaknya, kenaikan gula darah setelah makan menjadi lebih stabil.
“Peningkatan gula darah terjadi lebih bertahap, bukan melonjak drastis,” jelasnya.
Lebih lanjut, penelitian menunjukkan bahwa antosianin dalam ceri dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin sekaligus mengurangi peradangan. Dua faktor ini sangat penting dalam pengelolaan diabetes.
Meski demikian, para ahli mengingatkan pentingnya mengatur porsi konsumsi. Mengonsumsi ceri secara berlebihan tetap berpotensi meningkatkan asupan gula.
Disarankan, porsi ideal berkisar antara setengah hingga satu cangkir per sekali makan. Melebihi jumlah tersebut dapat meningkatkan beban karbohidrat, meskipun berasal dari buah dengan indeks glikemik rendah.
Selain itu, pilihan bentuk ceri juga berpengaruh. Ceri utuh, baik segar maupun beku, lebih dianjurkan dibandingkan jus ceri atau produk olahan seperti ceri kering. Hal ini karena ceri utuh mengandung lebih banyak serat dan memberikan rasa kenyang lebih lama.
Untuk hasil optimal, ceri sebaiknya dikombinasikan dengan sumber protein dan lemak sehat. Misalnya dipadukan dengan yogurt Yunani, keju, atau kacang-kacangan agar penyerapan gula semakin stabil.
Dengan konsumsi yang tepat, ceri tidak hanya aman bagi penderita diabetes, tetapi juga dapat menjadi pilihan camilan sehat yang membantu menjaga keseimbangan gula darah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal Prameks Jogja–Kutoarjo Selasa 7 Juli 2026 lengkap. Cek jam keberangkatan terbaru dan tips agar tidak kehabisan tiket.
Gelombang panas Spanyol sebabkan 150 kematian dalam beberapa hari, karhutla meluas hingga 56.000 hektare.
Prabowo dan PM India Narendra Modi bertemu di Istana, bahas kerja sama strategis dari investasi hingga restorasi Prambanan.
Muhaimin dorong pemerintah buka akses global bagi industri kreatif, bukan sekadar program, demi ekosistem berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memborong enam penghargaan pada Anugerah Adinata Syariah 2026.
Raperda toko swalayan Bantul kembali dibahas, fokus atur jarak, izin, dan perlindungan UMKM agar usaha tetap seimbang.