Utang Luar Negeri Indonesia Melambat, Rasio terhadap PDB Turun
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.
Foto ilustrasi anak sakit flu. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit batuk pilek di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menjelaskan bahwa perubahan cuaca yang fluktuatif dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama penyakit yang berhubungan dengan saluran pernapasan.
“Cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini membuat kita perlu memperhatikan kesehatan tubuh untuk meminimalisir potensi paparan penyakit yang dipengaruhi kondisi lingkungan,” ujarnya di Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Konsumsi Makanan Sehat Jadi Langkah Awal
Aji menyebutkan langkah pertama yang dapat dilakukan masyarakat adalah menjaga asupan makanan yang bersih, sehat, dan bergizi. Konsumsi makanan hangat yang mudah dicerna dinilai dapat membantu meredakan gejala batuk dan pilek sekaligus menjaga daya tahan tubuh.
Beberapa makanan yang direkomendasikan antara lain sup hangat seperti sup ayam, madu, minuman hangat, buah kaya vitamin C, serta air putih hangat. Asupan cairan yang cukup juga penting untuk mencegah dehidrasi dan membantu melancarkan pernapasan.
“Pastikan asupan cairan cukup agar lendir di tenggorokan lebih encer dan pernapasan lebih lancar,” jelas Aji.
Jaga Imunitas dan Kebersihan Diri
Selain pola makan, Kemenkes juga menekankan pentingnya menjaga imunitas melalui gaya hidup sehat, seperti rutin berolahraga dan mengonsumsi vitamin bila diperlukan.
Masyarakat juga diimbau untuk menghindari kebiasaan menyentuh wajah dengan tangan yang kotor serta menghindari genangan air atau air kotor yang berpotensi menjadi sumber penyakit.
Menurut Aji, kondisi lingkungan yang tidak bersih dapat memicu berbagai penyakit, mulai dari influenza, infeksi kulit, hingga penyakit yang lebih serius seperti kolera.
Kebersihan Lingkungan dan Perlindungan Diri
Kemenkes juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, termasuk rumah, saluran air, dan selokan, guna mencegah berkembangnya nyamuk penyebab penyakit.
Selain itu, masyarakat dianjurkan untuk rutin mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer untuk mengurangi risiko penularan virus dan bakteri.
Jika harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker juga disarankan. Masker seperti KF94 atau KN95 dinilai lebih efektif dalam menyaring partikel polutan di udara.
“Gunakan masker yang pas di wajah untuk mencegah partikel polutan masuk ke saluran pernapasan,” tambahnya.
Waspadai Penyakit Terkait Cuaca
Kemenkes juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai berbagai penyakit lain yang kerap muncul saat perubahan cuaca, seperti demam berdarah, flu, malaria, diare, hingga leptospirosis.
Leptospirosis sendiri dapat menular melalui urine atau darah hewan seperti tikus yang terbawa genangan air atau banjir.
Dengan meningkatnya kewaspadaan dan penerapan pola hidup sehat, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari berbagai penyakit yang dipicu oleh perubahan cuaca ekstrem.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.
Arema FC memburu kemenangan atas PSIM Jogja pada laga terakhir Super League 2025/2026 demi memperbaiki posisi klasemen.
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai penalti tekanan ban yang membuat Joan Mir kehilangan podium dan mengubah klasemen sementara.
Pemkot Jogja mulai menyiapkan guru dan menggandeng kampus menyambut kebijakan Bahasa Inggris wajib di SD mulai 2027.
Xiaomi membatalkan proyek ponsel ultra-tipis Xiaomi 17 Air karena tak ingin mengorbankan performa, baterai, dan kualitas pengguna.
Komnas HAM mendorong pengusutan tuntas kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha Jogja. Polisi buka peluang tersangka bertambah.