Gempa NTT, 200 BTS Terdampak dan Layanan Seluler Terganggu
Gempa M7,7 NTT mengganggu 200 BTS di 10 kabupaten dan kota. Kemkomdigi memantau pemulihan jaringan bersama operator seluler
Sayuran hijau. - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JAKARTA— Penelitian terbaru dari Israel menunjukkan bahwa bayi yang dibesarkan dalam keluarga vegan dan vegetarian memiliki laju pertumbuhan yang nyaris setara dengan anak-anak yang mengonsumsi pola makan lengkap atau omnivora. Temuan ini disampaikan Universitas Ben-Gurion di Negev, Israel, dalam pernyataan resmi pada Senin (9/2/2026).
Riset tersebut dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas Ben-Gurion bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Israel. Fokus penelitian diarahkan untuk menilai apakah pola makan berbasis nabati mampu mendukung kebutuhan pertumbuhan pesat bayi, khususnya pada dua tahun pertama kehidupan yang menjadi fase krusial perkembangan.
Dalam studi berskala besar ini, para peneliti menganalisis data selama hampir satu dekade, yakni periode 2014 hingga 2023. Data mencakup sekitar 1,2 juta anak atau sekitar 70 persen dari total bayi di Israel, menjadikannya salah satu penelitian paling komprehensif di bidang tersebut.
Hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal ilmiah JAMA Network Open menunjukkan bahwa bayi dari keluarga vegan dan vegetarian memiliki berat badan, panjang badan, serta pertumbuhan lingkar kepala yang sebanding dengan bayi dari keluarga omnivora.
Meski demikian, peneliti mencatat adanya sedikit peningkatan risiko berat badan rendah pada bayi vegan dalam 60 hari pertama kehidupan. Namun, perbedaan tersebut bersifat sementara dan tidak lagi terlihat ketika anak mencapai usia dua tahun.
Gangguan pertumbuhan dan perkembangan, termasuk stunting, tercatat jarang terjadi pada seluruh kelompok pola makan. Tidak ditemukan perbedaan signifikan antara bayi yang menjalani pola makan nabati maupun non-nabati.
Para peneliti menegaskan bahwa kunci utama terletak pada perencanaan pola makan yang baik serta dukungan nutrisi yang memadai, baik selama masa kehamilan maupun pada periode bayi. Mereka menyimpulkan bahwa pola makan nabati yang dirancang dengan tepat tidak menghambat perkembangan fisik pada masa awal kehidupan.
Temuan ini dinilai dapat menjadi rujukan penting bagi perumusan kebijakan kesehatan masyarakat di berbagai negara, khususnya terkait panduan nutrisi bagi ibu hamil dan bayi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gempa M7,7 NTT mengganggu 200 BTS di 10 kabupaten dan kota. Kemkomdigi memantau pemulihan jaringan bersama operator seluler
Jadwal DAMRI Bandara YIA Minggu 16 Agustus 2026 lengkap dengan rute ke Sleman, Kota Jogja, Gamping, Condongcatur, dan tarif Rp80.000.
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 16 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 10 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan, stasiun tujuan, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 15 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal tiap stasiun di sini.