Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Kelelahan - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Kekurangan protein dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari mudah lelah hingga daya tahan tubuh menurun, sehingga masyarakat perlu mengenali gejala awal tubuh kurang protein agar asupan nutrisi harian tetap seimbang dan optimal.
Protein berfungsi sebagai “blok pembangun” hampir seluruh jaringan tubuh, termasuk otot, kulit, rambut, kuku, serta organ vital seperti jantung dan hati. Karena tubuh tidak mampu memproduksi seluruh asam amino esensial, kebutuhan protein harus dipenuhi dari konsumsi makanan sehari-hari agar tubuh tetap sehat dan bugar.
Kekurangan protein dapat memicu beragam gangguan kesehatan, mulai dari gangguan pertumbuhan, penurunan sistem kekebalan tubuh, hingga masalah metabolisme.
Berikut tujuh gejala tubuh kekurangan protein yang perlu diwaspadai serta diperhatikan sejak dini:
1. Pembengkakan (Edema)
Salah satu tanda umum kekurangan protein adalah pembengkakan, terutama di area perut, tangan, dan kaki. Kondisi ini terjadi karena protein darah, khususnya albumin, berfungsi menjaga keseimbangan cairan agar tidak menumpuk di jaringan tubuh.
2. Perubahan Suasana Hati
Otak memerlukan neurotransmiter untuk berkomunikasi antarsel, dan sebagian besar zat tersebut berasal dari protein. Kekurangan protein dapat mengganggu produksi neurotransmiter, sehingga memengaruhi suasana hati dan emosi.
3. Masalah Rambut, Kuku, dan Kulit
Rambut, kuku, dan kulit tersusun dari protein seperti keratin, kolagen, dan elastin. Kekurangan protein dapat menyebabkan rambut menipis atau rapuh, kulit kering dan bersisik, serta kuku tampak berlekuk. Meski pola makan bukan satu-satunya penyebab, faktor ini perlu diperhatikan.
4. Kelemahan dan Mudah Lelah
Penelitian menunjukkan kekurangan protein dalam waktu singkat dapat memengaruhi massa otot, terutama pada usia di atas 55 tahun. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menurunkan kekuatan otot, keseimbangan tubuh, memperlambat metabolisme, hingga memicu anemia yang menyebabkan mudah lelah.
5. Rasa Lapar Berlebihan
Protein merupakan salah satu sumber energi utama selain karbohidrat dan lemak. Jika tubuh sering merasa lapar meski sudah makan teratur, kemungkinan asupan protein belum mencukupi, karena makanan tinggi protein membantu rasa kenyang bertahan lebih lama.
6. Luka Sulit Sembuh
Tubuh yang kekurangan protein membutuhkan waktu lebih lama untuk menyembuhkan luka atau cedera. Hal ini berkaitan dengan peran kolagen dan protein dalam proses pembekuan darah serta perbaikan jaringan.
7. Mudah Sakit atau Sulit Pulih
Asam amino membantu sistem kekebalan tubuh memproduksi antibodi untuk melawan virus dan bakteri. Kekurangan protein dapat menurunkan imunitas serta mengganggu penyerapan nutrisi penting, termasuk keseimbangan bakteri baik di usus.
Mengenali gejala kekurangan protein sejak dini menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang, terutama dengan menerapkan pola makan seimbang dan asupan protein yang cukup setiap hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
WhatsApp luncurkan fitur kirim foto terbaru di iPhone tanpa tutup ruang chat. Simak tampilan menu Recents baru khusus pengguna iOS.
Liverpool dan Adidas meluncurkan jersey kandang musim 2026/2027 bernuansa retro era juara liga 1989-90 dengan teknologi CLIMACOOL+.
Gerakan tersebut diwujudkan melalui implementasi aplikasi STUPA, yaitu layanan keuangan digital berbasis aplikasi uang elektronik.
Kulonprogo masih aman dari kekeringan di awal kemarau 2026. BPBD siaga droping air bersih diperkirakan mulai Agustus.
Subaru membatalkan mobil listrik internal setelah laba operasional anjlok 90 persen akibat tekanan tarif impor Amerika Serikat.