Tunjangan Guru Non-ASN Ditargetkan Cair Pekan Depan
Tunjangan guru non-ASN yang terlambat ditargetkan mulai ditransfer pekan depan. Pencairan menunggu SP2D dari KPPN.
Ilustrasi Nyeri Sendi pada Lutut./ Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Nyeri pada sendi lutut merupakan keluhan umum yang dapat menyerang berbagai kelompok umur. Nyeri sendi juga bisa terjadi karena berbagai faktor.
Tingkat keparahannya nyeri pada sendi bervariasi, mulai dari nyeri ringan hingga sangat hebat yang bisa mengganggu aktivitas harian seperti berjalan, naik tangga, atau berdiri lama.
Untuk memahami lebih lanjut, berikut ini penjelasan mengenai berbagai faktor penyebab nyeri lutut serta langkah penanganan yang tepat. Penanganan yang sesuai sangat penting untuk mencegah kondisi memburuk dan menjaga kualitas hidup penderita.
Penyebab nyeri lutut
1. Osteoartritis (OA)
Merupakan bentuk arthritis yang paling umum menyasar lutut, terjadi akibat kerusakan tulang rawan seiring usia atau beban berlebih.
2. Cedera sendi
Seperti robekan ligamen (termasuk ACL), meniskus, atau dislokasi tempurung lutut, biasanya pasca olahraga atau kecelakaan.
3. Tendinitis dan bursitis
Peradangan pada tendon (seperti jumper’s knee) atau kantung cairan (bursae), sering muncul dari penggunaan lutut berlebihan dalam olahraga.
BACA JUGA: Tanda-Tanda Fisik Saat Anda Mengalami Gagal Jantung
4. Masalah medis lain
Termasuk rheumatoid arthritis, gout, pseudogout, dan infeksi pada sendi.
5. Faktor risiko penunjang
Obesitas, gaya hidup tidak aktif, cedera sebelumnya, serta mengubah gaya berjalan akibat nyeri di bagian tubuh lain.
Gejala yang sering muncul
• Nyeri, kaku, dan bengkak pada sendi lutut.
• Sensasi “klik” atau derak, serta kesulitan menggerakkan lutut penuh.
• Rasa instabilitas, sulit berdiri atau menyangga beban.
Cara penanganan
1. Penanganan di rumah (konservatif)
• Istirahat & kompres es untuk meredakan pembengkakan pada cedera akut.
• Obat pereda nyeri seperti NSAID (ibuprofen, paracetamol) saat diperlukan.
• Fisioterapi & latihan otot, fokus pada penguatan quadriceps dan fleksibilitas sendi.
2. Terapi lanjutan
• Penyuntikan intra-sendi, seperti kortikosteroid atau asam hialuronat untuk OA.
• Alat bantu brace atau penyangga lutut terbukti secara ilmiah meredakan nyeri OA.
3. Penanganan medis dan operasi
• Prosedur arthroskopi, penggantian sendi, atau synovectomy untuk kasus lanjut atau artritis inflamasi.
• Konsultasi dokter wajib jika gejala menetap lebih dari beberapa minggu, nyeri parah, demam, atau nyeri saat malam hari.
Pencegahan dan gaya hidup sehat
• Turunkan berat badan bila perlu, karena setiap 1 kg berat tambahan memberi beban lebih besar pada sendi lutut.
• Aktivitas fisik rutin, terutama olahraga berdampak rendah seperti berjalan, bersepeda, atau hidroterapi.
• Gunakan alas kaki dan teknik olahraga yang benar, lengkapi dengan pemanasan dan peregangan baik sebelum maupun sesudah aktivitas.
Dengan demikian, nyeri sendi lutut bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari osteoartritis, cedera ligamen atau meniskus, tendinitis, hingga kondisi medis tertentu. Setiap penyebab memerlukan pendekatan penanganan yang berbeda, tergantung pada tingkat keparahan dan gejala yang dirasakan pasien.
Penanganan ideal mencakup pendekatan konservatif seperti terapi fisik, penggunaan obat antiinflamasi, serta intervensi bedah bila diperlukan. Selain itu, gaya hidup sehat, pengelolaan berat badan, serta latihan penguatan otot dan peningkatan fleksibilitas terbukti dapat mengurangi risiko kekambuhan serta meningkatkan kualitas hidup penderita.
Para ahli juga menekankan bahwa penggunaan penyangga lutut (brace) secara tepat dapat menjadi langkah awal yang efektif, terutama pada kasus osteoartritis. Meski begitu, olahraga teratur dan pola makan sehat tetap menjadi fondasi utama dalam strategi penanganan jangka panjang. Jika gejala tidak kunjung membaik, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut..
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Tunjangan guru non-ASN yang terlambat ditargetkan mulai ditransfer pekan depan. Pencairan menunggu SP2D dari KPPN.
DLH Gunungkidul menghentikan program pakan monyet ekor panjang pada 2027 karena dinilai tak efektif mencegah konflik dengan warga.
DJP mencatat 5.600 wajib pajak masuk cakupan pajak minimum global dengan tarif 15%. Pemerintah menghadapi tantangan penerimaan dan daya saing investasi.
BGN menginvestigasi dugaan penganiayaan di KPPG Bogor dan menyiapkan sidang etik kepegawaian terhadap terduga pelaku berinisial GD.
Generasi muda Gunungkidul diajak peduli kesehatan jiwa melalui Ruang Cerita Orang Muda. Pemkab juga menggandeng 11 mahasiswa UGM untuk layanan konseling.
Protes biaya hidup di Prancis pada 17 Oktober 2026 dilaporkan berujung kerusuhan. Sekitar 1.200 orang ditangkap menurut naskah sumber.