Mitchell Baker Cetak 12 Kontribusi Gol dari 10 Laga di AS
Mitchell Baker mengoleksi delapan gol dan empat assist dari 10 laga bersama Georgetown University. Ia juga mencatatkan sembilan gol untuk Timnas Indonesia.
Kopi susu - Foto ilustrasi dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA— Membeli kopi dalam ukuran jumbo mulai menjadi tren di Korea Selatan. Alih-alih menggunakan gelas biasa, sejumlah gerai menawarkan kopi dalam wadah menyerupai ember dengan kapasitas mencapai 1,5 liter. Selain mencuri perhatian di media sosial, minuman berukuran besar ini juga dipasarkan sebagai pilihan yang dinilai lebih ekonomis.
Tren yang dikenal sebagai bucket coffee tersebut semakin terlihat di kawasan Seongsu-dong, Seoul, yang populer di kalangan anak muda. Konsumen tampak membawa wadah berisi kopi dan es berukuran besar saat beraktivitas di kawasan tersebut.
Salah satu gerai yang ikut meramaikan tren ini adalah Latte King. Pada awal Oktober 2026, gerai tersebut meluncurkan menu Bucket Coffee dengan wadah plastik berkapasitas 1,5 liter. Tutupnya dilengkapi lubang untuk sedotan sehingga minuman dapat dikonsumsi langsung dari wadahnya.
Mengutip The Chosun, Sabtu (17/10/2026), menu tersebut berhasil menjadi produk terlaris kedua di kawasan Seongsu dalam waktu kurang dari satu bulan setelah diluncurkan.
CEO Blue Bean Company, Kim Tae-jun, menilai ukuran yang tidak biasa menjadi salah satu faktor yang menarik perhatian konsumen. Perusahaan pun berencana memperluas penjualan menu tersebut ke seluruh cabangnya.
“Ukuran yang besar menciptakan daya tarik visual, yang secara efektif menarik pelanggan. Karena efeknya telah terbukti, kami berencana untuk memperluas penjualan ke semua cabang,” ujarnya.
Dunkin' Ikut Hadirkan Kopi Jumbo
Tren kopi dalam wadah berukuran besar juga diikuti Dunkin'. Gerai donat tersebut baru-baru ini memperkenalkan menu Giant Bucket dengan kapasitas 1,4 liter, sekitar empat kali ukuran minuman yang biasa ditawarkan.
Fenomena ini disebut bermula di Amerika Serikat. Sejumlah gerai di Massachusetts awalnya menawarkan kopi berukuran besar sebagai produk percobaan untuk menarik perhatian pencinta kuliner. Setelah mendapatkan perhatian dan menjadi viral, produk tersebut kemudian berkembang menjadi menu resmi.
Tren kopi jumbo selanjutnya merambah Korea Selatan, termasuk dalam bentuk es Americano yang disajikan dalam wadah menyerupai ember.
Media sosial seperti TikTok turut membantu meningkatkan popularitasnya. Bentuk kemasan yang tidak lazim membuat kopi jumbo mudah menarik perhatian dalam foto maupun video. Cara konsumen membawa dan meminum kopi langsung dari wadah besar itu juga menjadi bagian dari daya tarik kontennya.
Kopi Jumbo Dianggap Lebih Hemat di Tengah Inflasi
Di balik tampilannya yang mencolok, tren kopi jumbo juga berkaitan dengan pertimbangan pengeluaran sehari-hari. Di tengah inflasi tinggi dan perlambatan ekonomi, konsumen mencari cara untuk mendapatkan minuman dalam jumlah lebih banyak tanpa harus membayar berkali-kali lipat.
Harga kopi jumbo umumnya disebut hanya dua hingga tiga kali harga kopi biasa, meskipun volumenya bisa mencapai empat hingga lima kali lebih besar. Perbandingan tersebut membuat sebagian konsumen menilai kopi jumbo menawarkan nilai lebih baik untuk uang yang dikeluarkan.
Bagi pekerja kantoran yang terbiasa membeli kopi setiap hari, pilihan berukuran besar dianggap praktis untuk menemani aktivitas selama bekerja. Seorang pekerja kantoran berusia 39 tahun mengaku membeli kopi jumbo terasa lebih hemat untuk dikonsumsi selama bekerja seharian.
Meski demikian, penghematan yang dirasakan konsumen bergantung pada harga setiap menu, jumlah kopi yang benar-benar dikonsumsi, serta apakah minuman tersebut dapat dihabiskan sebelum kualitasnya berubah. Ukuran besar tidak otomatis berarti pengeluaran lebih rendah jika konsumen justru membeli kopi melebihi kebutuhan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mitchell Baker mengoleksi delapan gol dan empat assist dari 10 laga bersama Georgetown University. Ia juga mencatatkan sembilan gol untuk Timnas Indonesia.
Jadwal KA Bandara YIA 19 Oktober 2026 mencakup layanan reguler dan Xpress. Simak waktu keberangkatan dari Jogja dan Bandara YIA.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 19 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap dan waktu tiba di Stasiun Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 19 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket sebesar Rp8.000.
Pemerintah mendorong pemberdayaan 22,5 juta penerima bansos agar kesejahteraan meningkat, kemiskinan berkurang, dan masyarakat mandiri.
Osteoporosis pada usia di atas 50 tahun meningkatkan risiko patah tulang panggul, tulang belakang, dan pergelangan tangan. Simak cara pencegahannya.