KPK Duga Bupati Klaten Terima Rp245 Juta dari Pengusaha Tambang
KPK menduga Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menerima Rp245 juta dari paguyuban tambang galian C. KPK juga menyoroti dugaan setoran ke LSM.
Daging Ayam. - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Ampela ayam bisa menjadi pilihan lauk sumber protein dan sejumlah mineral penting, tetapi konsumsinya perlu dibatasi karena kandungan kolesterolnya relatif tinggi. Ahli gizi IPB University, Muhammad Aries SP MSi, menyebut ampela tetap memiliki nilai gizi yang baik meskipun termasuk kelompok jeroan.
Dosen Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University itu menjelaskan ampela ayam relatif tinggi protein dan rendah lemak total dibandingkan banyak jenis jeroan lainnya.
"Dibandingkan banyak jeroan lain, ampela relatif tinggi protein dan rendah lemak total," kata Muhammad Aries dalam keterangannya di Bogor, Jawa Barat, Sabtu.
Ampela ayam mengandung protein, zat besi, vitamin B12, dan zink yang dibutuhkan tubuh. Namun, manfaat zat gizi tersebut perlu dipertimbangkan bersama kandungan kolesterolnya agar konsumsi tetap seimbang.
Kandungan Gizi Ampela Ayam
Aries memaparkan, ampela ayam matang termasuk pangan bergizi tinggi. Dalam setiap 100 gram ampela ayam matang, terkandung sekitar 30,4 gram protein, 3,2 miligram zat besi, 1 mikrogram vitamin B12, dan 4,4 miligram zink.
"Ampela ayam dapat dikategorikan sebagai pangan bergizi tinggi. Dalam 100 gram ampela ayam matang, terdapat sekitar 30,4 gram protein, 3,2 miligram zat besi, 1 mikrogram vitamin B12, dan 4,4 miligram zink," katanya pula.
Berbagai zat gizi tersebut berperan dalam mendukung sejumlah fungsi tubuh. Protein membantu pembentukan jaringan tubuh, sedangkan zat besi berperan dalam pembentukan sel darah merah. Vitamin B12 mendukung fungsi saraf, sementara zink turut menunjang sistem kekebalan tubuh.
Meski memiliki kandungan gizi yang bermanfaat, Aries mengingatkan bahwa nilai gizi tinggi tidak berarti ampela dapat dikonsumsi tanpa memperhatikan jumlahnya.
Kolesterol Ampela Ayam Perlu Diperhatikan
Salah satu hal yang perlu menjadi perhatian adalah kandungan kolesterol dalam ampela ayam. Aries menyebut setiap 100 gram ampela ayam matang mengandung sekitar 370 miligram kolesterol.
Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan rekomendasi asupan kolesterol kurang dari 300 miligram per hari yang pernah digunakan dalam panduan diet Amerika Serikat.
Meski batasan tersebut saat ini tidak lagi dicantumkan dalam panduan yang dimaksud, kandungan kolesterol dalam makanan tetap perlu diperhatikan sebagai bagian dari pola makan sehat.
Perhatian lebih diperlukan bagi orang yang memiliki kolesterol darah tinggi, penyakit jantung, atau gangguan asam urat. Karena itu, konsumsi ampela sebaiknya disesuaikan dengan porsi, frekuensi makan, dan keseimbangan asupan pangan sehari-hari.
"Ampela mengandung kolesterol cukup tinggi, sehingga konteks keseluruhan pola makan lebih penting daripada menilai satu bahan makanan secara terpisah,” ujarnya pula.
Aries menegaskan orang sehat tidak harus sepenuhnya menghindari ampela ayam. Namun, karena kandungan kolesterolnya tinggi dan ampela termasuk jeroan kaya purin, bahan makanan ini lebih tepat dikonsumsi sebagai variasi lauk, bukan makanan harian atau dalam porsi besar.
"Jadi, ampela tidak perlu dihindari sepenuhnya oleh orang sehat. Namun, karena kombinasi kolesterol tinggi dan statusnya sebagai jeroan kaya purin, ampela lebih tepat diposisikan sebagai lauk variasi, bukan makanan harian atau lauk dalam porsi besar,” kata Aries menambahkan.
Cara Mengolah Ampela agar Lebih Sehat
Selain memperhatikan porsi, cara memasak ampela juga perlu dipertimbangkan. Aries menyarankan pengolahan dengan cara direbus, dipanggang, atau ditumis menggunakan sedikit minyak.
Konsumsi ampela juga sebaiknya disertai sayuran dan sumber serat. Penggunaan santan kental, garam, serta minyak secara berlebihan perlu dibatasi untuk menjaga keseimbangan pola makan.
Dengan memperhatikan cara pengolahan dan jumlah konsumsi, ampela ayam tetap dapat menjadi bagian dari menu sehari-hari sebagai lauk variasi. Hal terpenting adalah tidak hanya berfokus pada kandungan gizi satu bahan makanan, tetapi juga mempertimbangkan keseluruhan pola makan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK menduga Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menerima Rp245 juta dari paguyuban tambang galian C. KPK juga menyoroti dugaan setoran ke LSM.
Kementerian Pariwisata menyiapkan Prambanan Shiva Festival pada Januari-Maret 2027 untuk mengembangkan wisata religi dan melestarikan budaya.
Tunjangan guru non-ASN yang terlambat ditargetkan mulai ditransfer pekan depan. Pencairan menunggu SP2D dari KPPN.
Musda VIII LDII Sleman membahas penguatan SDM profesional religius, kepedulian lingkungan, komitmen antikorupsi, dan pemberdayaan masyarakat.
Sultan HB X menekankan standarisasi produk dan keberanian pameran mandiri untuk mendorong UMKM DIY naik kelas bersama Kadin Indonesia.
Ampela ayam mengandung 30,4 gram protein per 100 gram, tetapi kolesterolnya mencapai 370 mg. Simak saran ahli gizi untuk konsumsinya.