El Nino dan Karhutla Tekan Pasokan Pangan, Inflasi Nabire Capai 2,82 Persen
El Nino dan karhutla menekan produksi pangan Nabire. Harga cabai naik dan inflasi September 2026 mencapai 2,82 persen.
Minuman Berpemanis dalam Kemasan di supermarket. - Ilustrasi/StockCake
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemanis buatan umum yang digunakan dalam soda diet dan makanan tanpa gula lainnya dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, yakni serangan jantung dan stroke.
Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Cell Metabolism mengevaluasi tikus yang diberi aspartam untuk pengganti gula umum, selama 12 minggu dan membandingkannya dengan tikus tanpa diet yang mengandung pemanis.
BACA JUGA: Tim Peneliti Korea Selatan Umumkan Penemuan Pembalikan Kanker ke Keadaan Mirip Sel Normal
Hasil penelitian terbaru tersebut disiarkan oleu Medical Daily, pada Kamis (20/2). Tercatat jumlah aspartam yang dikonsumsi tikus (dosis harian makanan yang mengandung 0,15 persen) setara dengan sekitar tiga kaleng soda diet per hari untuk manusia.
Hasilnya mengungkapkan bahwa tikus yang diberi aspartam mengalami peningkatan peradangan dan "plak lemak yang lebih besar dan lebih banyak" di arteri mereka, dua faktor utama yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Para peneliti juga mencatat bahwa darah tikus mengalami lonjakan insulin setelah aspartam memasuki sistem mereka. Mereka kemudian menentukan bahwa peningkatan kadar insulin mungkin menjadi hubungan utama antara aspartam dan kesehatan kardiovaskular.
"Aspartam memicu peningkatan kadar insulin pada hewan, yang pada gilirannya berkontribusi terhadap aterosklerosis—penumpukan plak lemak di arteri, yang dapat menyebabkan tingkat peradangan yang lebih tinggi dan peningkatan risiko serangan jantung dan stroke seiring berjalannya waktu," para peneliti mencatat dalam rilis berita.
Penelitian tersebut mengidentifikasi sinyal imun spesifik, CX3CL1 yang diaktifkan di bawah stimulasi insulin sebagai faktor kunci untuk peradangan dan penumpukan plak.
"Karena aliran darah melalui arteri kuat dan kokoh, sebagian besar bahan kimia akan cepat tersapu saat jantung memompa. Anehnya, tidak demikian dengan CX3CL1. Zat ini tetap menempel pada permukaan lapisan dalam pembuluh darah. Di sana, zat ini bertindak seperti umpan, menangkap sel-sel imun saat mereka lewat," kata penulis senior Yihai Cao.
Cao percaya bahwa sinyal imun yang sama, CX3CL1, dapat menjadi target potensial untuk mengobati kondisi kronis lain yang melibatkan peradangan pembuluh darah, seperti stroke, radang sendi, dan diabetes.
Mengembangkan agen yang menghalangi fungsi sinyal imun ini dapat memberikan cara baru untuk mengobati dan mencegah penyakit umum dan mematikan pada manusia.
"Pemanis buatan telah merambah hampir semua jenis makanan, jadi kita harus mengetahui dampak kesehatan jangka panjangnya," kata Cao.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
El Nino dan karhutla menekan produksi pangan Nabire. Harga cabai naik dan inflasi September 2026 mencapai 2,82 persen.
Malaysia menang 6-0 atas Singapura, tetapi gagal ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah Indonesia menang 9-2 atas Bangladesh.
Indonesia menang 9-2 atas Bangladesh dan lolos ke final FIFA ASEAN Cup. Mitchell Baker mencetak lima gol dalam pesta gol Garuda.
UU Terorisme masih didominasi pidana dan pemenjaraan 77 persen. Pakar UMY mendorong penguatan deradikalisasi dan reintegrasi sosial.
Dua korban kebakaran di Berbah berhasil dievakuasi dari lantai tiga. Proses evakuasi terkendala akses sempit dan material berbahaya.
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menegaskan proses hukum terhadap pelaku pencurian kabel prasarana Whoosh diperlukan untuk memberikan efek jera.