Persija Bangkit dari Tertinggal, Tahan Imbang Port FC 2-2
Port FC bermain imbang 2-2 melawan Persija Jakarta di Grup B Piala Presiden 2026 dan tetap bertahan di puncak klasemen sementara.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Minum kopi mungkin di sela rehat aktivitas mungkin dapat meningkatkan suasana hati tenang dan membuat pikiran terasa rileks. Namun apakah kopi baik untuk kesehatan.
Tentu, banyak penelitian telah menyatakan bahwa kopi memiliki segudang manfaat untuk manusia, seperti menambah energi, kesehatan jantung, mengurangi risiko demensia, hingga membantu kesehatan mental. Bahkan, bila dikonsumsi dengan benar kopi dapat membantu seseorang mengurangi berat badan.
Namun, meminum secangkir kopi di pagi hari, cangkir kedua di siang hari, kemudian cangkir tambahan di sore hari, dan seterusnya, tentu akan memiliki efek samping.
Minuman berkafein ini juga tidak cocok untuk semua orang, karena penderita gangguan panik atau hipertensi mungkin harus membatasi jumlah konsumsinya.
Laman Eatthis beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa mengkonsumsi kopi secara berlebihan dapat memperburuk gejala kecemasan.
Meskipun tidak semua orang mengalami hal ini, bagi mereka yang mengalaminya, hal ini mungkin disebabkan oleh kandungan kafein dalam kopi. Hubungan antara kopi dan kecemasan bergantung pada gangguan kecemasan yang dimiliki seseorang dan kepekaan terhadap kafein.
BACA JUGA: Awas, Duduk Lebih dari 10 Jam per Hari Meningkatkan Risiko Demensia
Biasanya, dibutuhkan lebih banyak kafein, sekitar lima cangkir kopi, untuk menimbulkan perasaan panik atau kecemasan pada seseorang, dan ini akan terjadi lebih parah pada orang yang telah memiliki gangguan panik.
Efek samping dari kopi adalah dapat meningkatkan tekanan darah. Para peneliti dari ulasan “Journal of Agricultural and Food Chemistry” mencatat bahwa hasil mereka memiliki arti yang berbeda bagi orang-orang dengan tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, atau dikenal sebagai hipertensi.
Faktanya, mereka mengatakan bahwa penderita hipertensi harus memantau kadar kafeinnya dan menghindari kopi dalam jumlah besar, karena kafein dalam minuman ini dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah yang tinggi.
Selain itu, melalui laman FK UI, Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI yang berpraktek di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Ari Fahrial Syam mengatakan kopi memiliki kandungan kafein yang dapat meningkatkan asam lambung.
Ia menambahkan, di dalam lambung ada keseimbangan antara faktor agresif yang menyebabkan kerusakan secara langsung dan ada pula faktor defensif yang melindungi. Salah satu faktor agresif yang utama adalah asam lambung.
“Meningkatnya asam lambung dapat disebabkan berbagai hal, bisa dari stres dan kafein kalau makanan asam dan pedas sifatnya merusak lambung," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Port FC bermain imbang 2-2 melawan Persija Jakarta di Grup B Piala Presiden 2026 dan tetap bertahan di puncak klasemen sementara.
Ilmuwan menemukan spesies dinosaurus baru berusia 210 juta tahun di Zimbabwe. Temuan ini membuka wawasan baru tentang evolusi dinosaurus awal di Afrika.
Myanmar mengesahkan UU Anti-Penipuan Daring yang mempercepat pembekuan rekening dan menjatuhkan hukuman hingga hukuman mati bagi pelaku.
Sebanyak 287 pelajar mengikuti KAP Kota Jogja 2026. PASI Kota Jogja menargetkan menjadi juara umum POPDA 2029 melalui pembinaan atlet berkelanjutan.
Persebaya Surabaya memastikan tiket semifinal Piala Presiden 2026 usai mengalahkan PSMS Medan 1-0 lewat gol Yuran Fernandes di Stadion Gelora Bung Tomo.
Bareskrim Polri memetakan sumur minyak rakyat di Blora untuk mendukung peningkatan produksi. Warga juga menyampaikan aspirasi terkait pengelolaan sumur.