Baru Diterima, Motor Koperasi Baru di Wonogiri Nyungsep ke Sawah
Motor roda tiga KDKMP Desa Sukoharjo Wonogiri masuk sawah usai distribusi. Diduga pengemudi belum mahir, kerusakan ringan.
Foto ilustrasi. /JIBI-M. Ferri Setiawan
Harianjogja.com, JOGJA—Banyak orang mengetahui asupan gula berlebih dalam tubuh berpotensi menyebabkan diabetes, obesitas, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan sejumlah penyakit serius lainnya.
Maka penting untuk mengetahui asupan gula tepat yang dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi. American Heart Association (AHA) menyatakan pria sebaiknya mengonsumsi tidak lebih dari 9 sendok teh gula (36 gram atau 150 kalori) per harinya. Sementara, wanita cukup 6 sendok teh gula (25 gram atau 100 kalori) per harinya.
Memerhatikan sumber asupan gula tambahan dari makanan dan minuman yang dikonsumsi termasuk gula alami seperti pada sayur, buah, dan susu dapat mengurangi risiko mengalami penyakit serius.
Lalu manfaat apa saja yang terjadi pada tubuh jika mengurangi asupan gula secara berkala? Simak rangkuman berikut ini:
Studi menunjukkan mengurangi asupan gula dapat meningkatkan kesehatan kulit. Studi tersebut menunjukkan sering mengonsumsi makanan tinggi gula termasuk kue maupun kue kering berkaitan dengan meningkatnya risiko jerawat dan penuaan dini.
Baca juga: Catat! Ini Tips Cegah Serangan Jantung saat Ibadah Haji
Gula dapat meningkatkan kadar insulin dalam tubuh yang menyebabkan peradangan sehingga kulit pun berjerawat, disebabkan pula produksi minyak kulit yang meningkat dan menyebabkan pori-pori tersumbat. Gula turut membuat kulit dehidrasi menyebabkan lingkaran hitam di mata dan kerutan halus di kulit.
2. Meningkatkan kesehatan mulut
Pecinta makanan manis, berpotensi memiliki permasalahan gigi lebih tinggi terutama jika tidak membersihkan gula yang menempel di gigi secara sempurna. Seiring waktu, bakteri di mulut akan memecah gula lalu memproduksi asam, yang dapat merusak permukaan gigi dan bakteri yang menumpuk dapat menyebabkan peradangan atau menginfeksi gusi.
WHO menyarankan untuk mengurangi jumlah gula tambahan dalam makanan hingga kurang dari 10% dari total kalori setiap hari guna mengurangi risiko gigi berlubang. Namun menjaga kebersihan gigi, yakni minimal sikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride, juga harus dilakukan.
3. Mencegah perubahan suasana hati
Melakukan diet gula tambahan terbukti dapat membantu menurunkan gejala kecemasan, depresi serta demensia. Studi pada 2017 menemukan bahwa gula dapat memblokir reseptor memori, menyebabkan seseorang lebih mudah melupakan sesuatu bahkan dapat memperburuk depresi dan demensia.
Studi tersebut juga menemukan kaitan antara diet tinggi gula selama 30 hari dengan perubahan suasana hati, dimana suasana hati jauh lebih baik saat seseorang mengurangi asupan gula tambahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Motor roda tiga KDKMP Desa Sukoharjo Wonogiri masuk sawah usai distribusi. Diduga pengemudi belum mahir, kerusakan ringan.
Chelsea resmi menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih baru. Simak profil, kontrak, dan target The Blues di musim mendatang.
Westlife bakal konser di GBK Jakarta 2027. Simak jadwal presale, harga tiket lengkap, dan cara beli tiketnya di sini.
PSM vs PERSIB jadi laga penentu juara. Simak prediksi skor, susunan pemain, dan kondisi terbaru kedua tim di sini.
Sidang Isbat 1 Zulhijah 1447 H digelar hari ini oleh Kemenag. Cek jadwal lengkap dan link live streaming penetapannya.
Bali United vs Bhayangkara FC sore ini. Simak prediksi skor, susunan pemain, dan peluang kemenangan di laga kandang terakhir musim ini.