Sungai Dunia Kehilangan Oksigen, Ekosistem Air Tawar Terancam

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Minggu, 17 Mei 2026 14:07 WIB
Sungai Dunia Kehilangan Oksigen, Ekosistem Air Tawar Terancam

Sungai Progo. - Wikipedia

Harianjogja.com, JAKARTA—Sebuah studi global terbaru mengungkap ancaman serius terhadap ekosistem air tawar. Pemanasan iklim ternyata memicu penurunan kadar oksigen secara luas di sungai-sungai di seluruh dunia, kondisi yang berpotensi mengganggu keseimbangan kehidupan akuatik.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Science Advances ini dilakukan oleh tim ilmuwan dari Nanjing Institute of Geography and Limnology. Studi tersebut menganalisis data selama hampir 40 tahun, mencakup lebih dari 21.000 ruas sungai di berbagai belahan dunia.

Hampir 80 Persen Sungai Alami Deoksigenasi

Hasil penelitian menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Rata-rata, kadar oksigen di sungai menurun sebesar 0,045 miligram per liter setiap dekade sejak 1985 hingga 2023. Bahkan, hampir 80 persen sungai yang diteliti mengalami deoksigenasi atau penurunan kadar oksigen.

Fenomena ini berdampak langsung pada kelangsungan hidup ikan dan organisme air lainnya yang sangat bergantung pada ketersediaan oksigen terlarut.

Sungai Tropis Paling Rentan

Temuan menarik lainnya menunjukkan bahwa sungai di wilayah tropis justru mengalami dampak paling parah. Wilayah ini mencakup daerah di sekitar garis khatulistiwa, termasuk sebagian besar kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Sungai tropis sejak awal memiliki kadar oksigen lebih rendah dibanding wilayah lain. Ketika suhu meningkat, kemampuan air untuk menyimpan oksigen semakin berkurang, sehingga risiko kekurangan oksigen ekstrem menjadi lebih tinggi.

Pemanasan Iklim Jadi Faktor Utama

Penelitian ini mengidentifikasi beberapa faktor utama penyebab penurunan oksigen:

Pemanasan suhu air (63% kontribusi): air hangat menyimpan lebih sedikit oksigen

Perubahan metabolisme ekosistem (12%): dipengaruhi suhu, cahaya, dan aliran air

Gelombang panas ekstrem (23%): mempercepat penurunan oksigen secara signifikan

Gelombang panas bahkan terbukti mempercepat laju deoksigenasi dibanding kondisi normal.

Dampak pada Keanekaragaman Hayati

Penurunan kadar oksigen menjadi ancaman serius bagi keanekaragaman hayati sungai. Ikan dan organisme air lainnya akan kesulitan bertahan hidup dalam kondisi oksigen rendah, yang berpotensi menyebabkan kematian massal dan terganggunya rantai makanan.

Para peneliti menegaskan bahwa kondisi ini dapat memperburuk krisis lingkungan global jika tidak segera ditangani.

Seruan untuk Aksi Nyata

Peneliti dari NIGLAS, Shi Kun, menekankan pentingnya langkah mitigasi segera, terutama di wilayah tropis yang paling terdampak.

Menurutnya, menjaga “napas” sungai menjadi tantangan besar di era perubahan iklim saat ini. Upaya perlindungan ekosistem air tawar perlu menjadi prioritas kebijakan lingkungan di berbagai negara.

Temuan ini menjadi pengingat bahwa dampak perubahan iklim tidak hanya dirasakan di daratan dan atmosfer, tetapi juga di ekosistem air tawar. Tanpa langkah nyata, penurunan oksigen di sungai dapat membawa konsekuensi besar bagi kehidupan manusia dan lingkungan secara global.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online