DPR Desak Guru PPPK Penuh Waktu, Gaji Minimal Diusulkan Rp7 Juta
DPR mendesak pemerintah mengangkat seluruh guru PPPK menjadi penuh waktu serta mengusulkan gaji minimal Rp7 juta per bulan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Wanita memiliki peluang 2 hingga 3 kali lebih tinggi mengalami nyeri migrain dibandingkan pria. Kondisi ini kerap menyerang wanita pada kisaran usia 18 hingga 44 tahun, terutama wanita hamil.
Melansir dari Medical Daily, peneliti dari Brigham and Women's Hospital di Boston mengatakan migrain dapat menyebabkan hasil kehamilan yang merugikan.
Berdasarkan studi skala besar yang dilakukan untuk memastikan kaitan antara migrain yang sudah ada sebelumnya serta kemungkinan mengalami diabetes gestasional, hipertensi gestasional, preeklampsia, persalinan prematur, dan berat badan lahir rendah sepanjang masa kehamilan.
Diterbitkan dalam jurnal Neurology, hasilnya ditemukan migrain tidak memiliki kaitan dengan diabetes gestasional atau berat badan lahir bayi rendah namun terdapat kaitan lebih tinggi terhadap risiko kelahiran prematur 17%, hipertensi gestasional 28%, dan risiko preeklampsia 40%.
Baca juga: 6 Cara Hilangkan Komedo di Wajah, Dijamin Tidak Kembali Lagi
Berdasarkan pengamatan para peneliti sakit kepala yang makin parah dapat meningkatkan kemungkinan komplikasi selama kehamilan. Berbeda dengan mereka yang mengonsumsi aspirin kemungkinan risiko mengalami kelahiran prematur dan komplikasi seperti preeklampsia, jauh lebih rendah.
Meski tidak terlibat dalam penelitian Sarah E. Vollbracht, profesor neurologi di Universitas Columbia di New York menyatakan skrining migrain harus dimasukkan dalam penilaian obstetrik awal menilai dari temuan tersebut.
"Mengingat tingginya prevalensi migrain pada wanita usia subur, temuan ini menunjukkan bahwa skrining migrain harus dimasukkan dalam penilaian obstetrik awal untuk menentukan apakah seorang wanita berisiko hasil kehamilan yang merugikan dan wanita dengan migrain harus diikuti selama kehamilan dan dipantau untuk perkembangan gangguan hipertensi pada kehamilan," jelasnya.
Sisi lain Dr. Matthew Robbins, profesor neurologi di Weill Cornell Medicine di New York berpendapat bahwa temuan ini disinyalir dapat membuka jalan baru akan penelitian terkait subjek tersebut di masa depan.
"Kini kita mengetahui bahwa risiko ini dapat meluas ke komplikasi kehamilan termasuk tingkat yang lebih tinggi dari kondisi kardiovaskular khusus kehamilan seperti hipertensi gestasional dan preeklampsia," katanya mengutip dari Medical News Today.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPR mendesak pemerintah mengangkat seluruh guru PPPK menjadi penuh waktu serta mengusulkan gaji minimal Rp7 juta per bulan.
Sidang dugaan suap Sudewa mengungkap kesaksian Ketua Kadin Kota Surakarta yang mengaku menyerahkan Rp125 juta melalui seorang perantara.
Penjualan seragam sekolah di Jogja melonjak menjelang tahun ajaran baru. Omzet toko mencapai Rp15 juta per hari seiring membludaknya pembeli.
Perempuan Bangsa DIY menggelar Muswil sebagai langkah awal konsolidasi organisasi dan penguatan kader untuk menghadapi Pemilu 2029.
Ketua Banggar DPR memastikan Transfer ke Daerah (TKD) 2027 tidak turun dan berpotensi melampaui alokasi Rp649 triliun pada 2026.
Erick Thohir menjelaskan alasan Oxford United absen di Piala Presiden 2026. Turnamen kini diikuti delapan tim, termasuk tiga klub luar negeri.