Gelombang Panas Inggris Pecahkan Rekor Suhu Juni 3 Hari Beruntun
Gelombang panas Inggris memecahkan rekor suhu Juni selama tiga hari berturut-turut. Met Office memperpanjang peringatan cuaca hingga Minggu.
Ibu Hamil, Wanita Hamil, Kehamilan - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Calon ibu yang vegetarian atau vegan perlu mengetahui apakah dietnya memiliki asupan nutrisi penting juga seimbang untuk kehamilan? Hal ini penting agar kondisi tetap sehat sehingga bayi tumbuh dan berkembang secara optimal.
Chong Yan Fong, ahli diet dari Departemen Nutrisi dan Diet di Rumah Sakit Wanita dan Anak KK (KKH), mengatakan bahwa wanita hamil yang memutuskan untuk menjalani diet terbatas apapun harus memastikan bahwa diet tersebut direncanakan dengan benar untuk mencegah kekurangan nutrisi dan mengenali kemungkinan kebutuhan akan makanan yang difortifikasi dan/atau suplemen. Demikian ditulis laman Channel News Asia, Kamis (5/12/2024).
BACA JUGA: Menjaga Kesehatan Selama Kehamilan Sangat Penting, Ini Tips dari IDI Barito Selatan
Jaclyn Reutens, ahli diet di Aptima Nutrition , menunjukkan bahwa sementara semua pola makan vegetarian menghindari daging hewan, pola makan lacto-vegetarian mencakup produk susu dan lacto-ovo-vegetarian mengonsumsi susu dan telur.
Jika seorang ibu merupakan lacto-vegetarian, suplemen asam lemak Omega-3 direkomendasikan selama kehamilan, katanya. Para vegetarian lacto-ovo mungkin mendapat manfaat dari suplemen zat besi dan Omega-3.
Pola makan vegan adalah yang paling ketat dan mengecualikan semua bentuk daging hewan dan produk sampingan hewan, yang menyebabkan banyak kekurangan nutrisi dan status kesehatan yang buruk, tambah Reutens.
Diet vegan secara alami rendah kalsium, zat besi, seng, Omega-3, vitamin B12, dan yodium, yang semuanya penting untuk kehamilan yang sehat. Dianjurkan untuk mengonsumsi multivitamin pra-natal, Omega-3 vegan, suplemen zat besi, suplemen kalsium, dan vitamin B12.
“Diet vegan yang seimbang bisa aman untuk kehamilan, tetapi diperlukan perencanaan dan suplementasi yang cermat,” ungkap Reutens.
Sementara Chong mengutip tinjauan Eropa yang menyimpulkan dari lebih dari 50 studi terpilih bahwa diet vegetarian seimbang dengan asupan mikronutrien yang memadai dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin, dan bersifat melindungi terhadap hasil kehamilan yang buruk seperti preeklamsia, diabetes gestasional, dan kelahiran prematur.
"Namun, efek perlindungan ini hilang begitu kekurangan nutrisi seperti protein, vitamin B12, vitamin D, kalsium, Omega-3, dan zat besi muncul ke permukaan, pada saat yang sama, risiko berat badan lahir rendah, cacat neurologis, dan malformasi janin juga meningkat terkait dengan kekurangan nutrisi ini," katanya.
Reutens menyarankan perencanaan makanan dengan ahli gizi, yang akan dapat merancang rencana nutrisi praktis yang berpusat pada preferensi makanan dan kebutuhan nutrisi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gelombang panas Inggris memecahkan rekor suhu Juni selama tiga hari berturut-turut. Met Office memperpanjang peringatan cuaca hingga Minggu.
Gempa besar di Venezuela diperkirakan berdampak pada 6,7 juta orang. Kerusakan meluas, jutaan warga berpotensi mengungsi.
AirAsia hentikan rute langsung Jakarta–Singapura mulai Juli 2026. Penumpang harus transit dan waktu tempuh bisa lebih dari 10 jam.
Pemkab Gunungkidul kaji listrik tenaga surya untuk antisipasi mati lampu, PLTS di Puskesmas Paliyan terbukti hemat hingga 50%.
Momen haru Soekarno Run 2026 Solo, Ahmad Luthfi dorong putranya di ajang lari, kirim pesan kuat tentang inklusivitas.
Prabowo targetkan BUMN tinggal 250 perusahaan tanpa PHK. Perampingan berpotensi hemat hingga Rp50 triliun per tahun.