Pupuk Bersubsidi Jaga Produksi Beras Indonesia di Tengah Krisis Global
Pupuk bersubsidi dinilai menjadi kunci peningkatan produksi beras Indonesia. Pemerintah optimistis target swasembada pangan terus tercapai pada 2026.
Ibu Hamil, Wanita Hamil, Kehamilan - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Anak-anak yang lahir dari perempuan yang mengalami tekanan psikologis selama kehamilan memiliki risiko lebih tinggi mengalami epilepsi pada masa kanak-kanak.
Hasil studi yang dipublikasikan dalam jurnal PLOS ONE menunjukkan bahwa risiko epilepsi meningkat hingga 70 persen di antara anak-anak berusia satu hingga tahun tahun ketika ibu mereka mengalami tekanan psikologis terus-menerus selama kehamilan.
Sebagaimana dikutip dalam siaran Medical Daily, Jumat (15/11/2024), studi itu didasarkan pada analisis hasil studi kohor kelahiran yang melibatkan hampir 100.000 peserta.
Dalam studi tersebut, para peneliti menganalisis hubungan antara skor stres pada ibu hamil dan risiko epilepsi pada anak-anak mereka.
Dengan menggunakan Skala Distres Psikologis Kessler (K6), para peneliti mengevaluasi stres peserta studi dua kali selama kehamilan, yakni sekali pada paruh pertama atau sekitar 15 minggu usia kehamilan dan sekali lagi pada paruh kedua atau sekitar 30 minggu usia kehamilan.
Berdasarkan skor K6 mereka, peserta dikategorikan dalam enam kelompok, yang mencerminkan distres rendah atau sedang pada setiap titik waktu.
Hasil analisis menunjukkan bahwa skor K6 ibu sebesar 5 atau lebih tinggi pada kedua titik waktu berkaitan dengan risiko diagnosis epilepsi 70 persen lebih tinggi di antara anak-anak berusia satu hingga tiga tahun.
"Oleh karena itu, penyesuaian lingkungan untuk meningkatkan relaksasi pada ibu hamil diperlukan untuk mencegah perkembangan epilepsi pada keturunan mereka," kata para peneliti dalam publikasi hasil studi.
BACA JUGA: Makanan-Makanan Ini Bisa Meningkatkan Risiko Diabetes
Para peneliti menyarankan terapi relaksasi seperti yoga, musik, terapi Benson, relaksasi otot progresif, relaksasi napas dalam, dan hipnosis untuk mengurangi risiko stres dan kecemasan pada ibu hamil.
Mereka berharap teknik-teknik untuk menurunkan stres ini juga dapat membantu mencegah timbulnya epilepsi pada keturunan.
Menurut informasi yang disiarkan di laman resmi Kementerian Kesehatan, epilepsi atau yang dikenal dengan sebutan ayan adalah penyakit kronis yang terjadi karena adanya gangguan sistem saraf pusat.
Epilepsi, yang utamanya ditandai dengan gejala kejang kambuhan, merupakan penyakit yang umum terjadi dan bisa menyerang orang dengan segala usia, dari bayi sampai orang dewasa.
Epilepsi ada yang disebabkan oleh faktor keturunan atau faktor lain seperti gangguan perkembangan, cedera otak, dan gangguan autoimun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pupuk bersubsidi dinilai menjadi kunci peningkatan produksi beras Indonesia. Pemerintah optimistis target swasembada pangan terus tercapai pada 2026.
vivo X Fold6 resmi meluncur dengan baterai 7.000 mAh, kamera ZEISS 200 MP, layar lipat 8,02 inci, serta fitur AI untuk produktivitas dan multitasking.
Steve Clarke resmi mundur dari Timnas Skotlandia usai gagal lolos dari fase grup Piala Dunia 2026, mengakhiri era tujuh tahun yang penuh pencapaian.
Portugal ditahan Kolombia 0-0 dan lolos sebagai runner-up Grup K. RD Kongo bangkit kalahkan Uzbekistan 3-1 sekaligus menyingkirkan Korea Selatan.
Google Finance resmi hadir kembali dengan aplikasi Android dan fitur AI canggih untuk analisis saham, pengelolaan portofolio, serta ringkasan pasar otomatis.
Korban gempa Venezuela mencapai 1.430 jiwa, 68.900 orang hilang di La Guaira. Warga kritik respons pemerintah saat operasi penyelamatan berpacu dengan waktu.