Kiandra Ramadhipa Start Kelima di Moto3 Junior Aragon
Kiandra Ramadhipa akan start dari posisi kelima pada dua balapan Moto3 Junior FIM 2026 di Aragon, Minggu (27/9).
Ibu Hamil, Wanita Hamil, Kehamilan - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Perubahan suasana hati dan hormon yang dapat memengaruhi kesehatan mental bagi ibu hamil. Misalnya, depresi antepartum.
Depresi antepartum merupakan sejenis gangguan suasana hati dan kecemasan perinatal (PMAD) yang berkembang selama kehamilan. Meskipun kebanyakan orang pernah mendengar tentang depresi pascapersalinan (yang terjadi setelah melahirkan), depresi antepartum juga perlu mendapat perhatian.
BACA JUGA: Perhatikan Tips Diet Bagi Ibu Hamil Vegetarian
Ditulis laman Well and Good, Kamis (6/2/2025), 50 persen kondisi ini mencakup kecemasan perinatal, gangguan obsesif-kompulsif (OCD), dan gangguan stres pascatrauma (PTSD) yang dimulai selama kehamilan, dengan separuh lainnya muncul pascapersalinan, kata Paige Bellenbaum, LCSW , seorang advokat kesehatan mental ibu dan terapis di New York.
Meskipun penyebab pastinya dapat bervariasi, menurut Bellenbaum faktor-faktor tersebut meliputi riwayat kesehatan mental pribadi atau keluarga, peristiwa kehidupan yang penuh tekanan seperti kesulitan keuangan, tantangan hubungan, kehilangan pekerjaan, kekerasan fisik atau seksual, penggunaan zat terlarang, atau kesedihan yang belum terselesaikan.
Ada juga faktor lingkungan tempat seseorang tinggal, bekerja, dan usia, yang dapat memengaruhi kesejahteraan secara keseluruhan, komplikasi pada kehamilan, persalinan, atau menyusui, pengalaman gangguan perinatal sebelumnya, kehamilan tidak direncanakan, hamil kembar atau perawatan infertilitas.
BACA JUGA: Stres pada Ibu Hamil Meningkatkan Risiko Epilepsi pada Anak
Studi menunjukkan bahwa meskipun prevalensinya tinggi, depresi selama kehamilan sering kali tidak terdiagnosis baik oleh penyedia layanan kesehatan maupun ibu hamil itu sendiri.
Mayo Clinic menyebutkan hal ini karena beberapa faktor seperti gejala depresi yang tumpang tindih dengan gejala kehamilan sehingga diabaikan, hanya fokus pada kesehatan fisik dan mengabaikan kesehatan mental dan stigma terhadap kesehatan mental saat kehamilan.
Konsultasi perlu dilakukan jika merasa sedih terus menerus selama dua minggu sepanjang hari, kehilangan minat beraktivitas, ada perasaan bersalah, perubahan nafsu makan yang menyebabkan penambahan atau penurunan berat badan serta kelelahan ekstrem.
Jika depresi selama kehamilan tidak diobati, hal itu dapat memengaruhi perawatan diri yang menyebabkan pemeriksaan prenatal yang terlewat, gizi buruk, dan kurang istirahat, menurut ACOG.
Depresi bukan sekadar "merasa sedih." Jika Anda mengalami gejala-gejala ini, jangan ragu untuk mencari bantuan—kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik Anda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kiandra Ramadhipa akan start dari posisi kelima pada dua balapan Moto3 Junior FIM 2026 di Aragon, Minggu (27/9).
Warga Sentolo, Kulonprogo, meninggal setelah masuk gorong-gorong untuk membersihkan sampah yang diduga menyumbat aliran air.
Kaspersky menemukan situs palsu yang menawarkan iPhone 18 dengan harga fiktif. Pengguna diminta waspada sebelum memasukkan data pribadi.
Ratusan peserta membersihkan Pantai Baru Bantul. Gerindra mendorong kebersihan menjadi budaya untuk mendukung pariwisata dan ekonomi hijau.
Asah Kreativitas Anak Sejak Dini, Alfamart dan Johnson’s Gelar Lomba Mewarnai di Graha Bung Karno Klaten
Polres Wonosobo menggelar patroli skala besar pada malam libur untuk mengantisipasi balap liar dan berbagai potensi gangguan kamtibmas.