IHSG Diprediksi Menguat, Menkeu Purbaya: Tinggal Tunggu Waktu
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG akan rebound pekan depan didukung fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kuat.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap konsumsi gula, garam dan lemak berlebih ketika menyantap menu Lebaran yang biasanya tinggi kalori dan kolesterol.
"Asupan gula, garam, dan lemak yang berlebihan atau sering dikenal GGL berlebih bisa menyebabkan sejumlah masalah kesehatan," kata Pakar Kesehatan dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Prof Dr dr Syamsul Arifin MPd dikutip dari Antara, Sabtu (22/4/2023).
Menurut Syamsul, hari Lebaran biasanya menyantap sajian makanan secara berlebih karena didorong perasaan “bebas” setelah sebulan berpuasa di bulan Ramadhan.
Apalagi hidangan yang disantap khas dari Hari Raya Idul Fitri kerap disuguhi menu-menu mengandung GGL berlebih seperti ketupat dan opor ayam hingga daging rendang.
Baca juga: Mengenal Flare dan Lupus yang Kini Diderita Isyana Sarasvati
Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran ULM ini menyebut konsumsi gula secara berlebihan maka tubuh akan mengubah kelebihan gula menjadi jaringan lemak.
Hal ini lambat laun dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan obesitas, dua faktor yang meningkatkan risiko penyakit diabetes tipe 2.
Kemudian efek asupan garam yang berlebihan pun tidak kalah besar dampaknya.
Pola makan tinggi garam membuat tubuh rentan mengalami tekanan darah tinggi.
Dengan adanya obesitas dan penumpukan plak dalam pembuluh darah pada akhirnya berisiko lebih tinggi untuk mengalami stroke dan gagal jantung.
Lemak yang tidak sehat bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat memicu pembentukan plak kolesterol pada pembuluh darah yang berujung menyebabkan penyakit jantung.
Oleh karenanya masyarakat perlu mewaspadai risiko kesehatan tersebut karena berdampak pada semua kelompok usia.
Diakui Syamsul, pola makan tidak sehat ini sering terabaikan, mengingat dampak yang ditimbulkan tidak segera diderita seketika namun terasa kemudian dan sebenarnya dampak buruk bagi kesehatan akan terus mengintai.
"Konsumsi ketiga zat ini ada aturannya, tak bisa sembarangan bila ingin hidup lebih sehat," kata Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya itu.
Syamsul merujuk Permenkes Nomor 30 Tahun 2013, anjuran konsumsi gula per orang per hari adalah 10 persen dari total energi (200 kkal).
Konsumsi tersebut setara dengan gula empat sendok makan per orang per hari atau 50 gram per orang per hari.
Sedangkan anjuran konsumsi garam adalah 2000 mg natrium per orang per hari atau sama dengan satu sendok teh garam per orang per hari atau 5 gram per orang per hari.
Adapun anjuran konsumsi lemak per orang per hari 20 hingga 25 persen dari total energi (702 kkal) per orang per hari.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG akan rebound pekan depan didukung fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kuat.
Normalisasi sungai di Jogja terhambat pemangkasan anggaran. BBWSO dan Pemkot andalkan kolaborasi untuk tangani Kali Code.
Skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026 resmi dirilis. Phil Foden dan Cole Palmer tak masuk, ini daftar lengkap 26 pemain pilihan Tuchel.
Pemadaman listrik massal di Sumatera picu keluhan warga. PLN akui gangguan sistem, namun pelanggan soroti minimnya respons.
DPRD DIY ungkap persoalan serius perfilman Jogja, dari perizinan hingga perlindungan pekerja. Raperda disiapkan untuk menata industri.
Kemenko PMK dan TWC perkuat 10 sekolah di Sesar Opak lewat program SPAB. Momentum 20 tahun Gempa Jogja dorong budaya sadar bencana.