WhatsApp Uji Restricted Chat, 4 Fitur Ini Kini Dibatasi
WhatsApp mulai menguji Restricted Chat di Android dan iOS. Fitur ini membatasi ekspor chat, Meta AI, media, dan linked devices.
Ciri-ciri Obat Palsu dan keterangannya (BPOM)
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan 22 merek obat bahan alam (OBA) yang terbukti mengandung bahan kimia obat (BKO) dalam hasil pengawasan periode Maret 2026. Temuan ini menunjukkan masih adanya praktik pencampuran zat kimia berbahaya dalam produk yang seharusnya berbasis bahan alami.
Dari total temuan tersebut, 13 produk merupakan kategori obat stamina pria, sementara 6 produk lainnya adalah obat pegal linu, 1 produk penggemuk badan, dan 2 produk pereda gatal. BPOM menegaskan seluruh produk tersebut kini sedang ditindaklanjuti melalui penelusuran lebih lanjut.
Dilansir dari Antara, Kepala BPOM Taruna Ikrar menyebutkan bahwa zat kimia yang ditemukan meliputi sildenafil, tadalafil, nortadalafil, parasetamol, metil testosteron, deksametason, hingga mikonazol. Menurutnya, sebagian zat tersebut merupakan obat keras yang penggunaannya harus berada di bawah pengawasan tenaga kesehatan.
Dari hasil pengawasan, 10 produk diketahui memiliki Nomor Izin Edar (NIE), sementara 12 lainnya tidak memiliki izin atau mencantumkan NIE fiktif pada kemasan. Kondisi ini memperkuat dugaan adanya praktik produksi ilegal yang sengaja mengelabui konsumen.
BPOM menegaskan bahwa penambahan BKO dalam OBA sangat berbahaya karena dosisnya tidak terukur dan tidak sesuai standar pengobatan. Produk tanpa uji keamanan tersebut tidak pernah melewati evaluasi mutu, khasiat, maupun keamanan sebelum beredar di pasaran.
Dalam penjelasannya, BPOM juga mengingatkan risiko kesehatan serius dari kandungan sildenafil, tadalafil, dan nortadalafil pada produk stamina pria yang dapat memicu gangguan jantung, stroke, hingga kematian mendadak bila dikonsumsi tanpa pengawasan medis.
Sementara itu, penggunaan deksametason, prednisolon, natrium diklofenak, dan asam mefenamat pada produk pegal linu berisiko menyebabkan kerusakan ginjal, perdarahan lambung, hingga gangguan hormon seperti moon face. Adapun zat seperti siproheptadin dan klorfeniramin maleat dapat menimbulkan efek kantuk berat, gangguan metabolisme, dan kerusakan fungsi hati jika digunakan jangka panjang tanpa dosis tepat.
Selain temuan di dalam negeri, BPOM juga menerima laporan melalui Post-Marketing Alert System (PMAS) terkait produk luar negeri yang mengandung BKO. Dua produk yang terdeteksi, yakni CHU-U dan Imthip, dilaporkan mengandung sildenafil, tadalafil, serta furosemid dan ditemukan beredar di Thailand.
BPOM menyebut kedua produk tersebut tidak beredar di Indonesia, namun tetap mengingatkan adanya potensi peredaran lintas negara secara ilegal. Masyarakat diminta waspada terhadap produk dengan klaim instan, terutama yang menjanjikan efek cepat tanpa dasar medis yang jelas.
BPOM juga menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pelaku usaha yang menambahkan BKO ke dalam OBA serta memberikan sanksi sesuai ketentuan hukum. Masyarakat diimbau hanya membeli produk melalui fasilitas resmi kefarmasian dan melaporkan dugaan pelanggaran melalui HALOBPOM 1500533 atau kanal pengaduan resmi lainnya.
Merek obat bahan alam (OBA) yang terbukti mengandung bahan kimia obat (BKO) dalam hasil pengawasan periode Maret 2026:
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WhatsApp mulai menguji Restricted Chat di Android dan iOS. Fitur ini membatasi ekspor chat, Meta AI, media, dan linked devices.
Arab Saudi mengecam serangan Houthi terhadap fasilitas sipil dan situs suci serta menegaskan hak membela wilayah dan kedaulatan.
PIHPS mencatat harga cabai rawit merah Rp114.000 per kg dan telur ayam ras Rp31.550 per kg pada 6 Oktober 2026.
Pembangunan RTH eks Parkir Abu Bakar Ali dimulai dan ditargetkan rampung Desember 2026 dengan konsep perpaduan hutan dan taman kota.
Ledakan di Ruko San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, menyebabkan lima orang terluka dan sedikitnya 20 bangunan mengalami kerusakan.
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Selasa (6/10/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis.