Siapa Vilmei? Kreator yang Viral Usai Kasus Dana Rp3 Miliar
Vilmei kembali menjadi sorotan setelah kasus dugaan penggelapan dana. Simak profil Meicy Villia Kalangi dan perjalanan kariernya dari TikTok hingga bisnis.
Ilustrasi AC - StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Tagihan listrik rumah tangga yang terus meningkat sering kali tidak disadari penyebab utamanya berasal dari penggunaan perangkat elektronik sehari-hari. Beberapa peralatan seperti AC, kulkas, hingga mesin cuci ternyata menjadi penyumbang terbesar konsumsi energi di rumah.
Perangkat pendingin ruangan atau AC menjadi salah satu yang paling dominan dalam penggunaan listrik rumah tangga, dengan kontribusi yang dapat mencapai sekitar 40 persen dari total konsumsi. Pengaturan suhu yang tidak tepat juga dapat memperbesar biaya bulanan secara signifikan.
Dilansir dari ABC News, sejumlah pakar efisiensi energi dari Energy Efficiency Council merekomendasikan pengaturan suhu AC pada kisaran 23–26 derajat Celsius. Setiap penurunan satu derajat diketahui dapat meningkatkan konsumsi listrik hingga sekitar 15 persen, sehingga pengaturan suhu menjadi faktor penting dalam penghematan energi.
Selain itu, penelitian dari Ollie Jay dari University of Sydney menunjukkan bahwa penggunaan kipas angin bersamaan dengan AC dapat membantu menurunkan konsumsi energi secara signifikan, bahkan hingga 70 persen dalam kondisi tertentu.
Di luar AC, perangkat hiburan seperti televisi, konsol game, dan speaker juga turut menyumbang konsumsi listrik, terutama karena fenomena “vampir energi” saat perangkat tetap menyedot daya dalam mode siaga. Kondisi ini membuat listrik tetap terpakai meskipun perangkat tidak digunakan secara aktif.
Kulkas dan freezer juga menjadi penyumbang penting karena bekerja tanpa henti selama 24 jam. Perangkat ini diperkirakan menyumbang sekitar 8 persen dari total tagihan listrik rumah tangga, tergantung pola penggunaan dan kondisi perangkat.
Untuk efisiensi, suhu kulkas disarankan berada di sekitar 3 derajat Celsius dan freezer pada -18 derajat Celsius. Selain itu, sirkulasi udara di sekitar perangkat juga perlu diperhatikan agar tidak menghambat pembuangan panas.
Sementara itu, mesin cuci dan pengering pakaian termasuk perangkat dengan konsumsi energi tinggi. Penggunaan mode hemat energi, mencuci dengan kapasitas penuh, serta mengurangi penggunaan pengering dapat membantu menekan biaya listrik bulanan secara signifikan.
Di sektor pencahayaan, penggunaan lampu LED menjadi salah satu solusi paling efektif karena mampu menghemat energi hingga sekitar 85 persen dibanding lampu pijar. Mengingat pencahayaan dapat menyumbang hingga 15 persen dari total konsumsi listrik, perubahan kecil ini memberikan dampak besar.
Selain penggunaan perangkat yang bijak, kebiasaan sehari-hari seperti mencabut colokan listrik saat tidak digunakan dan memaksimalkan cahaya alami juga menjadi langkah sederhana yang dapat membantu menurunkan tagihan listrik secara konsisten dari waktu ke waktu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vilmei kembali menjadi sorotan setelah kasus dugaan penggelapan dana. Simak profil Meicy Villia Kalangi dan perjalanan kariernya dari TikTok hingga bisnis.
Keamanan rekening berawal dari HP. Simak 9 kebiasaan yang perlu dihindari serta tips aman menggunakan mobile banking agar data dan uang tetap terlindungi.
BIGBANG akan konser di JIS pada 16 Januari 2027. Simak daftar harga tiket mulai Rp1,55 juta, kategori, serta jadwal penjualan lengkapnya.
Logo Superman bukan sekadar huruf "S". Berawal dari lencana polisi 1938, berevolusi menjadi simbol harapan universal. Simak 85 tahun perjalanan ikon budaya pop
Thailand memperingatkan wisatawan asing agar mematuhi hukum dan budaya setempat. Pelanggar dapat menghadapi pencabutan visa hingga deportasi.
Ruben Onsu meminta publik tak kaitkan persoalan hidupnya dengan perubahan keyakinan. Ia tegaskan urusan keyakinan adalah pribadi. Simak pernyataan lengkapnya.