SD Muhammadiyah Sapen Pertahankan Gelar, Tarakanita Bumijo Cetak Sejarah di MLSC Jogja
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Foto Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Masalah ruam popok masih menjadi keluhan umum pada bayi di Indonesia. Kondisi ini kerap dianggap sepele, padahal dapat memengaruhi kenyamanan hingga kualitas tidur anak jika tidak ditangani dengan tepat. Dokter spesialis kulit lulusan Universitas Padjadjaran, July Iriani Rahardja, mengingatkan bahwa kunci utama pencegahan iritasi kulit bayi terletak pada pengelolaan kelembapan, terutama di area popok.
Menurutnya, kulit bayi memiliki lapisan pelindung (skin barrier) yang belum berkembang sempurna. Kondisi ini membuat kulit lebih sensitif terhadap gesekan, paparan cairan, serta lingkungan lembap yang tertutup dalam waktu lama.
“Area popok menjadi bagian paling rentan karena tertutup dan sering terpapar kelembapan. Jika tidak dijaga, risiko iritasi hingga ruam meningkat,” ujarnya dalam keterangan, Jumat (24/4/2026).
Ruam Popok Masih Tinggi pada Bayi
Sejumlah studi pediatri menunjukkan bahwa sekitar 25–35 persen bayi pernah mengalami ruam popok, terutama pada usia 6–12 bulan. Faktor pemicu utamanya meliputi penggunaan popok terlalu lama, jarang diganti, serta bahan popok yang kurang ramah kulit.
Selain itu, peningkatan aktivitas bayi yang mulai banyak bergerak juga memicu gesekan lebih intens di area lipatan kulit. Kombinasi antara gesekan dan kelembapan inilah yang kerap memperparah kondisi kulit.
Peran Material Popok Jadi Sorotan
July menekankan pentingnya memilih popok dengan material yang lembut dan memiliki sirkulasi udara baik. Bahan yang kasar atau tidak menyerap cairan dengan optimal dapat mempercepat timbulnya iritasi.
Ia menyebut material alami seperti sutra memiliki karakteristik ringan, halus, dan mampu menyerap kelembapan dengan baik. Selain itu, bahan dengan daya sirkulasi udara tinggi dinilai mampu menjaga area kulit tetap kering lebih lama.
“Pemilihan bahan yang tepat dapat membantu meminimalkan gesekan sekaligus menjaga keseimbangan alami kulit bayi,” jelasnya.
Langkah Sederhana Cegah Iritasi
Untuk mencegah ruam popok, orang tua disarankan melakukan beberapa langkah sederhana namun konsisten, seperti:
Selain itu, penggunaan sabun bayi yang lembut tanpa bahan iritatif juga penting untuk menjaga kesehatan kulit secara keseluruhan, tidak hanya di area popok.
Dampak pada Tumbuh Kembang Anak
Iritasi kulit yang dibiarkan dapat menyebabkan bayi rewel, sulit tidur, bahkan menurunkan nafsu makan. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak.
Karena itu, menjaga kebersihan dan kelembapan kulit bayi bukan hanya soal perawatan, tetapi juga bagian dari upaya mendukung kesehatan anak secara menyeluruh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Data center BDx Jatiluhur disetop sementara. Ekonom menyoroti kepastian regulasi, kebutuhan air, listrik, dan keberlanjutan investasi.
DPR akan mempertemukan pengelola SPPG dengan Kepala BGN Sudaryono pada Senin (5/10) membahas moratorium dapur MBG.
El Nino dan karhutla menekan produksi pangan Nabire. Harga cabai naik dan inflasi September 2026 mencapai 2,82 persen.
Ajang lari lintas alam Biosferun 2026 kembali digelar pada 18 Oktober 2026. Memasuki penyelenggaraan kelima, event trail run ini menawarkan pengalaman berbeda.
Sugiono resmi dilantik menjadi Menko PMK dalam reshuffle Kabinet Merah Putih. Simak sejumlah capaian Sugiono selama menjabat Menlu.