Pemain Jerman Patungan Bantu Suporter ke Stadion Piala Dunia 2026
Pemain Timnas Jerman membantu biaya transportasi suporter menuju Stadion MetLife saat laga Jerman vs Ekuador di Piala Dunia 2026.
Obesitas/clevelandclinic.org
Harianjogja.com, JAKARTA - Menurut data Kemenkes, di Indonesia, 13,5 persen orang dewasa berusia di atas 18 tahun mengalami kelebihan berat badan, sedangkan 28,7 persen mengalami obesitas.
Sementara pada anak-anak, sebesar 18,8 persen kelebihan berat badan, dan 10,8 mengalami obesitas.
Penyebab obesitas itu sendiri sangat kompleks alias multi-faktorial. Obesitas tidak bisa disebabkan dari satu faktor saja.
Dokter Spesialis Gizi Klinik, Arti Indira mengatakan, penyebab obesitas berhubungan erat dengan asupan makan, aktifitas fisik, genetik dan lingkungan. Menurutnya, belum ada penelitian yang menitikberatkan bahwa obesitas disebabkan oleh monosodium glutamat (MSG) atau vetsin.
“Seperti gula, lemak dan garam, konsumsi MSG mungkin menjadi salah satu faktor dalam multi-faktorial, namun sampai saat ini belum ada penelitian ilmiahnya,” kata Arti.
Salah satu penyebab terbesar obesitas adalah pola makan berlebihan. Oleh sebab itu, pola makan harus diperbaiki yakni dengan pengaturan makanan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah sesuai dengan kebutuhan tubuh dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman.
Selain mengonsumsi makanan yang bergizi, Arti menyarankan agar masyarakat mengurangi konsumsi garam pada makanannya guna mencegah obesitas. Standar penggunaan garam yang ideal adalah kurang dari 5 gram.
Namun, kerap kali mengurangi konsumsi garam membuat rasa pada makanan menjadi kurang nikmat.
“Bagaimana sih biar makanan enak dan aman untuk dikonsumsi jangka panjang? Kita bisa menambahkan MSG atau penyedap rasa ke secukupnya ke makanan kita, sehingga konsumsi garam menjadi berkurang,” ujarnya.
Pelatih kebugaran, Cantika Felder mengatakan, selain menerapkan pola makan yang sehat, melakukan olahraga yang rutin juga tak kalah penting dan ampuh mencegah obesitas. Menurut dia, olahraga yang ideal adalah 3-5 kali dalam sepekan.
Bagi masyarakat yang menginginkan bentuk badan ideal, tentunya harus melakukan olahraga secara rutin. Olahraga rutin bagi pemula harus dilakukan secara bertahap. Olahraga harus dilakukan secara perlahan misalnya 15 menit sehari, lalu 30 menit, 45 menit dan maksimal hingga 60 menit sehari.
“Supaya kita tambah semangat, pilih olahraga yang sesuai dengan minat kita. Misalnya olahraga sambil mendengarkan musik dan sebagainya,” kata Cantika.
Sementara itu, Public Relations Manager PT AJINOMOTO INDONESIA, menyampaikan bahwa saat ini Ajinomoto sedang menggiatkan kampanye Bijak Garam yang memang sejalan dengan anjuran Kementerian Kesehatan RI terkait pengurangan asupan Gula, Garam, Lemak (GGL) dalam konsumsi sehari-hari.
“Melalui kampanye Bijak Garam yang sedang digiatkan ini, Ajinomoto ingin mengedukasi masyarakat tentang pentingnya diet rendah garam dan mengajak keluarga Indonesia untuk hidup lebih sehat dengan mengurangi asupan atau penggunaan garam dalam mengolah makanan, namun tetap bisa memperoleh cita rasa yang tinggi,” ujar Katarina.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Pemain Timnas Jerman membantu biaya transportasi suporter menuju Stadion MetLife saat laga Jerman vs Ekuador di Piala Dunia 2026.
Harga emas Antam turun menjadi Rp2.655.000 per gram, buyback Rp2.414.000. Simak rincian harga terbaru.
Kapolri anugerahkan kenaikan pangkat anumerta kepada tiga polisi gugur saat operasi narkoba di Katingan.
Dishub Sleman rampungkan 2 ZoSS dengan anggaran hingga Rp60 juta untuk meningkatkan keselamatan pelajar di jalan.
Kecelakaan di jalur Magelang–Purworejo melibatkan dua mobil, empat orang terluka, satu korban dalam kondisi kritis.
Belgia kalahkan Amerika Serikat 4-1 di 16 besar Piala Dunia 2026 lewat dua gol De Ketelaere dan satu gol Lukaku.