Kehidupan Seni Malioboro Digairahkan Lagi lewat Nol Koma #1

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Selasa, 07 Juli 2026 00:07 WIB
Kehidupan Seni Malioboro Digairahkan Lagi lewat Nol Koma #1

Malioboro Classical.

Harianjogja.com, JOGJA—Komunitas Malioboro Classical menghadirkan acara bertajuk 0, Nol Koma #1 untuk menggairahkan lagi kehidupan seni di Malioboro.

Ketua Malioboro Classica Seno Prawoto menuturkan 0, Nol Koma #1 akan diadakan pada Jumat (10/7/2026) dari Malioboro di ujung utara sampai kawasan Titik Nol Jogja start pukul 14.00 WIB sampai selesai.

“Edisi pertama ini mengangkat tema Ruang Awal, Ruang Bersama. Ini gerakan merawat ingatan kolektif sekaligus menghidupkan kembali semangat Malioboro sebagai ruang publik yang terbuka bagi siapa saja,” tuturnya di kawasan Sayidan, Jogja, Senin (6/7/2026).

Acara ini menghadirkan pertunjukan musik dari Sirkus Barock, Akrosh, Alceena Inside, Beauty Disaster, Diar Sahudi & Friends, Jagger, Frida, Lia Yures, Aan Stones, Partikelir, Tjongpick sampai Kelompok Penyanyi Jalanan Malioboro (KPJM).

Selain itu, akan ada pembacaan puisi dan sastra yang dilakukan Doni Haryo, Sekartaji Ayuwangi, Luwi Darto, Dinar Roos & Pak Yan, Ahmad Jalidu, Piwulang Sastra, Silvia Anggreni Purba, Dewi Wapah, Menik Sithik, dan Daniel Godan. Aktivitas seni rupa juga akan melibatkan berbagai komunitas dan seniman kolaborator.

SC 0, Nol Koma, Agus Dayak, memaparkan gelaran Nol Koma #1 dirancang untuk mempertemukan energi generasi muda dengan pengalaman para seniman senior mengingat Malioboro lebih dari sekadar kawasan wisata.

Malioboro menjadi ruang tumbuh gagasan, karya dan jejaring yang membentuk perjalanan banyak pelaku seni. Posisi Malioboro sebagai bagian dari Sumbu Filosofi semakin menegaskan pentingnya kawasan ini bukan hanya dari sisi fisik dan sejarah melainkan sebagai ruang perjumpaan dan proses kreatif.

“Selama puluhan tahun, Malioboro dikenal sebagai “kampus jalanan” yang melahirkan penyair, musisi, pelukis, budayawan sampai pemikir yang memberi warna bagi perjalanan kebudayaan Indonesia,” ucapnya.

Di acara ini pula, Dayak mengatakan akan ada peresmian Monumen Umbu Landu Paranggi oleh Wali Kota Jogja. Sosok yang dikenal sebagai Presiden Malioboro itu dipilih sebagai tokoh pertama dalam program memorial budaya yang digagas penyelenggara. Monumen aslinya dijadwalkan didirikan pada penyelenggaraan Nol Koma #2 yang akan mengusung tema Merawat Jejak, Merajut Waktu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online