Peru Bangun Patung Paus Leo XIV Setinggi 14 Meter di Callao
Kota Callao di Peru membangun patung Paus Leo XIV setinggi 14 meter menjelang kunjungan sang paus pada 11–17 November 2026.
Teh hijau. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA — Minum teh hijau setelah makan malam ternyata bisa menjadi kebiasaan sederhana yang mendukung kesehatan jantung, terutama bagi penderita kolesterol tinggi. Namun, para ahli menegaskan bahwa manfaatnya tidak bersifat instan dan tetap harus dibarengi gaya hidup sehat.
Ahli gizi Serena Pratt, M.S., RDN, menjelaskan bahwa teh hijau mengandung senyawa aktif seperti katekin dan polifenol yang berperan sebagai antioksidan sekaligus antiinflamasi. Kandungan ini membantu melindungi jantung dan pembuluh darah dari kerusakan.
Salah satu senyawa utama dalam teh hijau adalah epigallocatechin gallate (EGCG). Zat ini diketahui dapat membantu metabolisme kolesterol dengan mengurangi penyerapan kolesterol dalam tubuh serta melindungi kolesterol jahat (LDL) dari proses oksidasi yang memicu penumpukan plak di arteri.
“Teh hijau tidak secara langsung mendetoksifikasi kolesterol, tetapi katekinnya dapat membantu mendukung metabolisme kolesterol dalam jangka panjang,” ujar Pratt dikutip Jumat (3/7/2026)
Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi teh hijau dapat membantu menurunkan kadar kolesterol total dan LDL, meskipun efeknya tergolong moderat. Banyak studi menggunakan ekstrak teh hijau dengan kadar katekin lebih tinggi dibandingkan seduhan biasa.
Artinya, minum satu cangkir teh hijau setelah makan malam tidak akan langsung menurunkan kolesterol secara signifikan. Namun jika dijadikan kebiasaan harian, minuman ini bisa menjadi bagian dari pola hidup sehat yang mendukung kesehatan jantung.
Selain itu, teh hijau juga dapat menjadi alternatif lebih sehat dibanding minuman manis atau berlemak yang sering dikonsumsi setelah makan malam, seperti kopi dengan gula tinggi, minuman berbasis krim, atau dessert.
Ahli gizi Amy Davis, RD, LDN, menambahkan bahwa teh hijau membantu mengurangi asupan gula, lemak jenuh, dan kalori berlebih jika digunakan sebagai pengganti minuman lain. Namun ia mengingatkan agar memilih teh hijau tanpa pemanis tambahan.
“Teh kemasan, matcha latte manis, atau minuman ala kafe bisa justru menambah asupan gula,” jelasnya.
Mengacu pada rekomendasi American Heart Association, konsumsi gula tambahan sebaiknya dibatasi maksimal 6 sendok teh per hari untuk wanita dan 9 sendok teh untuk pria.
Meski bermanfaat, Davis menegaskan bahwa menjaga kolesterol tetap sehat membutuhkan pendekatan menyeluruh. Pola makan seimbang, olahraga rutin, tidur cukup, hingga pengobatan medis jika diperlukan tetap menjadi faktor utama.
Kebiasaan lain yang dianjurkan antara lain mengganti makanan tinggi lemak jenuh dengan lemak tak jenuh, serta meningkatkan konsumsi serat larut dari makanan seperti oat, barley, buah, dan sayuran.
Dengan kata lain, teh hijau bisa menjadi pelengkap gaya hidup sehat, bukan solusi tunggal. Konsistensi dalam menjaga pola hidup tetap menjadi kunci utama dalam mengendalikan kolesterol dan menjaga kesehatan jantung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kota Callao di Peru membangun patung Paus Leo XIV setinggi 14 meter menjelang kunjungan sang paus pada 11–17 November 2026.
Sebanyak 194 tumpeng dikirab menuju puncak Gunung Tidar dalam Merti 2026 yang mengangkat pesan spiritual, budaya, dan pelestarian lingkungan.
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp1,28 triliun untuk membuka rekening gratis bagi 25,16 juta warga desil 1 hingga 4.
PMI asal Cililin, Bandung Barat, Sri Nurhaida Pratiwi, ditemukan selamat di UEA. Pemulangan menunggu proses pemeriksaan kepolisian.
Korlantas Polri menegaskan kabar SIM seumur hidup adalah hoaks. Masa berlaku SIM tetap lima tahun sesuai UU Lalu Lintas.
KRL INKA rangkaian kedelapan ditargetkan beroperasi 1 Desember 2026 setelah menjalani pengujian akhir pada 11 November.