Persija vs Persijap di GBK, Macan Kemayoran Bidik Kemenangan
Persija Jakarta menjamu Persijap Jepara di GBK pada Sabtu (3/1/2026). Macan Kemayoran bidik kemenangan di awal tahun.
Ilustrasi Ebola/Ist-express.co.uk
Harianjogja.com, JAKARTA—Kasus Ebola di Republik Demokratik Kongo kembali meningkat dan memicu kewaspadaan otoritas kesehatan setempat. Dalam laporan terbaru, jumlah kasus terkonfirmasi kini mencapai 515 kasus dengan 91 kematian, setelah ditemukan 27 infeksi baru hanya dalam kurun waktu 24 jam terakhir.
Lonjakan kasus Ebola di Kongo tersebut mendorong pemerintah dan lembaga kesehatan untuk memperkuat langkah penanganan, termasuk meningkatkan kapasitas diagnosis serta mempercepat respons di wilayah yang menjadi pusat penyebaran wabah.
Institut Kesehatan Masyarakat Nasional Kongo (INSP) melaporkan penambahan 27 kasus baru yang dikonfirmasi pada Minggu malam. Dengan tambahan tersebut, total kasus Ebola yang tercatat di negara Afrika Tengah itu mencapai 515 kasus, sedangkan jumlah korban meninggal dunia yang telah terkonfirmasi menjadi 91 orang.
Sebagian besar penyebaran penyakit terjadi di Provinsi Ituri, kawasan di timur Kongo yang selama ini dikenal rawan konflik bersenjata. Lebih dari 94 persen kasus Ebola yang tercatat berasal dari wilayah tersebut.
Konflik Bersenjata Hambat Penanganan Ebola
Upaya pengendalian wabah Ebola di Ituri menghadapi tantangan besar karena wilayah tersebut menjadi basis aktivitas sejumlah kelompok bersenjata, termasuk Pasukan Demokratik Sekutu (ADF) yang disebut memiliki afiliasi dengan kelompok Negara Islam.
Kondisi keamanan yang tidak stabil membuat distribusi bantuan kesehatan dan pelacakan kasus menjadi lebih sulit. Selain faktor keamanan, keterbatasan infrastruktur juga menjadi kendala serius karena sebagian besar wilayah Ituri masih minim akses jalan beraspal.
Di tengah upaya penanganan yang berlangsung, Komisioner Eropa Hadja Lahbib melakukan kunjungan singkat ke Ituri pada Minggu untuk menunjukkan dukungan kepada petugas kesehatan dan masyarakat yang terdampak wabah.
"Kita perlu dapat memberikan diagnosis lebih cepat," kata Lahbib kepada wartawan.
Ia menegaskan pasien yang mendapatkan penanganan medis sejak dini memiliki peluang kesembuhan yang lebih baik dibandingkan mereka yang datang dalam kondisi sudah kritis.
"Banyak pasien tiba dengan kondisi yang sudah sangat buruk, sehingga jauh lebih sulit untuk menyelamatkan mereka," ujarnya.
Penyebaran Ebola Meluas ke Sejumlah Wilayah
Sebelumnya, otoritas kesehatan Kongo telah memperingatkan adanya penyebaran komunitas yang berlangsung cepat setelah menemukan 71 kasus baru pada Jumat lalu.
Sejak pemerintah secara resmi menetapkan status wabah pada 15 Mei 2026, Ebola telah menyebar ke 17 dari 36 zona kesehatan yang berada di Provinsi Ituri. Selain itu, kasus juga ditemukan di Provinsi Kivu Utara dan Kivu Selatan yang sama-sama berada di kawasan timur Kongo.
Penyebaran lintas wilayah tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi perluasan wabah, terutama karena mobilitas penduduk antardaerah masih cukup tinggi.
Uganda Juga Catat Kasus Ebola
Wabah Ebola tidak hanya ditemukan di Kongo. Uganda yang berbatasan langsung dengan Ituri juga melaporkan sejumlah kasus meskipun skalanya masih jauh lebih kecil.
Otoritas kesehatan Uganda hingga kini mencatat 19 kasus Ebola yang telah terkonfirmasi. Panjangnya perbatasan darat antara Uganda dan Kongo membuat pengawasan lintas negara menjadi salah satu fokus utama dalam upaya menekan penyebaran penyakit tersebut.
Peningkatan jumlah kasus di Kongo dan munculnya infeksi di negara tetangga membuat lembaga kesehatan terus memperkuat pemantauan epidemiologi, pelacakan kontak erat, serta layanan diagnosis dini di wilayah-wilayah yang berisiko tinggi terpapar wabah Ebola.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BGN mengkaji pemanfaatan kantin sekolah dan dapur umum untuk Program Makan Bergizi Gratis di daerah 3T tanpa membangun dapur baru.
Mendagri Tito Karnavian menyoroti banyak tim sukses masuk tenaga honorer hingga membebani APBD dan meningkatkan belanja pegawai daerah.
Delapan dapur MBG di Solo ditutup sementara oleh BGN karena belum memenuhi syarat IPAL dan standar higienitas operasional.
RUU Polri yang disepakati DPR dan pemerintah memberi kewenangan kepada presiden untuk memperpanjang usia pensiun jenderal bintang empat.
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mengungkap kas daerah tak cukup membayar gaji PPPK hingga akhir 2026 dan mengusulkan peningkatan DBH.