Laba Taspen Turun 16,1 Persen Jadi Rp1,04 Triliun, Ini Penyebabnya
Laba Taspen 2025 turun menjadi Rp1,04 triliun. Hasil investasi Rp9,87 triliun menjadi penopang di tengah penurunan pendapatan iuran.
Ilustrasi sakit perut Blogdoctoroz.com/
Harianjogja.com, JAKARTA – Lambung merupakan salah satu organ penceraan yang memiliki peran untuk memecah makanan yang kita makan sebelum dikirimkan ke organ lainnya.
Ketika Lambung terkena penyakit, tentunya akan berdampak bagi sistem pencernaan kita dan perlu segera untuk diobati.
Berbagai penyebab penyakit lambung sendiri terjadi dikarenakan berbagai faktor dan penyebab. Dikarenakan lambung juga menjadi organ pencernaan yang memberikan peran yang penting, maka Anda harus mewaspadai penyakit pada lambung.
Untuk lebih jelasnya, berikut jenis-jenis penyakit lambung yang dilansir dari beberapa sumber dan dirangkum oleh Bisnis, yakni sebagai berikut.
Gejala ini dirasakan pada perut di bagian atas. Anda cenderung merasa mudah kenyang, ada rasa tidak nyaman di perut dan nyeri di ulu hati setelah makan. Terdapat banyak penyebab dari dispepsia seperti yang dipicu oleh makanan, minuman dan juga obat. Namun Anda bisa juga terkena dispepsia ketika terlalu banyak mengonsumsi kafein, merokok dan makan yang terlalu banyak atau terlalu cepat.
Gastroparesis adalah kondisi gerakan spontan otot pada lambung tidak berfungsi normal, sehingga dapat membuat makanan menjadi lama untuk dicerna. Biasanya hal ini terjadi dikarenakan adanya gangguan pada saraf lambung. Faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan ini adalah diabetes, gangguan tiroid, operasi pada saluran pencernaan, terapi radiasi di bagian perut yakni pada kasus kanker dan adanya efek samping dari obat-obatan.
GERD atau refluks asam lambung adalah ketika asam lambung naik ke atas kerongkongan, hingga menyebabkan iritasi pada dinding esofagus dan nyeri ke ulu hati. Akibat dari asam lambung adalah merasa kembung, cegukan, bersendawa, batuk kering, bagian dada dan tenggorokan terasa nyeri dan tersumbat, hingga sulit untuk menelan makanan. Hal yang menyebabkan GERD sendiri adalah kelebihan berat badan, merokok, tidur setelah makan, suka minuman berakohol, teh dan kopi.
Tukak lambung adalah kondisi luka pada dinding lambung dikarenakan lapisan pada lambung terkikis. Penyebab dari tukak lambung sendiri adalah infeksi bakteri dan penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid seperti aspirin dalam jangka panjang.
Kanker lambung sulit untuk didiagnosis karena biasanya sulit untuk melihat gejala pada tahap awal. Kanker ini terjadi ketika terbentuk di lapisan lambung Anda dan dapat tumbuh menjadi tumor dan biasanya tumbuh secara perlahan selama bertahun-tahun.
Gastritis terjadi ketika peradangan pada lambung yakni akibat asam lambung yang dapat merusak pelindung dinding lambung, sehingga menimbulkan pendarahan, nyeri lambung, dan tukak lambung. Gejala yang dirasakan jika terkena gastritis adalah mual, gangguan pencernaan, muntah, dan merasa penuh di perut bagian atas terutama setelah makan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Laba Taspen 2025 turun menjadi Rp1,04 triliun. Hasil investasi Rp9,87 triliun menjadi penopang di tengah penurunan pendapatan iuran.
KTM akui masalah mesin MotoGP dari komponen pemasok. Kecelakaan Catalunya jadi pemicu. KTM butuh izin Ducati, Honda, Yamaha untuk perbaikan.
Hujan meteor Perseid 2026 mulai aktif sejak 17 Juli hingga 24 Agustus. Masyarakat Indonesia berpeluang menyaksikan bintang jatuh dan fenomena fireball.
NORAD dan FAA memberlakukan pembatasan ruang udara di New York dan New Jersey menjelang final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol di MetLife Stadium.
Jadwal lengkap MotoGP Silverstone 2026, 7-9 Agustus. Rekor 11 pemenang berbeda dan perjuangan Veda Ega Pratama di Moto3.
Google ganti nama NotebookLM menjadi Gemini Notebook dengan fitur eksekusi kode untuk analisis data interaktif. Tersedia untuk pengguna AI Ultra dan Pro.