7 Siswa SMK Ngawi Sakit Usai Santap MBG, Ini Penjelasan Polisi
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Sandyakala Ratu Malang/Harian Jogja-Hengki Irawan
063
Pemuda tampan itu menundukkan muka semakin dalam.
“Hamba tahu, kanjeng gusti sinuhun.”
“Siapa yang memberitahu kamu?”
“Sebelum kakek menutup mata, beliau menuturkan kepada hamba riwayat ibu.”
“Dan engkau, bocah nakal, mengapa tidak memperkenalkan diri kepadaku, kepada ayah kandungmu ini?” Panembahan Senopati tidak dapat menahan keharuan hatinya. Anak muda yang gagah perkasa ini, yang tampan dan jantan, yang sempat dihukum cambuk, adalah anaknya dari Rara Laksmiwati.
“Hamba, hmm, hamba tidak berani.”
“Engkau yang ambek sura ambek pati ini tidak berani, kenapa?”
“Hamba tidak ingin cumanthaka. Hamba menyadari hanya anak dusun yang bodoh.”
“Rangga! Kau tiru watak watek kangmasmu ini,” Panembahan Senopati sekilas menoleh kepada Raden Rangga yang berdiri termangu-mangu. Damar ternyata saudaranya satu ayah.
Dengan penuh arubiru, Panembahan Senopati memeluk Damar.
“Damar, putraku, cah ganteng, sifat tawaduk ini tentu engkau warisi dari Laksmiwati, ibu yang mulia dan pantas memiliki anak sepertimu,” bisiknya.
Damar melorot, kemudian mencium kaki ayahnya.
“Ramanda Prabu.”
Pertemuan mengharukan antara ayah dan anak ini membuat semua yang hadir tersentuh. Kecuali Suradipa, Nimas Lembah, dan Latri Dewani. Demang Tembayat dan Nimas sama-sama memandang. Mereka bermimpi tanah yang diinjak terbelah agar mereka berdua dapat melompat. Suradipa menoleh ke kanan kiri ingin melarikan diri. Terdengar deham persis di belakangnya: Raden Rangga memandangnya dengan sinar mata mengancam.
“Kangmas Damar …” terdengar jeritan lirih disusul jatuhnya Latri Dewani. Pingsan.
“Kenapa Latri?” Pertanyaan Panembahan Senopati hanya Damar, Mila Banowati, Dinar dan tentu juga pembaca yang bisa menjawabnya.
“Anakku. Engkau tidak mengecewakan menjadi putraku, bahkan sangat membanggakan. Sekarang engkau harus ikut ramamu ke Mataram sesudah aku menjatuhkan hukuman yang tepat untuk jahanam ini,” sabda Panembahan Senopati.
“Suradipa! Dosa-dosamu menumpuk. Engkau hendak berkata apa, sekarang?”
Dengan gemetaran Suradipa merangkak-rangkak sambil menyembah. Ia tidak kuasa lagi mengucapkan sesuatu. Bibirnya berkemak-kemik tanpa suara.
“Ramanda prabu, ampunkan hamba mengajukan sebuah permintaan. Semoga dikabulkan karena ini cita-cita hamba sejak lama,” ujar Damar memecah keheningan.
“Katakan apa kehendakmu.”
“Hamba bersumpah di depan pusara eyang begawan, bahwa dendam ini harus ditunaikan Maka izinkan hamba menjatuhkan hukuman itu kepada Suradipa, dengan tangan hamba sendiri, juga tanggung jawab hamba sepenuhnya jika sampai terbunuh olehnya,” ujar Damar.
“Engkau hendak mengotori tanganmu menjadi algojo untuk membinasakan keparat nista ini?” Panembahan Senopati memandang Damar dengan paras kurang puas.
“Benar ramanda prabu. Namun hamba sama sekali tidak berniat dakwenang. Biarlah dia dibebaskan untuk secara adil melawan hamba. Bagaimana pertanggungjawaban hamba di depan eyang begawan kelak, jika hamba secara pengecut membunuh orang tidak berdaya? Hanya restu serta doa ramanda prabu semoga hamba mampu membalas kesumat,” ucapan Damar membuat wajah Panembahan Senopati kembali terang. Ternyata putranya benar-benar berjiwa perwira.
BERSAMBUNG: SANDYAKALA RATU MALANG 064
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Saham Roblox anjlok 70% setahun, nilai pasar lenyap Rp1,2 triliun. CFO sebut kurang game viral dan perubahan algoritma jadi biang kerok. Simak selengkapnya.
Striker anyar PSIM Jogja Adrian Dalmau mengungkap perbedaan sepak bola Indonesia dan Spanyol. Jebolan akademi Real Madrid itu juga berbicara soal adaptasi cuaca
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum