6 Penyelam Basarnas Cari Korban di Dalam KM Virgo Transport 8
Basarnas mengerahkan enam penyelam untuk mencari korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.
Sandyakala Ratu Malang/Harian Jogja-Hengki Irawan
160
“Terimalah.” Mbah Semi menyodorkan beberapa keping uang.
Warsi menerima, dan ia tahu, ini saatnya ia harus pergi. Tidak ada gunanya menunda.
“Semakin cepat sesuatu memburuk, semakin segera hal itu membaik.” Warsi bingkas.
“Aduh!”
Dada kirinya nyeri seperti diiris sembilu. Sudah setahun ia bolak-balik ke tabib dusun. Tiap hari harus minum ramuan pelbagai dedaunan serta akar yang ia tidak tahu jenisnya. Praktis Warsi berhenti merokok. Jika membandel, tidak menuruti anjuran tabib, rokok akan membuat ia bangkis dan batuk ngikil, mungkin saja pada batuk yang ke lima nyawanya ikut terbang.
Dan sekarang, saat sinar Matahari di atas ubun-ubun, Warsi tersaruk meninggalkan rumah Mbah Semi. Berbekal pesangon dari induk semangnya, Warsi berjalan di jalan makadam di bawah tatapan bengis malaikat penjaga nirwana. Badannya demam lebih 38. Barangkali penyakit sifilis menggerogoti tubuh rapuhnya, mungkin tudingan pedang sang malaikat dengan wajahnya yang garang.
“Mohon kekuatan, Gusti.” Mata Warsi sembab. Bibirnya pecah-pecah. Gusinya berdarah. Lidahnya sariawan. Jantungnya kambuh. Dua bulan ia absen ke tabib, karena bahkan makan pun utang ke warung Bik Turah yang memang jiwa sosialnya turah di dalam kekurangan ekonomi.
Dan kekuatan itulah yang menuntun Warsi secara ajaib sampai rumah tabib, yang sesiang itu dipenuhi orang berobat sebagaimana biasa. Yang tidak biasa, para pasien menyibak memberi jalan. Mereka menepi sambil menutup hidung. Dengan sigap tabib menarik Warsi ke ruangnya. Kali ini tidak seorang pun protes.
“Nyai, utangmu banyak.”
Warsi mengangguk.
“Engkau membawa uang?”
Warsi mengeluarkan uang pesangon dari Mbah Semi.
“Cuma ini?” Tabib itu mengerinyitkan dahi.
Warsi mengangguk.
“Buka bajumu.”
Warsi merintih ketika melucuti pakaiannya dari tenun gringsing yang kusam. Bajunya lengket dengan borok yang bertebaran di ketiak dan payudaranya yang kendor.
Tabib memberinya beberapa bungkus jamu, dan menyerahkan ke Warsi bertepatan sang malaikat penjaga nirwana dengan pedang menyala-nyala menuding wajahnya yang gemetaran.
(puisi Rendra-pen)
“Gusti, aku mengundang-Mu masuk ke dalam hatiku.”
Warsi menyusuri jalan kemarau. Matahari sedang terik-teriknya seakan tidak peduli dengan Warsi yang tidak beralas kaki.
“Mohon kekuatan-Mu. Hamba tidak kuat berjalan,” bisiknya.
Dan kekuatan itu pula membawa Warsi ke padepokan luhur kamulyan yang diampu oleh Wiku Sungging Raga. Regol padepokan diselarak dari dalam. Sesuai paugeran di situ, siapa pun harus mengisi buku tamu untuk bertemu pimpinan.
“Engkau dari mana, Nyi, apa keperluanmu?” Seorang cantrik bermuka tirus muncul.
“Aku ingin bertemu Wiku Sungging..”
“Beliau sedang istirahat.” Tukas cantrik.
“Sebentar saja..”
“Ini bukan jam pelayanan.”
“Aku demam. Sakitku kumat.”
Cantrik itu meneliti tubuh Warsi yang degil. Cuping hidungnya bergerak-gerak.
“Tunggu!” Regol diselarak.
Di bawah kerindangan pohon acacia mangium dan eyupnya angsana, Warsi menanti. Ia harus sabar. Matanya menatap regol dengan penuh harap seolah itulah gerbang surga. Beberapa kali ia menyeka keringatnya yang wengur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Basarnas mengerahkan enam penyelam untuk mencari korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.
Pegadaian meraih empat KESGI Award 2026 atas kinerja ESG di sektor inklusi keuangan, meliputi pilar lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Maarten Paes disorot media Vietnam setelah Indonesia menahan Malaysia 0-0. Paes dinilai berperan penting saat Garuda bermain 10 pemain.
Cara cek BPJS Kesehatan nunggak atau tidak bisa dilakukan lewat Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165. Simak langkah lengkapnya.
SUV boxy makin populer di pasar global. Desainer Chery menilai desain mengotak bukan sekadar tren dan punya alasan fungsional.
Amri/Nita meraih medali perak Asian Games 2026 setelah kalah 19-21, 8-21 dari Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin di final.