7 Siswa SMK Ngawi Sakit Usai Santap MBG, Ini Penjelasan Polisi
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Sandyakala Ratu Malang/Harian Jogja-Hengki Irawan
162
Wiku Sungging Raga menutup regol sedikit keras.
“Yang engkau butuhkan tabib.” sambungnya di balik gapura.
“Tunggu. Aku belum selesai. Andika mau ke mana?”
“Tugasku banyak. Ini waktuku bersemadi. Silakan pergi.”
“Wiku...tunggu!”
Warsi kecewa dan murka. Ia tahu sang wiku berdusta. Wiku itu cidra.
(Perbedaan kucing dengan dusta, kata Mark Twain, kucing hanya memiliki sembilan ruh. Dusta hanya bisa dihentikan oleh lawannya, yaitu kebenaran. Tapi kebenaran tampak kelelahan sebelum berhasil menghajar kebohongan)
Warsi ingat kisah tentang Umar saat mengangkat para gubernur di istana.
“Kalian tidak boleh makan roti dari gandum yang baik. Dan jangan kalian menutup pintu bagi rakyatmu.”
Wiku Sungging Raga menyelarak gerbang dari dalam.
Warsi menggetuni datang ke padepokan luhur kamulyan. Seseorang telah gagal menjaga sukmanya. Padepokan itu hanya mentereng dari luar.
“Manusia tidak mau mengenaliku. Bahkan sang wiku menjaga jarak denganku. Rasanya tak mampu lagi aku menapaki jalan-Mu.” Warsi melongok dari sela regol. Seekor kucing motif kembang telon, melintas acuh di depannya. Di tengah pelataran ada meja dengan lilin di atasnya, seolah berkata:
“Selama aku menyala hidupmu akan terang.”
Itulah harapan. Namun bolehkah Warsi memiliki harap ketika malaikat penjaga nirwana, dengan paras angkuhnya, dan penuh rasa jijik menusukkan pedang menyala di selangkangannya? Bukankah harapan itu monopoli kaum suci. Sedangkan ia, ya, ia adalah pelacur pecundang, dan orang buangan penyintas raja singa pengidap sakit jantung. Kenistaan yang paripurna.
Matahari bisa begitu terang, tapi begitu jauh dan tak peduli kesengsaraan manusia.
SENJA di widara payung. Warsi berselonjor di birai pantai. Ia melenggut di atas pasir. Tungkai kakinya lemas dan badannya pliket. Dibasuhlah kaki, tangan, telinga dan wajahnya. Pelan-pelan ia makan nasi bungkus. Mulutnya terasa pahit. Selera makannya padam. Nasi wadang yang dibungkus daun waru itu ditutup kembali. Ia terbiasa berhibernasi.
Ditengadahkan wajahnya. Malaikat penjaga nirwana, engkau tahu senja kini benar-benar runtuh di cakrawala, angin turun dari gunung, mengapa pedangmu terus menyala? Ada serangga bersuiran. Pohon bakau tampak tenang. Warsi tidak takut mati, meski ia pelacur hina dan celaka.
“Bersedih tidak bagus untuk jantungku. Gusti, engkau tidak lagi menyapaku?”
Malaikat penjaga nirwana memandang murka dengan pedang menyala.
Warsi menunduk. Lama. Lalu tersenyum ingat cerita yang disampaikan Ki Pardiman. Ini tentang percakapan seorang resi dan cantriknya. Dialog mengenai keberadaan gusti kang wisesa.
“Kamu percaya Gusti?”
“Tentu.”
“Apakah hyang widi baik?”
“Mahabaik.”
“Apakah hyang widi mahakuasa?”
“Tidak ada yang melebihi kuasa-Nya.”
“Banyak orang mati kena pandemi, padahal tiap hari semadi. Di mana baiknya?”
Cantrik diam. Berpikir keras. Sang resi melanjutkan pertanyaan.
“Apakah setan baik?”
“Jahat!”
“Siapa yang menciptakan setan?”
“Sang akarya jagat.”
“Bagus. Adakah kejahatan di muka Bumi?”
“Banyak.”
“Bagus. Kejahatan di mana-mana. Sang hyang wisesa pencipta segalanya. Benar?”
“Pasti.”
“Jadi, siapa pencipta kejahatan?”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.