IHSG Melemah 0,12 Persen, Sektor Energi Jadi Penopang Penguatan Bursa
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
Sandyakala Ratu Malang/Harian Jogja-Hengki Irawan
163
Cantrik diam. Sepi mengalir sangat lamban. Mungkin ikut mendengarkan percakapan.
“Sakit; benci; fana; iri hati; kejahatan; Semua ada di Bumi. Benar?”
“Ya.”
“Siapa pencipta semua itu?”
Cantrik diam.
“Engkau pernah melihat hyang widi dalam semadi?”
“Belum.”
“Engkau mendengar ucapan hyang widi, ketika lingsir wengi misalnya?”
“Tidak.”
“Gunakan panggrahitamu. Hyang Widi seperti apa?”
“Tidak tahu.”
“Engkau masih percaya dzat bernama Sang Akarya Semesta?”
“Percaya dan yakin sang hyang wisesa benar ada.”
“Kenapa?”
“Karena saya memiliki iman.”
Kini giliran sang resi terdiam. Kesempatan ini digunakan oleh cantriknya.
“Maaf, guru. Apakah panas itu ada?”
“Ada.”
“Bagaimana dengan dingin?”
“Juga ada.”
“Maaf guru. Panas bisa dinyatakan dalam jumlah. Panas luar biasa, sedang, dan biasa.”
“Lalu?”
“Dingin sekadar pemahaman bahwa tidak ada panas. Panas itu kekuatan. Dingin bukan lawan dari panas.”
“Engkau benar, muridku.”
“Menurut guru, bagaimana dengan gelap?”
“Tidak ada malam jika tanpa kegelapan.”
“Maaf guru. Gelap itu tidak ada cahaya. Kita bisa mengatakan cahaya benderang, cahaya remang, suram, berkilat. Tapi gelap sama sekali tidak ada cahaya. Gelap itu nir bentuk.”
“Kesimpulanmu?”
“Guru memandang segala sesuatu hitam putih. Ada hidup, ada mati, ini hitam putih. Sang hyang wisesa baik atau buruk, ini juga hitam putih. Padahal Hyang Widi itu bukan sesuatu yang bisa diukur, apalagi dipercakapkan seperti sekarang.”
Sang resi sungguh membisu. Mulutnya bergerak-gerak tanpa mengeluarkan kata.
“Menganggap kematian merupakan lawan kehidupan adalah mengingkari kenyataan jika kematian tidak dapat berdiri sendiri. Kematian bukan lawan kehidupan, melainkan tidak adanya kehidupan.”
“Engkau benar.” Resi berkata jujur. Matanya berseri. Jakunnya naik turun.
“Maaf, guru.”
Resi memeluk cantriknya. Ia tak berbicara apa-apa karena lidahnya terasa kesat.
“Manusia dengan sang hyang wisesa dihubungkan lewat iman, dengan keyakinan, bukan dengan percakapan.”
(Senja. Rembulan. Cemara. Belukar. Keringat. Borok. Sifilis. Payudara. Rumput)
Perut Warsi berkeruyuk. Nasi bungkus membusuk. Malaikat penjaga nirwana dengan pedang menyala menuding wajahnya. Barangkali malaikat lupa, Warsi memiliki sedulur papat lima pancer. Ia mampu memainkan sekian peran dalam teater kehidupan. Warsi terbiasa survival di segala cuaca. Ia ingat saat bocah diajak Ki Pardiman memancing sonte (sejenis artona) dengan cara mengoleskan cabe merah di pohon. Kebetulan di sawah tak jauh dari widara payung banyak ditemukan tutut dan keong mas. Di arus sungai Warsi juga menemukan alen, rakit kecil tempat menaruh sesaji yang dihanyutkan di kali. Ia ingat kata-kata Ki Pardiman, apapun (dalam keadaan darurat) bisa dimakan: lundi, belalang, jangkrik, ampal (lepidiota), laron bahkan katak dan ular.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026
Media Jepang menyoroti fenomena ratusan WNI yang menggunakan nama karakter anime seperti Naruto, Uzumaki, Nobita, hingga Sasuke berdasarkan data Dukcapil Semest
Korban tewas gempa magnitudo 7,4 di Kolombia bertambah menjadi 265 orang. Sebanyak 3.494 warga terluka dan 496 lainnya masih dinyatakan hilang.
EcoTank Epson tembus penjualan 100 juta unit secara global. Indonesia menjadi negara pertama yang memperkenalkan teknologi printer tangki tinta Epson.