Diduga 500 Rohingya Tewas, Dua Kapal Tenggelam di Myanmar
PBB dan IOM menyebut lebih dari 500 orang, mayoritas Rohingya, diduga tewas setelah dua kapal dilaporkan tenggelam di Myanmar.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Manusia di seluruh dunia sedang berperang melawan Virus corona atau Covid-19. Infeksi virus ini utamanya menyerang saluran pernapasan. Bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit pernapasan sebelumnya, tentu memiliki risiko yang lebih tinggi terkena virus ini. Termasuk juga para pengidap asma. Lalu bagaimana jika pengidapnya adalah anak-anak?
Dipaparkan oleh dr. Arifianto, SpA dari RSUD Pasar Rebo dalam Talkshow Online Covid-19 pada Anak, Minggu (19/4/2020), anak-anak pengidap asma adalah pasien yang sudah terdiagnosis sebelumnya dan sudah diberikan pengobatan.
Untuk menjaga mereka yang sudah terdiagnosis asma sebelumnya agar tidak mudah terpapar Covid-19 adalah memastikan memiliki persediaan obat dan pengobatan yang sesuai dengan kriterianya.
Menurut dr. Apin, sapaannya, pengobatan asma memiliki dua kategori. Yakni kategori intermiten atau pemberian obat hanya pada saat serangan terjadi, atau persisten, pemberian obat yang diberikan terus-menerus walau tidak ada serangan.
Pengobatan asma pada anak dan dewasa sama-sama menggunakan obat hirup atau inhaler.
Terlebih kini saat ramainya virus corona yang menular dari droplet, tindakan pengobatan menggunakan nebulizer pada anak dikurangi untuk mengurangi kemungkinan terlepasnya virus tersebut melalui proses aerosolisasi menjadi airborne atau ke udara.
"Di luar dugaan anak ini adalah carrier Covid-19 maka harusnya droplet jadi airborne, maka bisa membawa virus ke sekitarnya," jelasnya.
Menyoal inhaler, bagi anak-anak yang belum bisa melakukan proses penghirupan sendiri disarankan menggunakan bantuan alat bernama spacer yang berbentuk tabung. Efek penggunaannya sama seperti nebulizer namun mengurangi risiko terjadinya aeorosolisasi.
Kasus Covid-19 pada anak-anak memang cenderung lebih kecil dibandingkan dengan orang dewasa, walaupun kasus meninggal karena Covid-19 memang ada, tapi di semua negara termasuk Indonesia angkanya masih terhitung rendah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
PBB dan IOM menyebut lebih dari 500 orang, mayoritas Rohingya, diduga tewas setelah dua kapal dilaporkan tenggelam di Myanmar.
AI Claude prediksi Spanyol juara Piala Dunia 2026 setelah 50.000 simulasi. Argentina menjadi lawan final terkuat. Simak hasil analisis dan data di balik prediks
KPK menyatakan laporan gratifikasi amplop uang yang dilaporkan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni selesai diproses di ranah pencegahan.
Pilur Serentak Gunungkidul 2026 memasuki tahap pendataan pemilih di 31 kalurahan. DPS dijadwalkan ditetapkan 31 Juli, sedangkan DPT pada 24 Agustus 2026.
Program Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 TVRI dan TNI AD menjangkau 1,13 juta penonton di 25.912 titik serta mendorong ekonomi daerah.
DPR meminta ledakan Gudang Pusat Munisi TNI di Madiun menjadi momentum evaluasi sistem keselamatan, manajemen risiko, dan keamanan aset pertahanan nasional.