Advertisement
Mengenang Sejarah hingga Proteksi Karya, Makna di Balik 26 April
Foto udara pengendara melintasi jalan nasional Medan-Banda Aceh yang terendam banjir di Desa Peuribu, Arongan Lambalek, Aceh Barat, Aceh, Kamis (27/11/2025). Antara - Syifa Yulinnas
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Tanggal 26 April menyimpan sederet makna mendalam yang mencakup aspek keselamatan jiwa hingga penghargaan terhadap kreativitas manusia. Di Indonesia, tanggal ini telah ditetapkan sebagai momentum untuk membangun ketangguhan bangsa dalam menghadapi berbagai ancaman alam yang tidak terduga.
Sejak tahun 2017, Indonesia memperingati 26 April sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB). Pemilihan tanggal ini merujuk pada momen bersejarah lahirnya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Inisiasi yang dimotori oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini bertujuan untuk mengubah pola pikir masyarakat dari sekadar responsif menjadi preventif.
Advertisement
Bagi warga Yogyakarta, peringatan HKB memiliki urgensi yang sangat tinggi. Mengingat letak geografis wilayah ini yang berada di zona rawan gempa bumi dan aktivitas Gunung Merapi, budaya sadar risiko menjadi kunci utama keselamatan. Simulasi dan edukasi kebencanaan yang rutin dilakukan diharapkan mampu membentuk masyarakat yang tangguh dan tidak panik saat situasi darurat terjadi.
Momentum Melindungi Inovasi dan Kreativitas
BACA JUGA
Bergerak ke ranah global, dunia juga merayakan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia (World Intellectual Property Day) setiap tanggal 26 April. Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO) menetapkan hari ini untuk memberikan pemahaman kepada publik mengenai peran vital hak paten, merek dagang, hingga hak cipta dalam mendukung ekosistem inovasi.
Di tengah pesatnya pertumbuhan UMKM dan industri kreatif di Yogyakarta, perlindungan terhadap karya intelektual menjadi sangat krusial. Peringatan ini menjadi pengingat bagi para peneliti, seniman, maupun pengusaha lokal agar segera melegalkan hak kekayaan intelektual mereka. Hal ini bukan hanya soal pengakuan, melainkan juga perlindungan nilai ekonomi dari setiap ide dan kreativitas yang telah dihasilkan.
Sisi Menarik: Hubungan Emosional dan Kuliner Unik
Selain dua agenda besar yang bersifat formal, 26 April juga mewadahi sisi kemanusiaan yang lebih santai melalui perayaan Hari Anak dan Hewan Peliharaan Nasional. Momen unik ini menonjolkan betapa pentingnya ikatan emosional antara anak-anak dengan hewan peliharaan mereka dalam membangun empati dan rasa tanggung jawab sejak dini.
Tak ketinggalan, bagi para pecinta kuliner, tanggal ini juga dikenal sebagai Hari Pretzel Nasional. Meski camilan khas Eropa berbentuk simpul ini belum sepopuler jajanan lokal, popularitasnya di Indonesia mulai merangkak naik sebagai teman minum kopi di sore hari. Mulai dari urusan keselamatan, hukum karya, hingga kehangatan keluarga dan kuliner, 26 April seusai dirangkum ternyata memiliki keberagaman makna yang menarik untuk disimak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Drama Penembakan di Washington Hilton, Presiden Trump Dievakuasi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Dugaan Kekerasan Daycare Jogja, Perlakukan Bayi Tak Manusiawi
- Minta Maaf, Ini Wajah DC Pinjol Pelaku Teror Damkar dan Ambulans
- Fakta-Fakta Kasus Little Aresha, 53 Anak Jadi Korban Daycare Jogja
- AHY Dorong Tol Jogja-Solo Segmen Ini Segera Rampung, Ini Alasannya
- Diduga Aniaya Bayi, Daycare Little Aresha Jogja Ternyata Tak Berizin
Advertisement
Advertisement








