DIY Perkuat Layanan Clubfoot, Pendampingan hingga Jaminan Kesehatan
DIY dan YAKKUM memperingati Hari Clubfoot Sedunia 2026 dengan memperluas layanan kaki pengkor, edukasi keluarga, dan wisuda metode Ponseti.
Galon air - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Membuka tutup galon air mineral yang terasa keras kerap memicu keluhan di rumah tangga. Kendala yang muncul pun beragam mulai dari tangan pegal hingga risiko cedera ringan. Kondisi ini biasanya terjadi saat segel plastik sulit dilepas karena tutup yang terlalu kencang dan rapat.
Situasi tersebut banyak ditemui saat penggantian galon baru, terutama ketika pita penarik tidak berfungsi dengan baik atau putus saat ditarik. Padahal, ada beberapa teknik sederhana yang bisa dilakukan tanpa harus memaksakan tenaga.
Cara paling umum adalah memanfaatkan pita penarik plastik di bagian bawah tutup. Pita ini cukup ditarik dengan hati-hati mengikuti garis putus-putus hingga segel terbuka, sehingga tutup bisa dilepas dengan mudah tanpa alat tambahan apa pun.
Namun, jika pita penarik ternyata rusak rusak, pengguna bisa memanfaatkan gagang sendok sebagai pengungkit. Caranya dengan menyelipkan ujung sendok di celah antara tutup dan leher galon, lalu menekannya perlahan hingga tutup galon air mineral tersebut mulai longgar.
Metode lain yang kerap digunakan adalah dengan memanfaatkan suhu panas atau air panas. Beberapa orang melakukannya dengan menyiram sedikit air panas di sekeliling tutup selama beberapa detik. Hal itu dapat membantu melenturkan plastik, sehingga lebih mudah. Lalu tutup galon air mineral biasanya dapat dibuka menggunakan kain lap agar tangan tidak licin.
Bagi yang rutin mengganti galon, penggunaan alat pembuka khusus menjadi pilihan praktis. Alat ini dirancang untuk mencengkeram tutup secara merata sehingga memudahkan proses membuka sekaligus mengurangi risiko cedera pada tangan.
Meski demikian, penggunaan benda tajam seperti pisau sangat tidak disarankan. Selain berbahaya, serpihan plastik berpotensi masuk ke dalam air dan mengurangi kebersihan serta keamanan air minum.
Galon air mineral telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kebutuhan rumah tangga di Indonesia karena kepraktisannya dalam menyediakan air siap minum.
Secara standar, satu galon air mineral di Indonesia memiliki volume 19 liter, yang jika dikonversi setara dengan sekitar lima galon standar Amerika Serikat. Sebagian besar kemasan ini diproduksi sangat kuat, tahan banting, dan tahan panas, sehingga memungkinkan galon untuk dicuci dan digunakan kembali hingga puluhan kali oleh produsen.
Dilihat dari sisi ekonomi dan operasional, distribusi galon melibatkan rantai pasok yang sangat masif, mulai dari pabrik pengolahan air (depo pusat), distributor, hingga toko kelontong di pemukiman warga. Satu galon penuh memiliki bobot sekitar 19 kilogram, sehingga memerlukan penanganan fisik yang cukup intens saat distribusi maupun pemasangan ke dispenser.
Selain berfungsi sebagai wadah penyimpanan, penggunaan galon isi ulang dianggap lebih ramah lingkungan dibandingkan botol kemasan kecil karena secara signifikan mengurangi volume sampah plastik sekali pakai dalam skala nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DIY dan YAKKUM memperingati Hari Clubfoot Sedunia 2026 dengan memperluas layanan kaki pengkor, edukasi keluarga, dan wisuda metode Ponseti.
FIFA memperluas kewenangan VAR di Piala Dunia 2026. Kartu kuning kedua bisa ditinjau ulang, sementara aturan baru diterapkan untuk mengurangi pemborosan waktu.
Dapur rumah lansia di Palbapang, Bantul, terbakar setelah api dari pembakaran sampah merembet ke tumpukan kayu bakar. Kerugian ditaksir Rp7 juta.
EuroMUN merupakan simulasi Perserikatan Bangsa-Bangsa atau Model United Nations (MUN) yang menjadi salah satu konferensi MUN paling prestisius di Eropa
BGN membenahi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis melalui integrasi data, penguatan SPPG, dan evaluasi penerima manfaat.
Pemkab Pekalongan melindungi 40.653 hektare lahan produktif dari alih fungsi. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan daerah dan nasional.