Advertisement

Mata Jadi Alarm Dini Penyakit Berbahaya

Jumali
Jum'at, 24 April 2026 - 11:07 WIB
Jumali
Mata Jadi Alarm Dini Penyakit Berbahaya Ilustrasi (Freepik)

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA— Pemeriksaan mata rutin ternyata tidak sekadar untuk mengetahui minus atau plus kacamata. Lebih jauh, kondisi mata bisa menjadi indikator awal berbagai penyakit serius yang terjadi di tubuh tanpa gejala.

Dokter spesialis mata bahkan kerap menjadi pihak pertama yang menemukan tanda-tanda gangguan kesehatan berbahaya. Salah satunya melalui metode pemeriksaan dilatasi pupil yang memungkinkan melihat kondisi retina secara detail.

Advertisement

Katherine Hu dari John A Moran Eye Center yang dikutip dari Healthcare, Jumat (24/4/2026) mengungkapkan, kerusakan kecil pada pembuluh darah di mata bisa mencerminkan kondisi organ lain. Banyak penyakit berkembang tanpa gejala awal sehingga sering luput dari perhatian.

Berikut sejumlah penyakit serius yang bisa terdeteksi lewat pemeriksaan mata rutin:

1. Stroke
Dokter dapat melihat adanya plak atau gumpalan darah di arteri retina. Temuan ini menjadi peringatan dini risiko stroke, bahkan sebelum gejala muncul. Gangguan penglihatan tepi juga bisa menandakan stroke yang pernah terjadi.

2. Penyakit Jantung Koroner
Penyempitan atau gangguan aliran darah di retina sering berkaitan dengan kondisi serupa di jantung. Ini menjadi indikasi awal adanya masalah kardiovaskular.

3. Diabetes
Melalui kondisi yang dikenal sebagai retinopati diabetik, dokter bisa menemukan kebocoran pembuluh darah retina. Menariknya, tanda ini bisa muncul sebelum diagnosis diabetes ditegakkan.

4. Hipertensi
Perubahan bentuk pembuluh darah atau bercak perdarahan di retina menjadi sinyal tekanan darah yang tidak terkontrol. Jika dibiarkan, kondisi ini berisiko merusak organ vital.

5. Kolesterol Tinggi
Lingkaran berwarna di sekitar kornea atau endapan di pembuluh darah mata bisa menjadi tanda penumpukan kolesterol dalam tubuh.

6. Kanker
Beberapa jenis kanker, termasuk kanker payudara, limfoma, hingga leukemia, dapat terdeteksi melalui perubahan di mata. Bahkan, tumor tanpa gejala bisa terlihat lebih dulu di area ini.

Pemeriksaan mata dengan metode dilatasi disarankan dilakukan setidaknya sekali dalam setahun. Selain menjaga kualitas penglihatan, langkah ini juga membantu mendeteksi dini penyakit serius sebelum berkembang lebih jauh.

Kesadaran untuk rutin memeriksakan mata menjadi penting, karena kesehatan mata tidak hanya soal melihat, tetapi juga mencerminkan kondisi tubuh secara keseluruhan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Jangan Keliru! Begini Cara Cek Bansos PKH BPNT Cair April 2026

Jangan Keliru! Begini Cara Cek Bansos PKH BPNT Cair April 2026

News
| Jum'at, 24 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Libur Iduladha 2026 Bisa Jadi 6 Hari

Libur Iduladha 2026 Bisa Jadi 6 Hari

Wisata
| Jum'at, 24 April 2026, 12:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement