Advertisement

Squat Berlebihan Bisa Ganggu Ereksi, Ini Kata Ahli

Jumali
Jum'at, 24 April 2026 - 14:07 WIB
Jumali
Squat Berlebihan Bisa Ganggu Ereksi, Ini Kata Ahli Pusat kebugaran atau gym. / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Siapa sangka, gerakan squat yang selama ini dianggap sebagai raja latihan kebugaran ternyata menyimpan risiko tersembunyi bagi kesehatan seksual pria. Jika dilakukan secara berlebihan, tekanan berulang pada otot dasar panggul bisa memicu nyeri kronis hingga gangguan fungsi ereksi. Para ahli pun mengingatkan agar tidak mengabaikan sinyal tubuh saat berolahraga.

Pelatih kebugaran asal Inggris sekaligus konsultan kesehatan, Toby King, mengungkapkan fenomena yang sering tidak disadari.

Advertisement

“Banyak pria menegangkan otot saat mengangkat beban dan mempertahankan posisi itu terlalu lama. Seiring waktu, otot dasar panggul bekerja berlebihan, yang dapat menghambat fungsi ereksi dan menimbulkan rasa sakit,” jelasnya, dikutip dari New York Post, Jumat (24/4/2026).

Masalah ini tidak hanya terjadi pada squat, tetapi juga pada gerakan seperti leg press, ab wheel, hanging leg raise, dan plank yang melibatkan kontraksi otot perut secara intens.

Risiko semakin tinggi bagi mereka yang gemar bersepeda jarak jauh atau mengikuti triathlon. Posisi duduk lama dengan postur kurang tepat dapat menekan saraf dan jaringan otot di area panggul. Belum lagi faktor psikologis: kekhawatiran akan penurunan libido justru menciptakan lingkaran stres yang membuat otot dasar panggul semakin sulit rileks.

Namun kabar baiknya, para ahli tidak menyarankan Anda berhenti berolahraga. Penyesuaian intensitas dan teknik menjadi kunci. Jika mulai merasakan nyeri di area panggul, batasi gerakan yang memberi tekanan berlebih. Sebaliknya, perbanyak latihan pernapasan dan peregangan untuk membantu relaksasi otot.

Beberapa teknik yang direkomendasikan antara lain Child's Pose (pose anak) dan Happy Baby Pose (pose bayi bahagia) yang berasal dari yoga. Selain itu, latihan reverse Kegel yang berfokus pada relaksasi melalui pernapasan diafragma juga sangat membantu.

Dokter Tia Dankberg dari Brooks Rehabilitation Institute menegaskan bahwa tubuh bekerja secara terintegrasi. “Latihan peregangan untuk dada dan pinggul dapat membantu mengurangi tekanan pada dasar panggul. Jika keluhan berlanjut, konsultasi dengan fisioterapis sangat dianjurkan,” ujarnya.

Jadi, bagi para pria yang rutin squat dan angkat beban, jangan hanya fokus pada otot six-pack atau kekuatan kaki. Perhatikan juga sinyal dari area panggul. Cedera yang tidak ditangani bisa berdampak jangka panjang pada kualitas hidup, termasuk kehidupan seksual. Seimbangkan latihan kekuatan dengan peregangan dan istirahat yang cukup. Tubuh yang bugar adalah tubuh yang tahu kapan harus tegang dan kapan harus rileks.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Batas Beli Beras Diperketat Harga SPHP Tetap Stabil

Batas Beli Beras Diperketat Harga SPHP Tetap Stabil

News
| Jum'at, 24 April 2026, 14:57 WIB

Advertisement

Libur Iduladha 2026 Bisa Jadi 6 Hari

Libur Iduladha 2026 Bisa Jadi 6 Hari

Wisata
| Jum'at, 24 April 2026, 12:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement