Advertisement
Tren Skincare Buatan Sendiri, Tapi Bahan Ini Bikin Kulit Bermasalah
Masker wajah / Ilustrasi Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA— Tren meracik perawatan wajah sendiri atau DIY skincare semakin banyak dicoba, terutama karena dianggap praktis dan menenangkan saat dilakukan di rumah. Namun di balik popularitasnya, para ahli kulit mengingatkan adanya risiko tersembunyi dari bahan yang digunakan tanpa pengawasan.
Fenomena ini mencuat seiring meningkatnya aktivitas perawatan mandiri di rumah. Meski memberi efek relaksasi, penggunaan bahan yang keliru justru berpotensi merusak kulit dan memicu masalah baru.
Advertisement
Ahli dermatologi bersertifikat di California, Ava Shamban, menyebut membuat skincare sendiri memang bisa membantu menenangkan pikiran.
“Membuat produk perawatan kulit di rumah adalah cara yang bagus untuk menenangkan pikiran dan mengalihkan perhatian dari situasi saat ini,” ujarnya, seperti dikutip dari Allure, Sabtu (28/3/2026).
BACA JUGA
Namun, ahli dermatologi bersertifikat di Connecticut, Mona Gohara, mengingatkan tidak semua bahan aman digunakan secara langsung pada kulit.
“Bahan-bahan ini bisa membahayakan kulit, dibandingkan membuat kulit Anda sehat,” kata Gohara.
Bahan yang Perlu Dihindari
Beberapa bahan alami yang sering digunakan dalam DIY skincare ternyata justru berisiko bagi kulit, terutama jika dipakai tanpa takaran dan pemahaman yang tepat.
- Lemon dan buah sitrus lainnya
Banyak dipercaya bisa mencerahkan kulit, namun sifat asamnya justru berbahaya jika digunakan langsung.
Ahli dermatologi di New York, Rita Linkner, menjelaskan bahwa lemon dapat memicu kondisi phytophotodermatitis, yaitu reaksi peradangan kulit akibat paparan sinar matahari.
“Sifat asam lemon dapat menyebabkan phytophotodermatitis, reaksi peradangan di kulit yang tidak hanya membuat kulit terasa terbakar namun juga dapat menyebabkan hiperpigmentasi,” ujarnya.
Reaksi ini bisa membuat kulit terasa panas seperti terbakar, sekaligus memicu munculnya noda gelap yang sulit dihilangkan.
Risiko yang Sering Diabaikan
Penggunaan bahan alami tanpa pengolahan yang tepat sering dianggap aman, padahal setiap jenis kulit memiliki sensitivitas berbeda.
Bahan dengan kandungan asam tinggi seperti lemon dapat merusak lapisan pelindung kulit jika digunakan secara langsung dan berlebihan.
Kondisi ini justru bertolak belakang dengan tujuan perawatan, karena bukannya menyehatkan, kulit bisa menjadi lebih sensitif, iritasi, hingga mengalami perubahan warna.
Perawatan Tetap Perlu Pendampingan Ahli
Meski DIY skincare bisa menjadi aktivitas menyenangkan, para ahli menyarankan untuk tetap berhati-hati dalam memilih bahan.
Pendekatan terbaik adalah memahami kebutuhan kulit terlebih dahulu dan menghindari bahan yang berpotensi menimbulkan reaksi negatif.
Dengan demikian, perawatan kulit tidak hanya memberikan efek relaksasi, tetapi juga tetap aman dan efektif untuk jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Allure
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Viral Akun Tiktok Palsu KBRI Kuala Lumpur, Modus Minta Data Pribadi
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- THR di Kulonprogo Sepi Aduan, Disnaker Tetap Siaga
- Viral Donasi di Stasiun Tugu Jogja Bikin Resah, Ini Kata PT KAI Daop 6
- Lebaran, Jalur Lurus dan Simpang Jadi Titik Rawan Kecelakaan di Bantul
- Lereng Merapi Diserbu Wisatawan Saat Lebaran, Kaliadem Paling Ramai
- Target Tangkapan Ikan DIY Naik Gunungkidul Jadi Penopang
Advertisement
Advertisement






