Advertisement
Alpukat Tak Kunjung Lunak Coba Cara Sederhana Ini
Alpukat - Foto dibuat oleh AI - StockCake
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Alpukat yang masih keras saat dibeli kerap membuat orang harus menunda mengonsumsinya. Kini, sejumlah cara sederhana di rumah bisa membantu mempercepat pematangan tanpa perlu menunggu terlalu lama.
Fenomena ini berkaitan dengan sifat alpukat sebagai buah klimakterik yang tetap menghasilkan gas etilen setelah dipetik. Gas tersebut berperan penting dalam proses pematangan, sehingga kondisi penyimpanan sangat memengaruhi hasil akhirnya. Berikut ini sejumlah cara yang bisa digunakan untuk mempercepat pelunakan alpukat, seperti dikutip dari Southern Living,Kamis (26/3/2026).
Advertisement
Lingkungan Penyimpanan Jadi Penentu
Salah satu cara yang banyak digunakan adalah menyimpan alpukat dalam kantong kertas atau membungkusnya dengan koran. Metode ini membantu menahan gas etilen di sekitar buah sehingga proses pematangan berlangsung lebih cepat dan merata.
Biasanya, alpukat akan matang dalam waktu tiga hingga empat hari dengan cara ini. Penggunaan kantong plastik kurang disarankan karena dapat menahan kelembapan berlebih, kecuali dibuka sedikit agar sirkulasi udara tetap ada.
Selain itu, penyimpanan di suhu ruang juga berperan penting. Alpukat akan lebih cepat matang di lingkungan hangat dibandingkan disimpan di dalam kulkas yang justru memperlambat proses tersebut.
Kombinasi dengan Buah Lain Lebih Efektif
Cara lain yang cukup efektif adalah meletakkan alpukat berdekatan dengan buah lain yang juga menghasilkan gas etilen, seperti pisang.
Interaksi ini membuat proses pematangan berlangsung lebih cepat. Dalam kondisi tertentu, alpukat bahkan bisa matang dalam satu hingga dua hari.
Namun, kondisi buah perlu dipantau setiap hari agar tidak terlalu matang atau berubah lembek. Selain pisang, buah seperti apel dan kiwi juga dapat memberikan efek serupa.
Solusi Jika Sudah Terlanjur Dipotong
Jika alpukat sudah dibelah namun masih keras, kedua bagian buah dapat disatukan kembali lalu dibungkus rapat menggunakan plastik sebelum disimpan di dalam kulkas.
Langkah ini bertujuan menjaga kelembapan daging buah sekaligus mengurangi penguapan air. Meski suhu dingin memperlambat pematangan, alpukat tetap dapat matang secara bertahap.
Beberapa metode lain juga menunjukkan bahwa pelapisan tertentu dapat membantu mempertahankan kualitas buah, namun penggunaan plastik sudah cukup praktis untuk kebutuhan sehari-hari.
Cara Lama yang Masih Dipakai
Metode tradisional seperti menyimpan alpukat di dalam beras atau tepung juga masih digunakan. Cara ini bekerja dengan menjaga gas etilen tetap berada di sekitar buah.
Alpukat cukup diletakkan dalam wadah berisi beras atau tepung hingga sebagian tertutup, lalu didiamkan selama dua hingga tiga hari.
Dengan memahami cara kerja pematangan alami ini, alpukat yang awalnya keras bisa lebih cepat siap dikonsumsi tanpa perlu menunggu terlalu lama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Southern Living
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Kelelahan, Polisi Kapospam Tugu Jogja Meninggal Dunia Saat Bertugas
- Posko THR Bantul Terima 20 Aduan, 5 Kasus Dilimpahkan ke Provinsi
- Volume Sampah Libur Lebaran di Jogja Terkendali, Naik Tipis 7 Persen
- Tol Jogja-Solo Padat, 19.156 Kendaraan Lewat GT Purwomartani
- Geger Bau Bangkai Menyengat, Warga Kulonprogo Temukan Jenazah Pria
Advertisement
Advertisement







