Ngeri! Penyakit Kronis Kini Serang Usia Muda, Begini Cara Mencegahnya

Newswire
Newswire Minggu, 17 Mei 2026 18:47 WIB
Ngeri! Penyakit Kronis Kini Serang Usia Muda, Begini Cara Mencegahnya

Ilustrasi penyakit kronis di kalangan anak muda. - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA — Tren penyakit kronis di Indonesia mengalami pergeseran yang mengkhawatirkan. Jika sebelumnya penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan jantung identik dengan kelompok lanjut usia, kini justru semakin banyak ditemukan pada usia produktif, bahkan di bawah 40 tahun.

Fenomena ini diungkapkan oleh pemilik Klinik Sehat Setia Brebes, Munaryo, yang telah belasan tahun menangani pasien dalam Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Ia menyebutkan bahwa perubahan tren ini terasa signifikan dalam lima tahun terakhir.

“Dulu tidak ada pasien di bawah 40 tahun. Sekarang, bahkan ada yang berusia di bawah 30 tahun sudah terkena hipertensi dan diabetes,” ujarnya dikutip Minggu (17/5/2026).

Saat ini, kliniknya rutin menangani sekitar 400 hingga 450 pasien Prolanis setiap bulan. Meski mayoritas masih berusia di atas 40 tahun, peningkatan jumlah pasien muda menjadi sinyal serius bagi dunia kesehatan.

Menurut Munaryo, penyebab utama fenomena ini bersifat multifaktoral, namun gaya hidup menjadi faktor dominan. Pola makan generasi muda yang didominasi makanan cepat saji, minuman tinggi gula, serta minimnya aktivitas fisik menjadi pemicu utama.

Kondisi ini bahkan sudah mulai merambah anak-anak, yang berisiko memperburuk situasi di masa depan. Jika tidak ditangani serius, Munaryo memperingatkan bahwa dalam 20 tahun mendatang Indonesia bisa menghadapi lonjakan besar penderita penyakit kronis usia muda.

“Ini bisa menjadi bom waktu jika tidak segera diantisipasi. Perlu kolaborasi semua pihak untuk edukasi masyarakat,” tegasnya.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan, kliniknya aktif memberikan edukasi kepada pasien, baik secara langsung maupun melalui media digital seperti grup WhatsApp dan media sosial. Selain itu, layanan home visit juga disediakan bagi pasien yang tidak dapat datang ke klinik.

Program Prolanis yang digagas BPJS Kesehatan juga terus diperkuat, termasuk melalui inisiatif Prolanis Muda yang menyasar peserta berusia di bawah 45 tahun. Program ini bertujuan mendorong perubahan gaya hidup sehat secara berkelanjutan di kalangan generasi muda.

Data menunjukkan bahwa pada 2025, BPJS Kesehatan mengeluarkan biaya hingga Rp50,3 triliun untuk menangani hampir 60 juta kasus penyakit kronis, termasuk jantung, stroke, gagal ginjal, dan kanker. Sebagian besar penyakit tersebut merupakan komplikasi dari diabetes dan hipertensi.

Munaryo menegaskan bahwa peran dokter di tingkat fasilitas kesehatan pertama sangat penting dalam memberikan edukasi, sekaligus menjaga semangat pasien agar tidak pesimis.

“Sehat itu pilihan. Bukan sekadar takdir, tapi hasil dari gaya hidup yang kita jalani setiap hari,” pungkasnya.

Dengan meningkatnya kesadaran dan perubahan gaya hidup, diharapkan tren penyakit kronis pada usia muda dapat ditekan sebelum menjadi krisis kesehatan nasional di masa depan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online