Advertisement

Metode Seduh Tentukan Efek Kopi pada Kolesterol

Newswire
Kamis, 12 Februari 2026 - 13:07 WIB
Maya Herawati
Metode Seduh Tentukan Efek Kopi pada Kolesterol Kopi kayu manis / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Efek kopi terhadap kolesterol tidak hanya ditentukan oleh jumlah konsumsi, tetapi juga metode seduh yang digunakan. Riset menunjukkan senyawa tertentu dalam kopi dapat meningkatkan kolesterol LDL, meski di sisi lain kopi juga dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan.

Indonesia termasuk 10 negara dengan konsumsi kopi terbesar di dunia, mencapai 4,8 juta kantong (60 kg per kantong) pada 2024/2025 menurut goodstats.id, sementara konsumsi global menyentuh 2,25 miliar cangkir per hari berdasarkan coffeedasher.com. Tren ini menjadikan isu kopi dan kolesterol relevan bagi masyarakat luas.

Advertisement

Manfaat Kopi

  • Konsumsi kopi tanpa gula dalam jumlah sedang (3–5 cangkir per hari) dikaitkan dengan:
  • Penurunan risiko kematian dini
  • Risiko lebih rendah diabetes dan stroke
  • Perlindungan terhadap penyakit jantung
  • Penurunan risiko kanker hati dan rahim

Kopi mengandung lebih dari seribu senyawa bioaktif. Kafein menjadi komponen paling dikenal karena efek stimulan dan kontribusi terhadap rasa pahit.

Mengapa Bisa Menaikkan LDL?

  • Paradoks muncul karena adanya senyawa lipid bernama diterpen, terutama cafestol dan kahweol. Senyawa ini:
  • Menghambat pembentukan asam empedu dari kolesterol di hati
  • Mengurangi jumlah reseptor LDL
  • Membuat kadar kolesterol LDL meningkat dalam darah

Studi klinis menunjukkan konsumsi 10 mg cafestol per hari dapat menaikkan kolesterol total sekitar 5 mg/dL. Efek ini bersifat reversibel jika konsumsi dihentikan.

Metode Seduh Berpengaruh

  • Kadar diterpen berbeda tergantung cara menyeduh:
  • Tinggi: kopi tubruk, kopi rebus, French Press
  • Moderat: espresso (sekitar 1 mg cafestol per cangkir)
  • Rendah: kopi instan
  • Lebih rendah: metode filter kertas seperti V60 dan coffee drip

Filter kertas mampu menahan lebih dari 95% cafestol dan kahweol karena pori-porinya menjebak tetesan minyak. Filter logam atau nilon tidak seefektif ini.

Dengan demikian, efek kopi terhadap kolesterol sangat dipengaruhi metode seduh, jenis kopi, dan frekuensi konsumsi. Edukasi mengenai perbedaan kopi filter dan non-filter penting bagi individu dengan dislipidemia, yakni kondisi ketidakseimbangan lemak darah seperti peningkatan LDL atau trigliserida, sementara penelitian lanjutan masih diperlukan untuk menilai potensi terapi diterpen dalam dosis terkontrol.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Israel Resmi Gabung Board of Peace Bentukan Trump

Israel Resmi Gabung Board of Peace Bentukan Trump

News
| Kamis, 12 Februari 2026, 14:47 WIB

Advertisement

Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan

Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan

Wisata
| Rabu, 11 Februari 2026, 21:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement