Advertisement
Aktris Jepang Anri Sakaguchi, Ditangkap karena Roti Rp31 Ribu
Anri Sakaguchi - Instagram
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Kabar mengejutkan datang dari Jepang. Mantan aktris Anri Sakaguchi ditangkap polisi setelah diduga mencuri roti lapis di minimarket Tokyo, kasus yang menyoroti kondisi finansialnya saat ini.
Insiden tersebut dilaporkan terjadi pada 17 Maret 2026 dan pertama kali diberitakan oleh Kyodo News. Anri diduga mencoba mencuri roti lapis, yang kemudian memicu kecurigaan pramuniaga sejak awal ia berada di dalam toko.
Advertisement
Pramuniaga tersebut segera melaporkan kejadian ini ke polisi sembari menahan Anri di lokasi. Seusai petugas tiba di tempat kejadian, bintang serial Garo: Gold Storm Sho tersebut langsung diserahkan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Kabarnya, Anri telah mengakui semua tuduhan yang diarahkan kepadanya.
Nilai barang yang dicuri tergolong kecil, yakni sekitar 300 yen atau setara Rp31.000. Meski demikian, kasus ini tetap menjadi perhatian luas karena latar belakang Anri sebagai putri mendiang aktris terkenal Jepang, Ryoko Sakaguchi.
BACA JUGA
Situasi ini memicu keprihatinan publik di Jepang. Banyak pihak menilai kasus tersebut mencerminkan kondisi pribadi Anri yang tengah menghadapi tekanan ekonomi.
Sebelumnya, setelah perceraian pada akhir 2025, Anri sempat mengungkapkan kesulitan finansial melalui media sosial. Ia bahkan sempat mengumumkan rencana untuk membangun agensi bagi live streamer di platform digital seperti YouTube dan TikTok pada Februari lalu.
Perjalanan karier Anri dikenal penuh dinamika. Setelah mewarisi popularitas sang ibu yang wafat pada 2013, ia sempat meniti karier di dunia hiburan sebelum memutuskan pensiun pada September 2017.
Sejak keluar dari industri hiburan arus utama, kehidupannya kerap menjadi sorotan karena berbagai kontroversi. Mulai dari perubahan profesi hingga pengakuan terkait masalah pribadi, termasuk kasus kekerasan dan hubungan rumah tangga yang tidak bertahan lama.
Kasus penangkapan ini pun menimbulkan pertanyaan mengenai kelanjutan rencana bisnis yang sempat ia rancang, di tengah tekanan hukum dan kondisi ekonomi yang belum stabil. Perkembangan kasus ini masih dinantikan publik Jepang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
GBK Dipadati Suporter Timnas Indonesia, Ribuan Polisi Disiagakan
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement







