Deepfake AI Makin Sulit Dikenali, Ini 4 Cara Membedakan Konten Palsu
Deepfake AI semakin sulit dikenali secara visual. Simak empat cara mendeteksi konten palsu agar tidak mudah tertipu misinformasi.
Poster/Istmewa
Harianjogja.com, JOGJA—Jembatan Shiratal Mustaqim karya rumah produksi Dee Company dijadwalkan tayang di bioskop pada 9 Oktober 2025.
Film horor yang disutradarai oleh Bounty Umbara ini dibintangi oleh para aktor dan aktris berbakat, seperti Raihan Khan, Imelda Therinne, Agus Kuncoro, Mike Lucock, Rory Asyari.
BACA JUGA: Ungkapan Awkarin Soal Pindah ke Australia
Film ini menceritakan kisah Arya (Raihan Khan), seorang anak yang terus dihantui mimpi buruk tentang ayahnya (Agus Kuncoro), seorang pejabat korup yang telah meninggal. Mimpi itu selalu menampilkan Jembatan Shiratal Mustaqim, sebuah jembatan mistis yang diyakini menentukan nasib seseorang di akhirat.
Bersama ibunya (Imelda Therinne), Arya memulai perjalanan untuk mengungkap masa lalu gelap ayahnya, yang diduga terlibat dalam penggelapan dana bantuan bencana. Pencarian ini membawa mereka pada serangkaian teror mistis yang mencekam, memperlihatkan konsekuensi mengerikan dari perbuatan korupsi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Deepfake AI semakin sulit dikenali secara visual. Simak empat cara mendeteksi konten palsu agar tidak mudah tertipu misinformasi.
Lionel Messi mencetak satu gol dan satu assist saat Inter Miami bangkit mengalahkan New England Revolution 2-1 di MLS.
November 2026 tidak memiliki libur nasional maupun cuti bersama. Simak lima tanggal merah hari Minggu untuk menyusun agenda bulanan.
WhatsApp menghadirkan empat fitur baru untuk grup, mulai dari pin pesan tanpa batas waktu hingga berbagi status dan riwayat chat.
Salah satu usaha yang secara khusus fokus pada bidang perawatan kaca kendaraan adalah Maxo Glass Detailing, yang menangani berbagai permasalahan kaca mobil sesu
Penelitian Universitas Toronto menemukan orang bisa menebak kelas ekonomi seseorang dari wajah. Namun, persepsi ini berisiko memicu diskriminasi.