Loker Solo Terbaru 2026, Ada 1.000 Lowongan di Job Fair Gratis
Loker Solo terbaru 2026 tersedia di Job Fair gratis GSI Youth Fest pada 8 November. Ada 1.000 lowongan dari 10 perusahaan.
Kelelahan - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Bila tubuh kekurangan zat besi, kemungkinan besar tubuh akan mengalami masalah kesehatan. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui tanda-tanda tubuh kekurangan zat besi.
Pada tubuh manusia, zat besi ditemukan dalam dua protein sel darah merah, yaitu hemoglobin dan mioglobin. Zat besi ini berfungsi untuk membantu mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh dan meningkatkan metabolisme otot.
Seperti dikutip dari healthdirect.gov.au, Sabtu (7/12/2024), tubuh tidak dapat memproduksi zat besi dengan sendirinya sehingga manusia perlu mendapatkannya dari makanan.
Jika manusia tidak mengonsumsi zat besi dengan cukup, maka manusia akan kekurangan zat besi yang berujung ke beberapa penyakit, seperti kekurangan gizi dan anemia.
Dilansir dari health.com, kekurangan zat besi juga bisa disebabkan oleh faktor lain, seperti kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi menurun dan tubuh kehilangan banyak darah, misalnya seperti mengalami pendarahan, cedera, dan periode menstruasi yang panjang.
BACA JUGA: BMKG Ingatkan Gelombang Tinggi di Laut Selatan Jabar, Jateng dan DIY
Simak lima tanda tubuh kekurangan zat besi:
Kelelahan merupakan salah satu gejala kekurangan gizi yang paling umum. Jika Anda merasa lelah tanpa alasan yang jelas padahal sudah istirahat yang cukup, maka bisa jadi Anda kekurangan zat besi.
Kekurangan zat besi terkadang dapat menyebabkan jari tangan dan kaki terasa dingin, bahkan saat cuaca sedang tidak dingin. Hal ini disebabkan oleh kurangnya kadar hemoglobin dalam darah sehingga sirkulasi darah menurun yang membuat Anda merasa lebih dingin.
Kekurangan zat besi membuat kulit menjadi lebih pucat dari biasanya. Kondisi kulit yang pucat ini disebabkan oleh berkurangnya sirkulasi darah yang terjadi ketika tubuh tidak memproduksi cukup sel darah merah karena kekurangan zat besi.
Gejala umum lainnya dari kekurangan zat besi adalah pusing dan sakit kepala. Hal ini terjadi karena tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah untuk membawa oksigen ke otak dan organ lainnya. Penelitian juga menunjukkan sakit kepala seperti migrain atau sakit kepala kronis dikaitkan dengan kekurangan zat besi.
Orang yang kekurangan zat besi kemungkinan besar akan mengalami koilonikia atau suatu kondisi di mana kuku melengkung ke dalam mirip sendok. Selain itu, kekurangan zat besi juga menyebabkan rambut menipis dan rontok karena kurangnya nutrisi dan aliran darah yang dibutuhkan rambut untuk tumbuh.
Berdasarkan rekomendasi asupan diet (RDI), anak-anak berusia 9 hingga 13 tahun harus mengonsumsi zat besi minimal 8 mg/hari, remaja 14 hingga 18 tahun 11 mg (laki-laki) - 15 mg/hari (perempuan), dan orang dewasa 19 hingga 50 tahun 8 mg (laki-laki) - 18 mg/hari (perempuan).
Untuk mengatasi masalah ini, konsumsilah makanan yang mengandung banyak zat besi seperti daging sapi, ayam, telur, salmon, sarden, tuna, hati, kacang-kacangan, roti dan sereal yang banyak zat besi, sayur bayam, brokoli, dan tahu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Loker Solo terbaru 2026 tersedia di Job Fair gratis GSI Youth Fest pada 8 November. Ada 1.000 lowongan dari 10 perusahaan.
Putri Kus Wisnu Wardani menerima Fellowship Award dari FIHRA sebagai apresiasi atas pengabdian dan kontribusinya terhadap ketahanan kesehatan Indonesia.
Bulog melelang 380.000 ton beras turun mutu untuk diolah menjadi tepung. UMKM di seluruh Indonesia diprioritaskan melalui lelang nasional.
Kalurahan Plembutan, Gunungkidul, mengembangkan mitigasi banjir berbasis peringatan dini setelah banjir 2017 dan 2025. Program ini menarik perhatian ASEAN.
SIM Keliling Jogja Selasa 27 Oktober 2026 melayani malam hari di Alun-Alun Kidul. Simak jadwal, lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Satpol PP Bantul menyoroti potensi geng sekolah memicu klitih. Pengawasan orang tua, pembinaan pelajar, dan patroli dinilai penting untuk pencegahan.