Terungkap! Dugaan Kekerasan Seksual 9 Tahun oleh Ayah di Sukoharjo
Kasus dugaan kekerasan seksual ayah terhadap anak selama 9 tahun di Sukoharjo diselidiki polisi. Korban alami trauma berat.
Ilustrasi ibu hamil
Harianjogja.com, JAKARTA—Belakangan ini sedang ramai di media sosial adanya orang-orang yang memamerkan perempuan hamil memamerkan foto-foto perubahan tak terduga sebelum dan sesudah melahirkan, salah satunya pregnancy nose.
Meskipun kehamilan disertai dengan banyak perubahan fisik, berikut ini adalah hal yang perlu diketahui tentang pregnancy nose saat hamil, yang sebenarnya sangat umum terjadi.
Pregnancy nose merupakan gejala nyata yang dapat menyebabkan pembengkakan atau bengkak pada hidung akibat peningkatan aliran darah.
Untuk memperjelas, pregnancy nose atau hidung hamil, bukanlah diagnosis medis. Namun, ada beberapa alasan mengapa ibu hamil mengalami perubahan pada area ini saat hamil.
Melansir laman Parents.com, Rabu (05/07/23), perubahan hidung ini disebabkan oleh peningkatan volume darah yang bersirkulasi secara hormonal selama kehamilan.
Baca juga: Kronologi 3 Warga Semanu Meninggal Dunia karena Antraks, Berawal dari 4 Sapi Mati Mendadak
Meskipun sebagian besar peningkatan volume darah dimaksudkan untuk mendukung pertumbuhan janin dan rahim, semua bagian tubuh pada akhirnya menerima peningkatan aliran darah selama kehamilan.
Selama kehamilan, kadar hormon, estrogen, dan progesteron meningkat, menyebabkan pembuluh darah melebar dan jaringan menahan cairan. Hal ini dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai "rinitis kehamilan," atau radang rongga hidung.
Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Advances in Experimental Medicine and Biology, ini adalah kondisi yang cukup umum. "Kondisi ini dapat dimulai pada hampir semua minggu kehamilan dan membaik setelah melahirkan. Gejala utamanya adalah bersin-bersin, hidung tersumbat, atau hidung meler," tulis jurnal tersebut, yang juga mencatat bahwa di antara 117 partisipan hamil dalam penelitian ini, 39 persen mengalami rinitis kehamilan.
Perlu juga dicatat bahwa kenaikan berat badan secara umum hampir selalu terjadi selama kehamilan, yang dapat memperluas wajah dan berpotensi mengubah proporsi hidung.
Secara umum, pregnancy nose adalah hal yang normal terjadi sebagai tanda kehamilan. Kondisi ini biasanya tidak mengganggu dan bisa hilang dengan sendirinya pasca persalinan. Namun, jika pembengkakan terjadi secara mendadak, terutama di area tangan dan wajah, hal ini perlu kamu waspadai. Bisa jadi, kondisi tersebut mengarah pada gejala pre-eklampsia.
Jika pembengkakan terjadi secara mendadak dan disertai gejala lain yang mengganggu, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.
Berapa lama ibu hamil mengalami pregnancy nose?
Melansir Allure.com, Rabu (05/07/23), kehamilan setiap orang berbeda, tetapi gejala yang terkait dengan pregnancy nose atau rinitis kehamilan biasanya terjadi sekitar 20 hingga 30 minggu setelah kehamilan.
Hidung dan tangan biasanya akan kembali normal pada enam sampai delapan minggu setelah melahirkan. Untuk beberapa wanita, bisa memakan waktu beberapa bulan atau lebih lama, tergantung pada individu masing-masing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Kasus dugaan kekerasan seksual ayah terhadap anak selama 9 tahun di Sukoharjo diselidiki polisi. Korban alami trauma berat.
Harga BBM naik per 17 Mei 2026. Solar BP-AKR dan Vivo tembus Rp30.890 per liter, Pertamax Turbo dan Dexlite juga naik.
Veda Ega Pratama start dari posisi ke-21 Moto3 Catalunya 2026 usai gagal lolos Q2. Rider Indonesia tetap optimistis memburu rombongan depan.
Kevin Diks mencetak gol spektakuler saat Borussia Monchengladbach menghancurkan Hoffenheim 4-0 di Bundesliga 2025/2026.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola mendoakan Marc Marquez cepat pulih meski Aprilia sedang dominan di MotoGP 2026.
WhatsApp bisa membuat memori ponsel cepat penuh. Simak cara membersihkan penyimpanan tanpa menghapus chat penting.