Advertisement
Jangan Diabaikan, Ini Tanda Tubuh Kekurangan Protein
Kelelahan - Ilustrasi - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kekurangan protein dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari mudah lelah hingga daya tahan tubuh menurun, sehingga masyarakat perlu mengenali gejala awal tubuh kurang protein agar asupan nutrisi harian tetap seimbang dan optimal.
Advertisement
Protein berfungsi sebagai “blok pembangun” hampir seluruh jaringan tubuh, termasuk otot, kulit, rambut, kuku, serta organ vital seperti jantung dan hati. Karena tubuh tidak mampu memproduksi seluruh asam amino esensial, kebutuhan protein harus dipenuhi dari konsumsi makanan sehari-hari agar tubuh tetap sehat dan bugar.
Kekurangan protein dapat memicu beragam gangguan kesehatan, mulai dari gangguan pertumbuhan, penurunan sistem kekebalan tubuh, hingga masalah metabolisme.
BACA JUGA
Berikut tujuh gejala tubuh kekurangan protein yang perlu diwaspadai serta diperhatikan sejak dini:
1. Pembengkakan (Edema)
Salah satu tanda umum kekurangan protein adalah pembengkakan, terutama di area perut, tangan, dan kaki. Kondisi ini terjadi karena protein darah, khususnya albumin, berfungsi menjaga keseimbangan cairan agar tidak menumpuk di jaringan tubuh.
2. Perubahan Suasana Hati
Otak memerlukan neurotransmiter untuk berkomunikasi antarsel, dan sebagian besar zat tersebut berasal dari protein. Kekurangan protein dapat mengganggu produksi neurotransmiter, sehingga memengaruhi suasana hati dan emosi.
3. Masalah Rambut, Kuku, dan Kulit
Rambut, kuku, dan kulit tersusun dari protein seperti keratin, kolagen, dan elastin. Kekurangan protein dapat menyebabkan rambut menipis atau rapuh, kulit kering dan bersisik, serta kuku tampak berlekuk. Meski pola makan bukan satu-satunya penyebab, faktor ini perlu diperhatikan.
4. Kelemahan dan Mudah Lelah
Penelitian menunjukkan kekurangan protein dalam waktu singkat dapat memengaruhi massa otot, terutama pada usia di atas 55 tahun. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menurunkan kekuatan otot, keseimbangan tubuh, memperlambat metabolisme, hingga memicu anemia yang menyebabkan mudah lelah.
5. Rasa Lapar Berlebihan
Protein merupakan salah satu sumber energi utama selain karbohidrat dan lemak. Jika tubuh sering merasa lapar meski sudah makan teratur, kemungkinan asupan protein belum mencukupi, karena makanan tinggi protein membantu rasa kenyang bertahan lebih lama.
6. Luka Sulit Sembuh
Tubuh yang kekurangan protein membutuhkan waktu lebih lama untuk menyembuhkan luka atau cedera. Hal ini berkaitan dengan peran kolagen dan protein dalam proses pembekuan darah serta perbaikan jaringan.
7. Mudah Sakit atau Sulit Pulih
Asam amino membantu sistem kekebalan tubuh memproduksi antibodi untuk melawan virus dan bakteri. Kekurangan protein dapat menurunkan imunitas serta mengganggu penyerapan nutrisi penting, termasuk keseimbangan bakteri baik di usus.
Mengenali gejala kekurangan protein sejak dini menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang, terutama dengan menerapkan pola makan seimbang dan asupan protein yang cukup setiap hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Tol Serang-Panimbang Seksi 2 Rangkasbitung-Cileles Ditutup Sementara
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Mobil Dinas Baru di Pemkab Gunungkidul Batal, Jalan Rusak Jadi Fokus
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
- Libur Lebaran Ramai, Kamar Hotel DIY Justru Banyak Kosong
Advertisement
Advertisement







