Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot yang Bisa Tersenyum dengan Kulit Hidup di Wajahnya
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Foto Ilustrasi bayi baru lahir. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, MEDELLIN—Seorang dokter Kolombia telah diperintahkan oleh pengadilan untuk mendukung perawatan bayi pasien secara finansial sampai berusia 18 tahun. Pasalnya, bayi itu diperoleh secara tidak sengaja setelah sang ayah menjalani vasektomi, yang ternyata gagal.
Dokter itu bernama Diego Naranjo, seorang dokter dari Medellin, Kolombia. Ia harus membayar jutaan peso untuk menafkahi salah satu bayi pasiennya setelah dia meyakinkan pria itu bahwa prosedur kontrasepsi vasektomi yang dia lakukan telah berhasil dan dia tidak perlu lagi menggunakan alat kontrasepsi lain.
Meski dokter itu begitu yakin, namun mungkin Tuhan berkehendak lain. Pasalnya, pria tersebut akhirnya membuat istrinya hamil dan melahirkan bayi yang tidak direncanakan. Padahal, pasangan itu sedang tidak ingin menambah anak lagi karena pertimbangan kondisi ekonomi dan kesehatan keduanya.
Tes sperma selanjutnya menunjukkan bahwa vasektomi yang dilakukan sang suami sebenarnya tidak berhasil. Akhirnya, kedua orang tua bayi tersebut menggugat dokter tersebut, mengklaim bahwa kesalahannya memiliki implikasi serius, baik finansial maupun emosional. Seorang hakim kini telah memutuskan bahwa dokter itu harus mendukung perawatan bayi sampai berusia 18 tahun.
Vasektomi itu telah dilakukan 11 tahun lalu, kemudian bayi itu lahir setahun setelahnya pada 2013. Meski begitu, kedua orang tua bayi yang kini sudah berusia 10 tahun itu baru mengajukan gugatan baru-baru ini.
“Akibat kesimpulan yang tidak terduga ini, pasien tidak dianjurkan untuk terus menggunakan metode kontrasepsi untuk menghindari risiko kehamilan,” bunyi putusan pengadilan baru-baru ini dikutip dari Oddity Central.
“Ketika terbukti bahwa orang tua tidak ingin menambah anak lagi, disimpulkan bahwa ada dampak pada proyek kehidupan mereka yang berdampak pada bidang non-materi, terutama mengingat situasi ekonomi ayah yang genting yang saat ini tidak dapat bekerja, karena masalah kesehatan mereka.”
Diketahui ayah bayi itu menderita gangguan pendengaran bilateral yang parah, yang membuatnya tidak bisa bekerja. Ia sering mengalami pusing dan muntah serta harus memakai alat bantu dengar agar dapat mendengar dengan baik.
Agar tidak membebani perekonomian rumah tangga, laki-laki itu kemudian memilih vasektomi yang diharapkan dapat mencegahnya punya anak. Namun, kenyataan berkata lain, karena vasektomi itu gagal dan istrinya mengalami kehamilan yang tidak direncanakan.
Akibat kondisi kesehatan dan ekonomi tersebut, laki-laki tersebut terkendala mendapatkan pekerjaan. Sehingga hakim memutuskan bahwa dokter yang bertanggung jawab atas konsepsi bayi tersebut harus bertanggung jawab.
Menurut putusan pengadilan baru-baru ini, dokter Naranjo harus membayar 80 upah minimum saat ini kepada keluarga pasien, atau 92 juta peso (Rp303 juta) untuk kerugian moral, 60 juta peso (Rp197 juta) untuk biaya hukum, dan 143 juta peso (Rp471 juta) sebagai tunjangan anak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Oddity Central
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Progres Tol Jogja-Solo Seksi 2 Sleman terus dikebut. Pemasangan girder di Ring Road Utara ditarget selesai Juni 2026, termasuk pembangunan ramp off.
OpenAI meluncurkan ChatGPT Finance yang bisa terhubung ke rekening bank dan investasi untuk analisis keuangan personal pengguna.
Ekonom UAJY menilai pelemahan rupiah tetap berdampak ke warga desa dan kritik pernyataan Prabowo soal dolar AS.
KKMP di Kota Jogja sudah produksi ribuan batik ASN dan siapkan 65.000 seragam sekolah meski belum punya gerai permanen.
Apple mulai uji produksi chip iPhone dan Mac di Intel untuk kurangi ketergantungan pada TSMC di tengah tekanan AI dan geopolitik