Angin Kencang Terjang Klaten, Tower Seluler Roboh dan Ganggu Listrik
Angin kencang di Klaten robohkan tower seluler dan ganggu listrik. Puluhan rumah rusak, BPBD pastikan tak ada korban jiwa.
Skrining TBC - Ilustrasi Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Pengobatan tuberkulosis (TBC) harus tetap dijalani meskipun muncul efek samping ringan seperti mual dan muntah. Dokter spesialis paru RS Penyakit Infeksi Prof. Sulianti Saroso menegaskan penghentian obat tanpa konsultasi berisiko memicu resistensi kuman TBC.
Dokter spesialis paru di RS Penyakit Infeksi Prof. Sulianti Saroso, dr. Titi Sundari, Sp.P(K), FISR, mengingatkan pasien tuberkulosis agar tidak menghentikan konsumsi obat secara sepihak saat muncul keluhan ringan. Ia menekankan kepatuhan minum obat menjadi kunci keberhasilan terapi sekaligus mencegah kuman penyebab TBC menjadi kebal terhadap pengobatan.
"Apabila ada keluhan atau ada muncul efek samping obat, tolong jangan langsung dihentikan ya, apalagi kemudian terus tidak mau minum obat lagi. Ingat bahwa tidak semua efek samping itu termasuk berat," kata Titi dalam webinar yang dipantau dari Jakarta, Selasa.
Menurut dia, sejumlah efek samping ringan seperti nyeri sendi, kesemutan, mual, dan gatal masih dapat ditangani dengan konsultasi medis. Pasien disarankan segera berkonsultasi agar keluhan tersebut mendapat penanganan yang tepat tanpa harus menghentikan terapi utama.
Namun, apabila muncul gejala yang lebih serius seperti ruam, pasien perlu berkonsultasi untuk memastikan apakah kondisi tersebut memang dipicu oleh obat TBC atau faktor lain seperti makanan yang dikonsumsi.
Terkait waktu konsumsi obat, Titi menyarankan pasien dapat meminumnya pada malam hari sebelum tidur. Cara ini dinilai membantu mengurangi rasa tidak nyaman yang mungkin timbul setelah minum obat.
"Pola minumnya menjadi malam hari sebelum tidur, orang sudah mengantuk, sudah tidak terasa apa-apa. Nah demikian tidak kan mengeluh mual lagi," kata dia.
Sementara itu, jika pasien merasakan mual berat, muntah terus-menerus, atau mata menguning, ia mengimbau agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat guna memastikan fungsi organ tetap dalam kondisi baik selama menjalani pengobatan TBC.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Angin kencang di Klaten robohkan tower seluler dan ganggu listrik. Puluhan rumah rusak, BPBD pastikan tak ada korban jiwa.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.
Prediksi Malut United vs Persita di Super League 2026, tuan rumah diunggulkan menang berkat lini depan tajam.