Kuota LPG 3 Kg Turun Jadi 8 Juta Ton, Ini Energi Penggantinya
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
Ilustrasi makanan instan/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pakar Nutrisi dari Universitas Indonesia, Widya Fadila, M.KM memberi kiat-kiat untuk memilih makanan instan yang aman untuk dikonsumsi.
“Saat berpuasa kadang di jalan atau saat sahur kita butuh cepat dan praktis, namun ada sejumlah hal yang perlu kita perhatikan saat membeli produk instan,” ungkapnya pada konferensi pers di Jakarta, Kamis (30/3/2023), seperti dikutip dari Antara.
Saat sahur pada bulan Ramadan tiba, para umat Islam secara tak langsung dituntut untuk menyiapkan makanan yang cepat dan praktis. Sering kali makanan instan menjadi pilihan sebagian masyarakat Indonesia sebagai stok di rumah menjelang bulan suci.
Namun bila tidak berhati-hati dalam pemilihan produk dapat berdampak pada kesehatan. Hal pertama nan sederhana yang kerap luput dari perhatian banyak orang ialah pemeriksaan tanggal kadaluarsa atau expired date.
Baca juga: Waspada! Sejumlah Penyakit Ini Rentan Muncul Selama Puasa
“Terkadang ini hal utama yang sering dilupakan, ketika sampai rumah baru menyadari. Makanan yang sudah kadaluarsa tentu tidak baik karena kandungan gizi atau kimianya sudah berubah dan mengandung bakteri,” jelas Widya.
Selain tanggal kadaluarsa, Widya menyebut label izin edar juga perlu diperhatikan. Memilih produk berlabel BPOM dapat menjamin keamanan kesehatan telah memenuhi standar yang ditentukan.
Lalu hindarilah produk kemasan kaleng yang penyok dan berkarat, kemasan plastik atau alumunium foil yang telah kempes.
Kemasan plastik dan kaleng yang telah rusak, menandakan produk telah terkontaminasi karena adanya udara dan bakteri yang sudah masuk ke dalam produk.
“Pada kemasan plastik atau alumunium foil biasanya dia menggelembung karena diisi dengan nitrogen, ini fungsinya untuk menjaga udara dari luar untuk masuk, kalau sudah kempes berarti sudah ada udara dan bakteri yang masuk,” tuturnya.
Produk kemasan, terlebih yang mengandung protein dan gula termasuk sangat rentan terkontaminasi bila kemasan telah rusak.
Hal terakhir yang perlu dilakukan adalah lebih bijak dalam memeriksa komposisi dan nutrisi yang terkandung dalam produk. Widya menganjurkan untuk menghindari produk mengandung perisa.
“Saya selalu tekankan hindari produk mengandung tambahan perisa makanan, bukan tidak boleh, namun bila dikonsumsi secara sering dan berlebihan tentu tidak baik bagi kesehatan,” jelas Widya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
Kader Gerindra Sleman menggelar Gerakan Indonesia Asri di Tlogo Putri, Kaliurang, dengan menanam pohon, menebar benih ikan, dan membagikan sembako.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin, 12 Oktober 2026 tersedia dalam 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin, 12 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan dan tarif tiket Rp8.000.
Pemerintah mencatat setoran Rp57,1 triliun dari Satgas PKH selama 2025–2026, termasuk pajak dan PNBP hasil penertiban kawasan hutan.
UMKM Jogja didorong memanfaatkan AI untuk promosi dan pemasaran digital. Pelaku usaha juga diingatkan menjaga data serta mewaspadai penipuan.